Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Perpisahan Haru


__ADS_3

Segala kemeriahan resepsi pernikahan yang di gelar mewah itu berakhir dengan penuh kebahagiaan...semua keluarga tampak bahagia...dan terharu..


Sepanjang malam itu Darren dan Alea tampak harus beberapa kali menghapus airmata melihat sang putri yang akan di bawa pergi ke rumah suaminya...apalagi rumah itu terletak di luar negri jauh dari pelukan mereka..


Kenan dan Genka juga tak kalah sedih terutama Kenan...pria itu tampak sedikit tidak rela namun..berusaha menguatkan diri...apalagi Delvaro akan langsung berangkat pagi sekali dan membawa Alana pergi..


Alana adalah putri mahkota bagi Darren dan Alana juga Kenan dan Genka...dia juga adalah segalanya bagi Alan, Kanaya, Kiano dan Liam yang masih belum menerima pernikahan mereka..sungguh malam yang berat..


Di sesi terakhir mereka melakukan foto bersama dan segala keharuan dan airmata membasahi wajah para orangtua dan saudara Alana..tak henti-hentinya mereka memeluk Alana dengan erat dan mendekapnya dengan penuh rindu,....


''Tetap hubungi Daddy dan Mommy sayang..jangan pernah membiarkan kami cemas menanti kabar darimu okey..''


Alana mengangguk memeluk kedua orangtuanya dengan sayang...


''Aku akan selalu merindukan Daddy dan Mommy...kami akan sering berkunjung tenang saja...''ucap Alana dengan mata yang basah..Darren dan Alea pun menjadi lega..lalu pelukan itu berpindah pada Kenan dan Genka...lalu Luke dan Lisa juga para saudara mereka...Alan dan Kanaya, Kiano dan juga Liam yang hanya menatap Alana dengan tatapan sedih...


''Hey....Liam...''bisik Alana dengan mata yang basah..


Liam memalingkan wajahnya ketika matanya menjadi basah ia menatap Alana....


''Mengapa begini Alana...aku tak akan membiarkan dia menang Alana..aku...''


''Berhentilah Liam...aku minta maaf...tapi inilah jalanku, inilah takdirku...kau adalah adikku..tak akan pernah berubah Liam...''


Deg!!!


Mata Liam menjadi panas...


''Adik....yah..baiklah,..kau boleh menganggap aku apa saja Alana...adik, kakak, teman sahabat...perlu kau ingat jika aku...tidak akan mundur....aku akan terus mendampingiku...''


Alana tersenyum lalu memeluk tubuh Liam dan memejamkan matanya..lama....ia merasakan Liam mengusap punggungnya..


''Kau harus bahagia....jika itu terjadi aku akan rela melepasmu Alana..''


''Kau baik sekali..''


Keduanya saling melemparkan senyuman..sementara keluarga besar suaminya sudah menunggunya...mereka akan langsung ke bandara dan beberapa dari mereka akan pulang lebih dahulu sedangkan ia dan Delvaro akan berangkat besok pagi..namun malam ini mereka akan menginap di Hotel dekat bandara dan melewatkan malam pertama..


Alan yang paling terakhir berdiri di pintu...sementara semuanya sudah tenggelam dalam tangisan haru..


Mata Alan basah lalu ia pun tersenyum..menatap Alana yang begitu cantik..


''Alana....''


''Kakak.....'' balas Alana dengan mata yang basah...

__ADS_1


Airmata keduanya tumpah seketika...dan Alan memeluk tubuh Alana dengan erat..dan mendekapnya dengan rasa cinta yang besar sementara Delvaro yang melihat betapa Alana di cintai ikut terharu...biar bagaimanapun ia sedikit iri dengan keluarga yang penuh kasih sayang..sedangkan ia tak pernah mendapatkan hal itu langsung dari orangtuanya...sejak kecil seolah orangtuanya sudah mulai memilih anak-anak yang mereka sukai..


Daddy Damian sangat mencintai kak Aura..sedangkan Mommy Aleysa sangat mencintai Rafael dan Rachel anak kembarnya..hanya Delvaro sendirilah yang tidak di pilih...


Beruntung Kakek dan Granny memberi cinta dan perhatian kepadanya..


Delvaro tanpa sadar tersenyum,.....


Perpisahan itu akhirnya mencapai ujungnya ketika hari sudah tengah malam..mereka harus pergi saat ini juga..


Semua berpamitan dengan rasa kekeluargaan yang besar...Delvaro membawa Alana pergi dari rumahnya sebagai istrinya...dan itu adalah hal yang paling membuatnya bahagia..yah...paling tidak Alana adalah miliknya..


Mobil milik Delvaro dan Alana mampir di sebuah Hotel bintang lima dan menginap beberapa jam disana sebelum naik pesawat sedangkan rombongan orangtua dan kakek mereka langsung pulang mengunakan pesawat..


Sepasang pengantin itu masuk ke dalam kamar mereka...Alana memperhatikan betapa ketika berpamitan tadi...Mommy Aleysa bersikap dingin pada Delvaro sehingga ia tak habis pikir ada apa di antara mertua dan suaminya..dan guratamn kesedihan di wajah Delvaro terlihat jelas walau ia segera menutupi di wajah dinginnya..


Alana merasa sedikit iba...yah..dia di besarkan di tengah keluarga yang begitu penuh cinta, dia adalah putri mahkota tapi bukan berarti kakaknya Alan menjadi tersisih..Daddy dan Mommy tak pernah membenci kak Alan...


Ceklek...


Pintu kamar Hotel terbuka dan Delvaro langsung membuka jassnya dan duduk di sofa..sementara Alana hanya memperhatikan Delvaro yang sedikit pendiam..


''Eehm....''


Delvaro baru menoleh kepadanya..


''Alana....''


Saat itulah Delvaro tersenyum lalu pria itu bangkit dan mendekati Alana, menarik tubuhnya dan mulai menurunkan resleting milik sang istri dan menampakan punggung mulusnya..


Alana adalah milikknya....Delvaro tersenyum..


Alana menghela nafas lega ketika Delvaro mulia menyentuhnya....


Disaat yang sama perut Alana berbunyi..ia sedang kelaparan...


Hening...


Delvaro memejamkan matanya ketika Alana menoleh dan keduanya bertatapan...


''Alana.....''


''Aku lapar...''


Delvaro hanya mampu pasrah..mau bagaimana lagi..di malam pertama mereka Alana justru lapar...

__ADS_1


''Baiklah pesankan makanan lalu kita akan makan bersama aku harus mandi..''


Alana mengangguk patuh...


''Baiklah...''


Delvaro melangkah ke toilet meninggalkan Alana yang begitu gugup, sambil memesan makanan..ia masih saja memikirkan tentang hubungan ibu dan anak ini yang sangat buruk...


Apa yang sebenarnya terjadi...?? mengapa aku penasaran...?? batin Alana terus berpikir..


*******


Mereka sudah membersihkan dirinya masing-masing dan duduk bersama menikmati makan di tengah malam...


Delvaro sedikit terkejut ketika Alana melayaninya makan, termasuk mengambil piring....Alana juga tak ragu menuangkan air minum untuknya..


Ini pertama kalinya dia di layani orang terdekat karna biasanya pelayan yang melayani kebutuhan makannya...dan ini pertama kalinya ia makan di temani oleh seseorang..biasanya ia makan sendirian....


karna itu ia sedikit bahagia...


''Apakah makanannya tidak enak...''ucap Alana penasaran...


Ia memesan makanan di restoran paling terenak langganan Mommy Alea jadi tidak mungkin tidak enak..


Delvaro mengangkat wajahnya...


''Ini enak...aku suka...dan lapar..''


''Bagus....yah...kau harus makan banyak Delvaro...kau boleh meminta makanan apa saja padaku aku akan...''


''Memasaknya begitu Alana....'' tatap Delvaro tajam..


''Aku akan memesannya...'' balas Alana tajam..


Delvaro sontak tertawa dan itu manis dimata Alana...


apakah benar Delvaro di abaikan...atau..dia memang bersalah...?? haiisss mengapa Alana merasa iba pada pria kejam ini..??


*********


1 jam kemudian...


Alana sudah tertidur pulas...namun, ia merasakan sebuah tangan kokoh menariknya ke dalam pelukannya...membiarkan Alana tidur di lengannya...di saat yang sama Alana membuka mata,...


''Tidurlah..beberapa jam kita akan berangkat, dan aku tidak akan menyentuhmu aku tau kau kelelahan...setelah kita sampai aku tak akan melepasmu..''bisik Delvaro dengan suara berat..

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2