Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Merebut Posisi


__ADS_3

Alana sudah berkemas sementara Liam juga telah selesai..mereka pun turun bersamaan dari lift..


''Apa kau yakin semua barang-barangmu sudah dibawa Alana...jangan ada yang tertinggal...''


Alana menganggukan kepalanya...dia sudah membawa boneka kesayangannya..selain itu Alana memang tidak ribet dalam membawa banyak barang.....


''Aku sudah membawanya Liam tenang saja..''


''Hum.....'' Liam tersenyum ketika melirik Alana yang terlihat begitu ceria..ini pertama kalinya dia ke luar negri jadi gadis ini terlihat sangat bersemangat..


Ting!!!!


Pintu lift terbuka dan mereka sedikit terkejut ketika mendengar suara mobil masuk ke dalam gerbang...


Mobil siapa...??


Untuk menghapus rasa penasarannya, Alana segera melangkah menuju pintu..matanya langsung terbuka lebar melihat sang kekasih Rafael turun dari mobil..


Wajah Liam mengeras.......


''Sayang..........'' jerit Alana berlari dan menghampiri Rafael dan mendekapnya dengan erat..


''Kau cantik sekali, Alanaku....'' ucap Rafael membelai rambut Alana..


Sementara Liam hanya bersikap dingin lalu mendekati mereka...Alana segera berdehem..

__ADS_1


''Kenalkan....dia adalah kakakku, namanya Liam West..''


Rafael tersenyum...lalu mengulurkan tangannya...


''Rafael..''


''Liam........''


Keduanya saling melempar tatapan tajam.....sementara, Alana merasa lucu dengan tingkah keduanya...


''Apakah kalian berdua akan terus bertatapan seperti itu...''


Rafael lalu tersenyum dan menggenggam tangan Alana...


''Ayo kita pergi pesawat akan segera berangkat sebentar lagi dan aku tak ingin tertinggal...ayo Liam...''


*****


Liam hanya memejamkan mata berusaha mengabaikan sikap dan bicara Alana dan kekasihnya di belakang, Liam memilih duduk di depan...tentu saja jika dia langsung melihat kebersamaan mereka dan mengikuti emosinya maka..semua akan selesai..


Liam membuang mata keluar jendela...sikap manja Alana membuatnya sedikit kesal...gadis ini seperti gadis remaja yang sedang jatuh cinta saja..Liam memijit pelipisnya..


Mereka pun akhirnya sampai di bandara, dengan melewati drama yang panjang...Liam berjalan di depan sementara mengurus berbagai keperluan mereka, sementara Alana dan Rafael sedang bercanda di belakang...


Sial......

__ADS_1


Ketika akan menaiki pesawat satu hal lucu terjadi, Liam mendapat jatah duduk di samping Alana sedangkan Rafael terlempar sampa di belakang karna itu...Rafael meminta mereka menukar tempat agar ia bisa duduk dengan kekasihnya namun...Liam tentu saja tak mau...ini kesempatan untuk sedikit menjauhkan mereka...


''Ayolah Liam...berikan Rafael tempat dudukmu..'' pinta Alana memelas..


''Alana.....apa kau lupa pada janjimu untuk mematuhiku.......'' suara Liam pelan namun penuh ancaman..


Alana mendecak kesal..


''Kau benar-benar.....''


''Sayang...kita akan bertemu lagi.'' ucap Rafael dengan senyum yang sedikit kecewa...


Sementara Alana hanya mengangguk pasrah...ia sudah berjanji akan mematuhi Liam, dan tak akan pernah membuatnya kesal..


Alana duduk di dekat jendela...dan Liam berada di sampingnya, begitu pesawat akan lepas landas, Alana begitu terkejut ketika ia merasakan gangguan panik, sontak Alana meraih jemari Liam untuk menggenggamnya dengan erat sebagai pegangan...tentu saja dia sedikit takut..dan tanpa di duga Alana Liam mendekat dan meraih Alana ke pelukannya...


Deg!!!


Hening ketika Alana memejamkan matanya menikmati pelukan Liam kepadanya..


''Tutup matamu jika kau takut Alana..aku ada bersamamu...'' bisik Liam dengan suara yang lembut..


Dan Alana pun merasa sangat nyaman berada di pelukan Liam saat ini....


Mengapa.........??

__ADS_1


Liam menaikan sudut bibirnya....


__ADS_2