
Alana mengangkat tangannya dengan gerakan melambai kepada Liam yang sedang menatapnya dari lantai bawah...dan Liam pun akhirnya tersenyum...hanya tersenyum...
Alana kemudian menghela nafas, tatapan Liam padanya sering membuat Alana sedikit merasa aneh...yah...dia pria yang akan mematahkan hati para gadis di masa depan,...dia bahkan masih sangat kecil...
Alana hanya menggeleng lucu ketika memikirkan semuanya di kepalanya...
Ada bunyi pesan masuk di sakunya dan gadis itu mengambil ponselnya dan membaca...
Aku menunggumu jam 9 pagi, jangan terlambat...awas kau.....
Rafael.
Cih....dia mau menancam seorang Alana Hugo...?? senyum mulai tergambar di wajahnya...sembari menyimpan ponselnya lagi Alana pun tersenyum. pria playboy itu harus di beri pelajaran bukan...??
Sambil mengibaskan rambut panjangnya..Alana pun tersenyum..Rafael Alexsander...kau akan jatuh di dalam pesona seorang Alana Hugo dan saat kau jatuh cinta maka...aku akan mencampakanmu...hahahaha....
Alana tertawa sendirian...walau ia tak menyadari kalau dari tadi Liam berada disana...anak lelaki berusia hampir 12 tahun itu begitu kagum kepada sosok Alana yang ia anggap sebagai putri..yah...kak Alana...dengan jarak usia mereka yang cukup jauh..seharusnya Liam tidak menyukai Alana,...
Namun...bahkan Alana gadis pertama yang masuk dengan lancang ke dalam mimpinya...Alana adalah segalanya...bagi Liam..dia anak tunggal orangtuanya dan obsesi pertamanya adalah seorang Alana Hugo, gadis yang harus ia panggil dengan sebutan kakak....
**********
Alana menatap semua barang-barang Kanaya yang mulai di letakan di atas bagasi mobil...Kanaya sedang di peluk oleh orangtuanya karna mereka akan berpisah..
Mommy Alea meminta Kanaya untuk tinggal dirumahnya sementara waktu...dan tak ada alasan bagi Kenan dan Genka untuk menolak karna sepertinya ibu Genka sedang merasakan tanda kehamilan walau itu belum bisa di pastikan..
''Ayah..ibu...kami harus pergi..''ucap Alana kemudian memeluk Kenan dan Genka yang selalu menyambutnya..'Sementara mereka pun melakukan hal yang sama..
''Hati-hati...kami akan mengunjungi....apa kau sudah pamit kepada papa Luke dan mama Lisa..'' Kenan mengingatkan..
Alana menggigit bibir tipisnya..
__ADS_1
''Papa akan marah...'' jerit Alana yang langsung melompat dan berlari ke rumah milik Luke West..sementara Kenan dan Genka hanya tertawa..tinggkah Alana memang sangat menggemaskan..
+++++
Alana memasuki rumah Luke dan langsung di sambut oleh Lisa...
''Alana......''
''Mah......''
Alana memeluk Lisa dengan erat,....matanya berkeliling mencari papa Luke.
namun yang muncul bukannya papa namun Liam...menuruni tangga, Liam terus menatap Alana dengan senyuman hangat..
''Kakak......''
''Hey....Liam....''
''Apakah kakak akan pulang...'
''Yah...dimana papa....''
Pelukan itu terlepas...
''Papa sudah pergi sejak tadi ke kantor...''
Wajah Alana menjadi mendung,....
''Itu artinya aku terlambat....'
''Mama akan menyampaikan salam darimu..''
__ADS_1
Alana mengangguk penuh senyum.
''Yah...tentu saja...baiklah aku harus pergi...''
Ketika Alana hendak pergi, Liam brdehem..
''Aku ingin melanjutkan SMA di rumah kak Alana...apakah aku boleh tinggal dirumah kakak..''
Alana menoleh sebentar...namun ia akhirnya mengangguk dengan cepat...
''Tentu saja...kau adikku...''
Liam tersenyum lega.........
*************
Alana dan Kanaya akhirnya pulang menuju rumah kediaman keluarga Hugo....adiknya sangat banyak...
Di tengah jalan...pesan kembali masuk dan kali ini dari paman David, paman David adalah anak dari kakek Darius..
Alana....kau dimana,...paman sudah menunggumu dari tadi....!!!
Kanaya menoleh..
''Siapa yang mengirimkan pesan pada kakak...''
''Paman David.....''
''Paman David...'' ucap Kanaya dengan wajah semu merah...
Paman David adalah idolanya....
__ADS_1