Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Pelukan Belahan Jiwa


__ADS_3

Alan menunggu dengan sabar ketika adiknya sedang memamerkan gaun pengantinnya, pria itu tersenyum...tak pernah di sangkanya jika Alana akan menikah secepat ini...bahkan kebersamaan mereka akan menjadi semakin sedikit...


Dalam waktu 3 hari Alana akan menikah dengan putra keturunan sang Mafia duo Arkana dan Rule..Alana hanya bisa mendoakan adik kembarnya hidup bahagia...


Alana telah menyelesaikan fiting gaun pengantinnya, lalu Alan membantunya melepaskan gaun berat itu...dan untuk pertama kalinya Alan bersikap sangat lembut sehingga Alana mencibirnya....


''Kau sengaja bersikap baik padaku karna akirnya aku akan tersingkir...yah...aku akan kembali suatu saat nanti..'' bisik Alana terkekeh..


Alan hanya mengangguk..


''Tuan putri Alan..tak akan ada yang akan menggantikanmu...ayo aku ingin mengajakmu jalan-jalan....besok kau akan sibuk bukan..''


Alan mengulurkan tangannya sementara Alana hanya bisa menyerah pada kakak kembarnya..


Alan lalu menggenggam jemari Alana menuju mobil dan mereka meninggalkan rumah dengan cepat...


Hari ini Alan ingin menghabiskan waktu bersama Alana..menyusuri jalanan mereka waktu sekolah dulu dan bernostalgia karna Alana akan menetap di luar negri setelah menikah..


Jalanan sepi membuat Alana menikmati pemandangan di depan mereka..


''Bagaimana hubungannmu dengan Kanaya..''tanya Alana perhatian..


''Baik.....dia penurut...''


''Baguslah kakak..''


Alan menoleh....


''Kau memanggilku kakak...''


''Yah...memangnya kenapa....bukankah kau harus bersyukur aku memanggilmu dengan cara itu..''


Alan tertawa...


''Yah...aku sangat bersyukur Alana...''


Keduanya pecah dalam tawa..


''Dengarkan aku kak Alan...kau harus bisa menjaga Kanaya...jangan coba menyakitinya okey...''


''Aku mengerti......''


Mata Alana menjadi panas...


''Jaga Mommy dan Daddy untukku....aaah...aku jadi sedih...'' ucap Alana menghapus airmatanya...


Sementara Alana hanya terdiam, bagaimanapun ia dan Alana selalu bersama..mereka melali hal sulit dan senang bersama...walau sering bertengkar tapi Alan sangat memuja adiknya Alana...dan sangat perhatian,...


namun dia seorang pria tak mungkin dia menangis bukan...??

__ADS_1


''Yah...apalagi...aku akan menjaga orangtua kita dengan nyawaku...''


Alana mengangguk...


''Waktu terasa begitu cepat kakak....aku rasa baru kemarin kita melewati masa kecil bersama...kita sering berebut makanan, mainan dan perhatian...aku sangat berat...''


Alan tak sanggup menahan rasa sakitnya ketika matanya basah...ia menghentikan laju mobilnya di jalan dan menghela nafas...ia menatap adiknya dengan penuh rasa cinta...


''Alana....''


Alana menoleh penuh airmata...sementara Alan menyentuh pundak Alana dan mengusapnya..


''Kau harus bahagia,....jangan pernah menangis...kau ingat jika di rumah kita kau adalah putri mahkota...jika suamimu menyakitimu katakan padaku aku akan menjemputmu pulang...''ucap Alan dengan suara yang serak..


Alana memejamkan matanya ketika airmatanya menetes..tak ada yang tau kalau pernikahan ini tanpa cinta, dan Alana tak mungkin mengatakan semuanya dengan jujur..bahwa Delvaro telah menariknya dalam kolam penuh kebohongan, Alana terlanjur basah...dan satu-satunya cara agar selamat ialah berpura-pura mandi dan berenang menepi...


Alana sungguh merasa sedih harus meninggalkan keluarganya walau ia janji hanya sementara,...


''Delvaro mencintaiku kakak tenang saja...''


''Tak ada yang lebih membahagiakan dari pada mendengarmu bahagia Alana..''


''Yah....''


Alan lalu meraih tubuh adiknya dan mendekapnya dengan erat...sungguh ia akan merindukan Alana dengan semua sikap manjanya karna setelah Alana menikah maka kebersamaan itu akan berkurang...karna jarak...


''Aku ingin makan eskrim, lalu berkeliling Mall...karna aku tak akan punya waktu lagi kakak..''


''Jangan bilang kau akan shopping dan kakak......''


Alana tersenyum dan memasang wajah manisnya itu artinya Alan tak bisa menolak dirinya..


''Please...''


''Baiklah....Alana...hari ini kau akan menjadi tuan putri..''


''Yes...''


**********


Malam harinya Alan dan Alana baru kembali menuju rumah mereka dan sudah bisa di tebak Alan kalau adiknya memberi banyak barang untuknya..dan seluruh anggota keluarga..Darren dan Alea sampai terheran dengan kelakuan anak bungsu mereka.,..


''Alana...astaga..'' jeri Alea memejamkan matanya..


Sementara Darren hanya tertawa...


''Biarkan saja Mom....dia putri mahkotaku dia bisa melakukan apapun...''


Alea hanya menganggukan kepalanya...ia menyerah...

__ADS_1


Alana menatap puas ketika para pelayan menurunkan semua belanjaannya dan ia pun membaginya untuk semua penghuni rumah termasuk para pelayan..hal ini membuat Alea sedikit sedih...


Lusa Alana akan menikah dan saat itu juga...Alana akan langsung di bawa Delvaro ke luar negri..hal itu tentu sedikit menyakitkan untuk Alea..dia tak menyangka jika putrinya akan menikah secepat ini...walau ia bahagia karna Delvaro mencintai Alana..


''Kemarilah putiku...sikapmu manis sekali..''


Alana menghamburkan dirinya jatuh di dalam pelukan Alea dan menikmati aroma tubuh sang ibu...lalu memejamkan matanya..


''Aaahh...sebelum aku pergi aku ingin, meninggalkan kenang-kenangan jadi pakailah dan jaga baik-baik pemberianku...''


Alea hanya tersenyum....


''Baiklah sayang...Delvaro sangat tidak sabar yah...dia ingin cepat membawamu pergi...''


''Dia ada bisnis disana...''ucap Alana tersenyum..


''Baiklah...peluk kami sayang...''ucap Darren lalu memeluk tubuh Alana sementara itu Kanaya juga ALan melakukan hal yang sama yaitu memeluk Alana...


Rumah ini identik dengan Alana...dia gadis yang periang dan sebentar lagi akan menikah dan meninggalkan rumah ini...mereka tentu sedih namun berusaha tegar...Alana akan hidup bersama pria yang ia cintai...


''Aku akan merindukan, Mommy, Daddy, kak Alan dan juga Kanaya...aku mencintai kalian...''


''Kami juga mencintaimu sayang..'' bisik Darren dengan suara yang lembut...


Sementara Alana pun menjadi lega...walau dia tau benar kalau pernikahan ini akan menjadi babak baru dalam hidupnya...


Ia telah menyetujui satu hal yang sangat berarti dalam hidupnya..yaitu perjanjian gila anatar dirinya dan Delvaro Rule..dan disinilah kehidupan barunya di mulai...


*************


Pernikahan itu berhasil di gelar dengan meriah, semua keluarga dan teman-teman Alana hadir termasuk Liam yang hanya mampu menatap dengan pasrah..pernikahan gadis yang begitu dia cintai...


Liam masih mengepalkan tangannya...jauh di dalam hatinya Liam masih belum menyerah..


ia juga akan masuk ke dalam keluarga besar Arkana-Rule jadi, ia akan selalu ada di dekat Alana dan mengawasinya...pria itu melirik Nasya di sampingnya..gadis ini akan menjadi alatnya untuk menghancurkan keluarga itu...


Liam menaikan sudut bibirnya,..


''Dengan ini aku menyatakan kalian sebagai suami dan istri yang sah di hadapan Tuhan dan Negara...apa yang sudah di persatukan Tuhan tak dapat di ceraikan manusia..''ucap seorang pendeta dengan ketegasan..


Delvaro berdiri dengan kebanggaan menatap Alana dengan tajam...ia tersenyum..dan menarik punggung Alana mendekat...


''Alana Rule...kau adalah istriku sekarang...''


Deg!!!


Alana mengerutkan kening.........


''Aku senang sekali Delvaro...'' balas Alana dengan seyum tak kalah tajam...

__ADS_1


__ADS_2