Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Perasaan Yang Sengsara


__ADS_3

Hari berikutnya Lisa sudah mulai mencoba untuk lebih dekat dengan Devan, dan berhenti untuk melihat kepada Luke...mulai dari makan, jalan-jalan sebisa mungkin Lisa mendekat kepada Devan dan membuka hati untuknya...


Devan tentu bahagia menyadari kalau Lisa semakin membuka dirinya, hubungan mereka sangat sehat karna Devan sekuat tenaga menjaga agar dia tidak menyentuh Lisa sampai pernikahan meski itu sulit....dalam hal kebutuhan dia juga normal, namun pada Lisa ia menaruh sumpahnya..


Lisa dan Devan turun dari mobil, hari ini Devan mengajak Lisa ke salon dan beberapa butik terkenal dan membeli pakaian untuk Lisa...gadis itu berubah semakin cantik dan memikat....kulitnya mulus dan bersinar...


Mereka turun dari mobil dan langsung menemukan Safia yang sedang memijit kepala Luke...Devan dan Lisa menghampirinya...


''Apa kau sakit kepala Luke..apa yang kau pikirkan...'' goda Devan kepada Luke yang sedang memakai kacamata gelapnya..


''Aku memikirkan bisnisku di luar negri Devan..setelah pernikahan kalian aku akan pergi...''ucap Luke pelan..


''Baguslah..kau mulai bangkit Luke..'' Devan tersenyum bangga..


Lisa melonggarkan tenggorokannya ia berusaha tenang...


''Ehm....Safia...biarkan Lisa yang memijit Luke, calon istriku ini pintar untuk memijit, aku sudah merasakannya..kepalaku juga sakit kemarin...dan ketika dia memijitnya aku sembuh..''


Luke menoleh kepada Lisa dan sedikit gugup..


''Apakah tidak mengapa bagimu jika dia memijitku...''


''Kau sudah seperti saudaraku Luke..sementara itu Safia...aku ingin meminta pendapatmu tentang satu hal, bisakah kau menjadi model untuk perusahaanku..bisakah kau ikut ke kantorku dan kita membahas ini....Luke apakah kau mengijinkannya...''

__ADS_1


Luke mengangkat bahu..


''Terserah Safia...''


''Aku ingin melihat apakah kontrak tuan Devan menguntungkan aku.......''


Devan hanya tersenyum..mereka pun pergi dan meninggalkan Luke dan Lisa sendirian...


Lisa merubah wajahnya menjadi cemberut, disaat ia ingin melupakan Luke, malah mereka bertemu setiap hari....


''Bisakah kau tidak cemberut Lisa...''


Lisa mendekati Luke dan mulai mengulurkan tangannya untuk menyentuh dahi Luke dengan sangat berat hati...ia hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun sampai Luke menangkap tangannya ketika Lisa sengaja menyakiti kepalanya...


Luke melepaskan kacamatanya.....


Lisa tersenyuum sinis..


''Yah....'' ucap Lisa melirik sinis..


Luke berdiri lalu mendekat hingga Lisa menjadi gugup sendiri....dan terduduk di bangku taman...


''Kau tidak tau benar siapa aku Lisa...aku adalah seorang pria yang kejam,...bahkan aku bisa membun*h tanpa menyentuh...''

__ADS_1


''Seperti hantu maksudmu....''


''Hantu....''


Luke yang sama sekali tak menyangka jawaban sedikit terkejut...Lisa pun berdiri dan melangkah..kali ini Luke yang sedikit mundur hingga jatuh terduduk di kursi semula...tanpa mengatakan apapun Lisa mendekat dan menyentuh kepala Luke dan mulai memijit...


Yang Luke rasakan adalah rasa nyaman..lembutnya jemari Lisa menyentuh kepalanya membuat ia tersenyum dan memejamkan matanya...


''Kepalaku terasa lebih ringan...''


''Tentu saja...aku adalah ahlinya..'' puji Lisa pada diri sendiri..


Luke pun tersenyum... dan memejamkan matanya....


''Ini enak sekali Lisa.....''


Lisa hanya tersenyum kecil......sembari terus memijit kepala Luke dalam diam...


+++++++++++


Safia masuk ke dalam kantor Devan dan membeku melihat Devan tersenyum kepadanya....


''Well...Safia...apakah kau menyukai sebuah permainan...''

__ADS_1


Senyum Safia menghilang.......tatapannya berubah menjadi gugup.......ia menatap Devan seakan tak percaya...inikah Devan yang sebenarnya.....??


Devan mendekat, dan Lisa menghela nafas.........


__ADS_2