
''Kakak hentikan...kau membuatnya takut,...'' jerit Alea seolah menyadarkan Aiden yang bahkan sudah hampir memukul sang perawat..ucapan Alea bagai perintah hingga membuat Aiden menurunkan tangannya yang sudah berada di udara...
Hening....
Perawat itu langsung keluar dari ruangan dengan wajah yang pucat pasi, sementara Aiden menoleh dan mendekati Alea hingga tanpa sadar Alea sedikit menjauh darinya...
''Alea....''
''Aowww.....sakit...'' jerit Alea menahan rasa nyeri yang menyerang lututnya sampai ke bawah mata kaki...
Aiden dengan cekatan menuntun Alea segera turun dari ranjang...
''Apa kau bisa berjalan...''
''Bisa...aku bisa....'' ucap Alea kembali berbohong, ia tak ingin mereka bersentuhan sedikitpun..
Dan Aiden menyadari sikap Alea yang mulai aneh, apakah Alea curiga kepadanya..
Sial...seharunya dia tidak terlalu, agresif...
''Turunlah...dan jalan...''pinta Aiden sembari bersedekap..
Alea membeku..jika dia mencoba melangkah maka dia akan jatuh namun kalau dia diam saja maka Aiden akan marah karna mengira dia sedang berbohong...
''Kakak...''
''Ada apa...''
''Aaaku akan pulang nanti, jika kakak masih ada urusan maka kakak boleh pergi...''ucap Alea membujuk...
Aiden mendekat dan tersenyum penuh misteri...
''Aku akan menunggumu, dan memastikan kau bisa melangkah dengan kedua kakimu Alea...ayo cepat...'' desis Aiden menatap tajam..
Alea menghela nafas, sesat kemudian ia menoba melangkah dan rasanya lutunya akan terbelah, sekali lagi tubuh Alea goyah dan hal itu membuat Aiden dengan sigap menangkap tubuh ALea yang akan jatuh membentur tanah....
Deg!!!
Alea membeku menyadari tatapan Aiden begitu tajam kepadanya, mata coklat itu terlalu dominan dan membuat Alea semakin yakin...dia bukanlah kak Aiden sebenarnya...
''Mengapa kau menatapku setajam itu....Alea...''
Alea begitu terkejut ketika Aiden menangkap basah dirinya dengan tatapannya..
''Kakak...bisakah kau mengantar aku pulang...''
Aiden menunduk menggendong tubuh Alea ala bridal style dan membawanya keluar dari klikik dan sialnya Aleysa tak bisa melawan, kakinya memang terlalu sakit untuk berjalan.....
Aiden membawa tubuh Alea ke mobil dan menempatkannya di samping tempat duduknya...pria itu lantas melangkah memutari mobilnya dan segera masuk dan duduk di belakang stir mobil.
Alea hanya diam saja menatap Aiden yang tidak bicara apapun...pria itu segera menghidupkan mesin mobil...dan melaju meninggalkan klinik itu.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang mencekam masing-masing dengan pikirannya sendiri...
''Kau belum menjawab Alea...sikapmu sangat aneh..kau menghindariku, kau sengaja mengenalkan aku dengan temanmu, setiap panggilan telp dariku kau selalu mengabaikannya Alea...dan saat ini kau menataku tajam...''
''Matamu indah.....'' ucap Alea singkat,...
Aiden tersenyum...
''Apa yang harus kubanggakan dengan mataku yang palsu ini hah....dulu mataku berwarna hitam namun karna hebatnya kecelakaan itu membuatku buta untuk beberapa saat..sebelum aku mendapatkan seorang donor mata yang pas denganku...'' ucap Aiden seperti sedang mengingat sesuatu..
__ADS_1
Deg!!!
Alea memincingkan matanya, jadi memang ini bukan wana matanya...? hoh...aku akan menjadi gila sendiri...batin Alea mulai terpengaruh...sebenarnya Aiden ini kakaknya atau bukan...
''Jadi Alea..yang kau puji sekarang adalah mata orang lain....'' ucap Aiden tersenyum...
''Hahaha......aku terkejut, kakak memang cocok dengan mata itu, terimakasih kepada pendonor matanya...''ucap Alea sampai terbatuk-batuk karna kecewa...
Baiklah,...itu artinya dia harus melihat punggung Aiden untuk memastikan kebenarannya...
''Aku minta maaf atas semua tindakanku kepadamu kak Aiden, soal gadis itu...aku serius...dia sangat sexy bukan..? dia sesuai tipemu bukan...kau sangat cocok denganmu kakak...''
''Aku tak suka wanita seperti itu...''ucap Aiden dingin..
''Lalu katakan kau suka wanita seperti apa...aku akan bantu mencarikanmu seseorang yang pas...''
''Aku mau wanita itu seperti kamu Alea...adakah...''
Alea sontak menoleh......
''Mengapa harus sepertiku, lagi pula mana ada yang persis sepertiku di dunia ini...''
Aiden tertawa....
''Kalau kau tak bisa mencarikanku seseorang sepertimu maka berhentilah menjodohkan aku Alea...atau para wanita itu akan merasa sakit......'' tatap Aiden dengan wajah serius..
Alea melonggarkan tenggorokannya, mengapa ia merasa ngilu sendiri mendengar perkataan Aiden..
''Baiklah aku mengerti...''
Alea mengangkat wajahnya dan mengerutkan kening....ketika mobil Aiden melaju ke arah luar kota...
Aiden tersenyum....
''Kata suamimu Darren, kau ingin melihat pantai...''
''Hah....''
''Aku akan mengajakmu ke pantai Alea...'' tatap Aiden dengan senyuman misterius..
Alea tertegun, kemudian hanya mampu mengangguk patuh...
Mobil akhirnya sampai di pinggir pantai yang cukup privat karna hanya orang kaya yang bisa menikmati pantai itu...
Aiden turun dari sana dan membawa Alea dalam gendongannya...ia lalu turun dari mobil dan membawa Alea dalam gendongannya....mereka pun mendekati pantai dan Aiden segera mendudukan tubuh Alea di kursi pantai dengan hati-hati..lalu pria itu menunduk dan menatap mata Alea yang bening...
''Aku ingin berenang sebentar...''
''Tapi kakak...ombak sedang besarnya...bagaimana jika kau tenggelam...''ucap ALea sedikit khawatir..
Aiden menyentuh rambut Alea dan membelainya...
''Tidak akan ada yang bisa menyentuhku Alea sayang..bahkan ombak sekalipun...''
ALea hanya mengangguk......
Aiden lalu berdiri dan mulai membuka kaosnya dan bertel*njang dada...dan hal itu tentu tak di sia-siakan Alea...ia berdehem..ketika Aiden hendak melangkah...
''Kakak..kemarilah....''
Aiden menoleh....dan mendekat, menundukan tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Alea..mereka saling menatap..
__ADS_1
Tiba-tiba saja Alea memeluk Aiden dengan erat, seraya tangannya jatuh di bekas luka Aiden di belakang punggungnya, hingga tubuh Alea bergetar...mengapa luka di punggungnya sama...?jantung Alea berdebar dengan kencang....
''Mengapa kau memelukku, apakah kau ingin memastikan sesuatu..'' desis Aiden dengan suara yang tajam menembus pikiran Alea...
Deg!!!
Alea melepaskan pelukannya ketika Aiden kini mendekatkan wajahnya....
''Aa..aaku hanya khawatir dan memberimu pelukan kakak, bukankah kita sering melakukannya sejak kecil...'' kata-kata itu terlintas begitu saja dan rupanya berhasil..tatapan tajam Aiden meredup....
''Alea...''
''Berhati-hatilah ketika kau berenang...kakak..''
Aiden menganggukan kepalanya lalu bangkit dan mendekati pantai....lalu masuk ke dalam air bergelombang itu...
Sementara ALea gelisah sendiri,mengapa hati dan kenyataan bertolak belakang...hatinya berkata Aiden bukan kakaknya namun..semua bukti dan kenyataan semakin memperkuat kalau Aiden adalah kakak kandungnya...
Alea sungguh merasa akan gila, ketika harus memilih percaya atau tidak percaya...karna kehidupannya di pertaruhkan di sini...jika ia tidak percaya maka ia akan kehilangan kakak kandungnya sendiri, namun....jika ia percaya...
Bagaimana kalau kata hatinya benar jika Aiden bukanlah kakaknya...?
Alea sungguh bingung, saat irtulah dia mengangkat wajahnya dan menyadari sosok Aiden menghilang di pantai...
Alea sontak berdiri, ia melupakan kakinya yang sedang sakit, rasa khawatirnya mengambil kendali pikirannya dan menguasainya...
''Kakak..........kak Aiden...........''
Tak ada siapapun tak ada yang muncul di permukaan air dan sontak Alea menjadi takut sendiri..
Airmatanya menetes, bagaimana jika Aiden kakak kandungnya, hanya karna rasa penasarannya ia membunuh kakaknya...?
Tidak.........
Alea melangkah walau tertatih tatih, kakinya bahkan mengeluarkan darah segar dari perbannya, namun Alea terus melangkah mendekati bibir pantai...sembari berteriak putus asa....
''Kakak......dimana kau....kakak....jangan tinggalkan aku....kakak....'' tangis Alea pecah saat itu juga,....
Rasa pusing kembali menyerang kepalanya...kali ini lebih hebat....apalagi darah yang menetes dari lututnya...
Alea masih terus berteriak putus asa.....
Dan di saat yang sama Aiden muncul di air, dan sedikit terkejut melihat Alea sedang menangis di pinggir pantai...
''Alea...''
Tangisan Alea semakin pecah saja hingga membuat Aiden merasakan nyeri...pria itu bergerak mendekat sembari meraih tubuh Alea yang rapuh ke dalam pelukannya...
Deg!!!!
Jantung Aiden berdebar ketika tubuh Alea pasrah di dalam pelukannya,....
''Aku takut sekali..aku pikir kakak tenggelam....''
''Sayangku maaf, aku sedang menyelam dan berlatih pernafasanku aku tak menyangka...''
''Jangan melakukannya lagi kakak, aku sungguh tak ingin kehilanganmu...'' suara Alea melemah seiring tubuhnya yang jatuh pingsan...
Aiden mengerang...
''Alea....sayangku apa yang terjadi...Alea....'' teriak Aiden begitu khawatir...
__ADS_1