
Alea begitu terkejut hingga tubuhnya gemetar, melihat sosok Darren sang suami malah berdiri di hadapannya dengan tatapan beku. mereka saling menatap tajam...bagaimana bisa Darren ada disini, mata Alea tak luput menangkap kemeja Darren yang ada bercak darah..
Ya Tuhan jangan bilang kalau sebenarnya.....
''Siapa Alana, siapa Alan sebenarnya Alea.....jangan bilang kalau mereka adalah........'' suara Darren mulai meninggi penuh penekanan..
Jika Alea adalah ibu dari Alan dan Alana maka Darren adalah ayahnya...jadi mereka adalaha anak-anaknya..melihat dari wajah mereka yang terlalu mirip mungkinkah mereka kembar....? menyadari hal itu membuat dada Darren di penuhi gejolak...
ia kembali menatap Alea menunggu jawaban sementara Alea menghindar..seperti tersangka yang sedang tertangkap basah, Alea bingung ketika ia sudah tak bisa menghindar lagi..ia bingung ketika tidak tau harus menjawab apa dengan pertanyaan Darren, otaknya seakan mau pecah dan terbagi harus memikirkan Alana atau Darren....
Kali ini Alea benar-benar kalah, impiannya pergi sudah hancur berkeping-keping..oh..seandainya dia tidak mengijinkan Alana sekolah..itu pasti tak akan terjadi. saat ini mereka pasti sudah siap berangkat..
''Alea jelaskan kepadaku......''
Deg!!!!
''Bisakah kau tidak mendesakku Darren, aku bisa menebak kau yang menabrak Alana...kau yang menyebabkan Alana terluka...''
''Aku tidak menghindar karna ya aku menabraknya dan demi apapun aku tidak sengaja.....''
Airmata Alea menetes.......
''Aku berkata benar bukan..''
''Alea....aku sama sekali tidak tau jika..........''
Kata-kata Darren menguap ketika melihat sosok dokter keluar dan menatap bingung...
''Bisakah aku bicara dengan orangtuanya....''
Alea bergerak maju tanpa berpikir..
''Aku ibunya dokter..bagaimana putriku, bagaimana dia...'' seru Alea tak sabar...
Dokter mengangguk..
''Dan Ayahnya.......''
Alea kehilangan kata...ia sungguh berat ketika harus menunjuk Darren sebagai ayahnya...namun itulah kenyataannya.
Saat itulah...Alea menoleh dan menatap Darren yang begitu terkejut, yah..memang dia sudah menduganya tapi dia belum berani berharap karna takut kecewa..bagaimana pun dia sangat menyayangi Alana entah mengapa....
''Dia..dia adalah ayahnya...''
__ADS_1
Tunjuk Alea dengan begitu berat namun pasrah....mendengar hal itu Darren melangkah mendekat tanpa keraguan sedikitpun, mereka menatap ke arah dokter...
''Bagaimana dengan keadaan putriku dokter....''
Deg!!!!
Alea membeku mendengar Darren mengambil alih pembicaraan dengan dokter, memperhatikan wajah Darren yang begitu khawatir, pria itu mendengar dengan teliti setiap kata-kata dokter yang keluar..
Hati Alea seperti di remas dengan kuat...dulu dia selalu yang tampil ketika anak-anaknya sakit atau untuk daftar sekolah..tak pernah terbayangkan Alea jika dari mulutnya sendiri ia mengakui bahwa Darren adalah ayah dari anak-anaknya..tidak pernah..ia membayangkan situasi ini akan terjadi..karna bagi Alea,...ia hanya ingin hidup bersama anak-anaknya...
''Alana hanya mengalami luka kecil yang sudah di jahit...''
Darren mengangguk.....
''Tapi mengapa darahnya banyak sekali.....''
Dokter tersenyum...
''Karna cuaca yang panas, jadi ia memang mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya namun, ia tak perlu melakukan transfusi darah tuan..''
Darren menghela nafas sungguh lega,....
''Jadi apakah dia sudah sadar....''
Darren mengangguk,
''Terimakasih dokter...''
Keheningan kembali mengigit ketika Darren menoleh kepada Alea..melangkah pelan mendekatinya...sementara Alan masih berada di dalam gendongannya dan sudah tertidur...
''Berikan Alan pada gadis itu dan aku ingin kita bicara Alea......''
''Tapi Darren.......''
''Aku ingin kita bicara sekarang juga,....'' tutup Darren dengan penuh ketegasan..
Alea sama sekali tidak punya pilihan.....ia lalu mengangguk dan menyerahkan Alan pada Ola sementara Darren menatap Lukas yang berdiri seperti patung....
''Jaga Alan dan gadis ini Lukas....'' lirik Darren tegas..
''Baik, tuan Darren.....''
++++++++++++++++++
__ADS_1
Sebuah pantai yang sepi menjadi pilihan Alea dan Darren..keduanya turun dari mobil dan saling menatap tajam....
''Alea.....katakan dengan jujur kepadaku, bagaimana bisa kau menyembunyikan ini semua dariku bagaimana bisa kau menyembunyikan anak-anakku dariku....'' ucap Darren sekuat tenanga menahan emosinya yang meluap....
Alea mengangkat muka...ia tersenyum sinis....
''Kau lupa kau lebih dulu menyakitiku, kau lupa bahwa kau yang memulai semuanya..kau bahkan tidak memberiku penjelasan tentang Kenan...kau menelan semua informasi yang kau dengar dan melampiaskan semuanya kepadaku...kau lupa kau pernah menyakitiku.........''
Darren mengangguk dengan cepat...
''Aku tidak pernah lupa Alea, bukankah aku sudah meminta maaf....aku berlutut di kakimu...tapi kau tidak tersentuh sedikitpun, kau malah menghilang selama 4 tahun, aku hampir gila karna kehilanganmu Alea....dan jangan lupa juga aku menyesal dan berusaha mencarimu ke segala tempat....aku tidak berdiam diri dan tidak mencari wanita lain....aku masih mencari istriku...rahang Darren mengeras,....tak taukah dirimu kalau aku juga menderita Alea, aku hampir mati karna obat-obatan terlarang, aku begitu putus asa kehilanganmu....aku telah menerima hukuman yang besar Alea....'' ucap Darren di liputi dengan perasaan sakit yang dalam...
Alea mengepalkan tangannya dengan kuat....berusaha menahan segala perasaannya...rasanya dunia runtuh dengan kesakitannya
Tubuh Alea jatuh tersungkur di atas pasir putih, wajahnya tertunduk dalam-dalam..
Tangisan Alea pecah saat itu juga, semua rasa sakit yang sudah ia tahan selama 4 tahun serasa meluap tanpa mampu ia cegah...
Sedangkan Darren menurunkan pandangannya pada sosok Alea yang tertunduk sedih..
Darren ikut menunduk dan sejajar dengan Alea...
''Kau selalu berusaha lari dari takdirmu Alea padahal kau tau kua sama sekali tidak bisa lari....aku mencintaimu dan tidak bisa kehilanganmu..apalagi ada anak-anak di antara kita....''
Alea mengangkat wajahnya menatap lurus wajah Darren.....
''Aku tidak bisa memaafkanmu Darren, kau adalah pembunuh keluargaku......''
Darren mulai hilang kesabaran........
''Bukankah aku sudah jelaskan kecelakaan itu terjadi sebelum anak buahku sampai......''
''Tapi tetap saja...jika kecelakaan itu tidak terjadi sebelum anak buahmu datang maka tetap saja..mereka akan mati di tanganmu...'' tatap Alea penuh dendam..
''Alea......''
''Tak taukah kau...selama ini aku berjuang sendiri demi anak-anakku aku melakukan banyak hal.....dan kau sama sekali tak ada di dalam daftar hidupku jadi..menyerahlah Darren...kau sama sekali tidak memiliki hak atas anak-anakku....''
''Anak-anakku juga Alea...kau memisahkan aku dan mereka selama 4 tahun, dan ketika aku menemukan mereka kau malah ingin memisahkan kami...apa kau sudah gila Alea.........'' suara Darren meninggi penuh kegeraman....
''Yah.....mereka adalah milikku, anak-anakku hanya butuh aku ibunya.....aku ingin kita bercerai Darren, ceraikan aku....''
Darren merasa sudah cukup bersikap lunak kepada Alea....ia benar-benar tak bisa menerima ucapan Alea..pria itu berdiri dan meraih Alea mendekat dan menatapnya tajam....
__ADS_1
''Kalian adalah milikku, aku tak akan pernah melepaskannya sedikitpun Alea, apa katamu bercerai...? itu hanya ada di dalam mimpimu..sekarang kau harus ikut bersamaku...'' ucap Darren membawa tubuh Alea masuk ke dalam mobil...