
Darius bangkit dari tempat duduknya sekilas menatap Alea dengan tatapan yang terlihat sangat cemas.
''Apa aku benar-benar yakin Alea...jika..Tiara sedang hamil...'' ulang Darius dengan hati yang bergetar..
Alea mengangguk dengan cepat...
''Aku bertemu dengannya hari ini ketika Tiara keluar dari dokter kandungan, dia terlihat sangat tertekan hingga ketika aku mengejutkannya ia begitu takut....Ayah..tolong dia ayah, bagaimanapun...anak itu tidak bersalah, bayinya sama sekali tidak berdosa...bagaimana kalau Tiara benar-benar putus asa dan menggugurkannya...'' ucap Alea hampir menangis..
Darius menganggukan kepalanya...ia menyentuh bahu Alea yang terlihat sangat khawatir, pria matang itu tersenyum..
''Ayah akan menemuinya Alea..semua akan baik-baik saja..''
Alea mengangguk, ketika Darius melangkah melewatinya dan ia kembali menyentuh ujung lengan Darius...
''Alea....''
''Selamatkan bayinya ayah...jangan biarkan sesuatu terjadi kepadanya...''
Darius tersenyum....
''Ayah harus pergi Alea...''
''Yah...baiklah...''
Alea menatap kepergian Darius dengan wajah yang pucat, sementara ia kembali memejamkan matanya dan memohon doa agar Tiara dan bayinya baik-baik saja.
*******************************
Darius menatap rumah besar milik Tiara yang tampak gelap, karna ia memegang kunci cadangan Darius dengan gampangnya bisa masuk kedalam rumah..
Mengapa semua lampu di matikan seolah tak ada orang di dalam rumah. langkah Darius terarah untuk membuka pintu sementara ia membawa sebuah kantung besar,
Ceklek!!
Pintu terbuka dan sosok Darius masuk kedalam ruang tamu, suasana ruang tamu hanya di terangi cahaya yang sangat redup dan cukup untuk melihat jalan di depan,
Hening...
Sepertinya Tiara memang bersembunyi di kamar, akibat banyaknya wartawan yang mencari berita tentang Tiara yang tiba-tiba menghilang. Darius mengeraskan tatapannya. ia kemudian melangkah menuju tangga dan menaikinya satu demi satu hingga samapi di lantai atas, dengan hati-hati menuju sebuah pintu kamar..
Darius berhenti sebentar sebelum membukanya, ia merenung saat ini Tiara sedang mengandung anaknya, hal yang telah ia rencanakan ketika ia menyekap Tiara di ruang bawah tanah. Darius sungguh tak menyangka jika Tiara benar-benar akan hamil anaknya, Darius sudah lama tidak merasakan perasaan ini hingga ia sedikit bingung..
Darius lalu mengangkat muka ketika ia telah meyakinkan hatinya bahwa ia akan menghadapi Tiara dan membuat keputusan besar untuk hidup mereka..
Ceklek!!!!
Pintu terbuka dan Darius pun masuk......
__ADS_1
Deg!!!!
Darius sedikit terkejut melihat Tiara sedang duduk di kepala ranjang dan memeluk perutnya,..
Hening.....
Tiara membeku melihat sosok Darius yang tiba-tiba muncul. ketakutan mulai menghampirinya dengan cepat...
mengapa Darius datang malam-malam begini, apakah Alea memintanya tapi...tidak mungkin bukan...? ALea sama sekali tidak tau hubungan mereka, apakah pria ini datang hanya untuk menyentuhnya...?
Tubuh Tiara bergetar, tubuhnya sedang lemah karna rasa mual seharian ini, ia bahkan tak bisa makan dengan benar...bagaimana mungkin dia bisa melayani Darius, tapi jika dia tidak melayani Darius pria ini akan curiga terjadi sesuatu dengannya, jika Darrius tau dirinya sedang hamil maka pasti dia akan di bunuh bersama bayinya,...bukankah itu yang selama ini di lakukan Darius..? pria ini tak akan pernah membiarkan namanya terkena skandal yang akan mencoreng reputasinya. Tiara melonggarkan tenggorokannya dengan gugup, mencoba menahan rasa takutnya, apakah ia harus berusaha kuat untuk melayani Darius saja..agar pria ini tidak curiga,...
Lama mereka masih saling menatap....
''Tiara......apa yang terjadi kau sedang sakit...''
Tiara berusaha tersenyum di wajah pucatnya, sementara ia mulai mengeluarkan keringat dingin.
''Aku...aku baik-baik saja Darius aku hanya sedikit pusing...''
''Benarkah...''
''Kau datang tiba-tiba mengapa tidak menelfon dahulu...''
Tiara beringsut menjauh ketika Darius mendekatinya, duduk diranjang..dan menatapnya tajam.
''Kau mau menyentuhku...kau datang untuk itu...Darius....''
Darius tidak mengatakan apapun dan hanya melihat betapa gugupnya Tiara sekarang..betapa ketakutannya wanita ini padanya,...
''Kau pikir aku datang untuk menyentuhmu Tiara...''
''Apalagi....Darius, aku memang masih tidak enak badan tapi...aku bisa melayanimu...''
Darius mengepalkan tangannya dengan kuat...
Mata Tiara menjadi panas, ketika airmata bening itu menetes tanpa bisa di cegah, namun dengan cepat Tiara meraih kancing kemejanya dan membukanya dengan gerakan pelan, jemarinya bergetar ketika kegiatan membuka kancing kemeja itu sangat sulit hingga Darius sudah tak tahan lagi memendam perasaannya..
Darius menarik tubuh Tiara jatuh ke dalam pelukannya, hingga tangisan Tiara pecah saat itu juga, tangisan menyayat hati begitu menyakiti Tiara. Di dalam keadaannya yang sedang hamil dan berada di dalam ruangan gelap dan sendirian..bahkan ketika rasa mual itu datang Tiara kembali menahan semua itu sendirian..ia hanya butuh pelukan seseorang yang menguatkannya di saat seperti ini. ibunya sudah meninggal dan ayahnya pergi mencari kesenangan sendiri. tak ada lagi yang tersisa darinya tidak ada....
Darius mengelus punggung Tiara hatinya ikut nyeri merasakan betapa terguncangnya Tiara saat ini, betapa ia memendam semuanya seorang diri, sementara ini semua adalah rencana Darius..keinginannya yang ingin membuat Tiara hamil dan menjadikan Tiara milik seutuhnya...
''Tenanglah sayangku..semua baik-baik saja...maafkan aku membiarkanmu sendirian Tiara.....aku akan bertanggung jawab dengan kehamilanmu...''
Deg!!!!
Tiara sungguh terkejut ketika mendengar ucapan Darius yang membuatnya dadanya bergetar, tangisannya terhenti sebentar...menarik tubuhnya dengan kerutan di dahinya...
__ADS_1
''Darius......''
''Aku telah tau semuanya dan tebak,...siapa yang memberitahuku...''
''Alea....'' tebak Tiara tak menyangka jika Alea yang mengatakan segalanya...
''Yah..Alea mendatangiku siang ini...''
DI sela isakannya Tiara menjadi semakin heran..
''Bagiaman mungkin Alea..dia tidak tau hubungan kita...''
Darius tersenyum sedih ketika mengingat betapa jahatnya dia pada Alea dulu,...ia lalu menatap Tiara...
''Menantuku datang siang ini dan memohon padaku untuk mencegahmu mengugurkan kandunganmu Tiara...''
Deg!!!!
Tiara tak mampu menyembunyikan rasa bersalah di dalam hatinya yang begitu besar, Alea..dia sudah menyakiti Alea namun Alea masih perduli kepadanya, hatinya begitu murni...
''Alea....aku sungguh-sungguh merasa bersalah kepadanya.''desah Tiara dengan mata berkaca-kaca...
''Alea wanita yang sangat baik, dia tulus dan lugu...aku harap kau berhenti mengganggunya Tiara...''
''Aku bersalah kepadanya Darius, aku sangat menyesal....''ucap Tiara..
''Dia sudah melupakan masa lalu kalian itu sebabnya dia masih perduli kepadamu..''
''Yah.,..semoga Tuhan selalu melindunginya..'' ucap Tiara yang di amini Darius..
Kini....
Darius menatap mata Tiara yang begitu memerah, tanda ia sudah menangis dalam waktu yang lama....
''Kau akhirnya hamil anakku yah....''
Tiara menatap wajah Darius dengan sedih...
''Darius...aku akan mengugurkan.....''
''Aku akan membunuhmu jika kau melakukannya,...'' bisik Darius dengan tatapan tajam...
Tiara mengerutkan kening...
''Darius.....apa maksudmu...''
Darius tersenyum misterius..
__ADS_1