
Kenan berdiri di depan ruangan miliknya sang dokter pribadi sedang memeriksa Alea di dalam, pria itu duduk dengan tidak tenang, mengingat airmata cemas yang di tunjukan Alea waktu itu dan sanggup menggetarkan hatinya..pria itu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan menyipitkan matanya,
Kenan merasa lega.....
Alea akhirnya kembali percaya bahwa dia adalah kakaknya, tentu saja.....Kenan bukanlah pria yang bodoh..ketika ia memutuskan menjadi Aiden ia sudah memikirkan semuanya, ia sudah memeriksa Aiden terlebih dahulu termasuk bekas luka dan warna mata, ia tau benar Alea mulai merasa curiga dan Kenan tak ingin kehilangan Alea sekarang, misinya belum berhasil jadi....ia tak akan mundur sebelum mendapatkan Alea..
Sesaat kemudian pintu terbuka dan sang dokter pribadinya keluar dari ruangan, dan melangkah mendekati Kenan dan menundukan kepalanya...
''Tuan Kenan.....''
''Bagaimana keadaannya.....''
''Nyonya Alea hanya sedikit syok, lututnya sudah di obati dan dia akan baik-baik saja...''
''Bagus....kau boleh pergi dokter...''
''Baik tuan Kenan, tapi sebenarnya aku mencurigai jika nyonya Alea sedang hamil...''
''Hamil.....'' ulang Kenan dengan kerutan di dahi..
''Masih belum pasti karna hasil tespek menunjukan hasil yang samar, kita perlu menunggu setidaknya dua minggu lagi untuk memastikan kepastian kehamilannya...''
Kenan tersenyum dengan lambat....lalu menatap sang dokter dengan senyum yang lebar...
''Terimakasih dokter....''
''Baik tuan Kenan, aku permisi pulang lebih dahulu..''
Salah satu pelayan Kenan mengantar sang dokter keluar kamar, Kenan lalu melangkah pelan menuju kamar, hatinya menghangat dan menatap ke arah sosok Alea yang tertidur di ranjang masih tak sadar..
Kenan lalu melangkah mendekati Alea dan duduk di pinggir ranjang dan menyentuh wajah Alea yang lembut....
''Kau Hamil Alea.........hahahaha......''
Kenan tertawa dengan sangat lantang di dalam ruangan yang sepi itu hingga tawanya berubah menjadi geraman...
''Kau akan menjadi milikku...milik seorang Kenan Renov segera...'' Kenan mengepalkan tangannya dengan kuat...
************************
Alea mengangkat telp dari suaminya Darren yang baru saja tiba di negara yang di tuju. ia sudah bangun dan menyadari dia berada di rumah milik kak Aiden akibat pingsan..
Darren : Bagaimana kabarmu sayang, aku sangat terkejut ketika mendengar kabar kau mengalami kecelakaan, Erland akan menjemputmu setelah dia selesai dengan tugasnya...
Alea : Aku merindukanmu Darren, di saat seperti ini....aku sungguh merindukanmu... (Menangis)
Darren : Aku akan pulang jika sudah selesai sayang aku akan pulang, lalu bagaimana dengan Aiden....
Alea : Dia memang kakakku, aku sudah memastikannya sekali lagi dan memang benar kalau dia adalah kakakku, dia punya tanda lahir itu....Darren, dia hampir mati kemarin dan aku sangat sedih....aku sangat sedih...(terisak)
__ADS_1
Darren : Alea sayangku, apakah hatimu menjadi lega...dia memang adalah kakakmu, aku sangat yakin....sudahlah bagaimana kalau sebagai permintaan maafmu kau menginap disana hari ini lusa Erland akan menjemputmu...
Alea : Yah....aku rasa kakak sedikit tersinggung dengan semua perlakuanku kepadanya...aku akan mengambil hatinya lagi...
Darren : Bagus...semua akan baik-baik saja sayang....
Alea : Aku mencintaimu sayang...
Darren : Aku lebih mencintaimu sayang, aku harus pergi untuk mengikuti rapat..
Alea : Baiklah.......
************************************
Tepat saat Alea mematikan ponselnya saat itulah pintu terbuka dan menampakan sosok Aiden yang masuk ke dalam kamar ia membawa sebuah nampan berisi makanan...
Pandangan Aiden turun dan menatap ponsel yang di letakan Alea di atas meja...rasa cemburu itu naik dan membakarnya namun, Aiden harus bisa bersikap senormal mungkin agar Alea tidak curiga, ia melihat tatapan percaya itu di mata Alea, itu artinya sebuah kesempatan dan Aiden tak akan membuang kesempatan yang sangat berharaga ini.
''Bagaimana kabarmu sayang...''
''Baik...selain lututku aku baik-baik saja..''
Aiden mendekat dan meletakan sebuah mangkuk sup di depan Alea..
Alea menatapnya dengan pandangan yang hangat..
''Kakak..mengapa melakukan ini....biarkan pelayan yang melakukannya...''
Alea menoleh, sikap kakaknya menjadi normal, apakah selama ini Alea saja yang terlalu berprasangka..?
''Dia baru saja menelfon...''
''Bagus aku sangat lega mendengarnya..jadi jam berapa Erland akan menjemputmu...''
''Hah....''
''Yaah..jika Erland sibuk biar kakak saja yang mengantarmu bagaimana...'' tawar Aiden dengan suara yang lembut
Alea menggelengkan kepala...
''Aku sudah meminta ijin pada Darren bahwa aku akan menginap disini...apakah boleh kakak..''
Deg!!!!
Aiden terdiam sesaat, dalam hatinya sedang terjadi pesta, ia sangat bahagia namun di permukaan tatapannya tetaplah dingin....
''Apa kau yakin....sebelumnya kau sama sekali tidak mau...''
''Aku minta maaf kakak...'' Alea menyentuh jemari Aiden dengan lembut.
__ADS_1
Aiden akhirnya mengangguk dengan senyuma lega...
''Sebenarnya hari ini kakak ada meeting namun, karna kau ada disni maka kakak akan menunda pekerjaan demi menemanimu...''
Alea menggeleng ia merasa tidak enak...
''Kakak jangan......''
''Tidak masalah bagiku Alea....baiklah sekarang kau makan saja dan aku akan meninggalkanmu sebentar untuk mengerjakan sedikit pekerjaanku...nanti sore aku akan membawamu berjalan-jalan bagaimana...'' ucap Aiden...
''Yah...baiklah kakak, aku juga masih lelah...''
Aiden mendekat dan mengecup dahi Alea senormal mungkin lalu tersenyum, ia pun bangkit dari sana dan melangkah keluar dari kamar...
Sementara Alea hanya tersenyum, semua akan baik-baik saja dan normal tentu saja....Alea mulai makan dan menyelesaikannya dengan cepat, lalu..mulai menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, dan memejamkan matanya,......
Hening....dan Alea pun tertidur...tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan sosok Kenan masuk dengan senyuman kejamnya, segera pria itu menutup pintu di belakangnya dan mendekati sosok Alea yang terlelap, Kenan lalu duduk disana dengan tatapannya yang sedingin es...mendekat dan melum** bibir Alea tanpa sedikitpun ragu..
*******************************
3 hari kemudian
Darius duduk berhadapan dengan Tiara di balkon kamar dengan wajah serius...sejak kembali 3 hari lalu Darius bersikap sedikit aneh dengan memperlakukan Tiara dengan lembut...dan selalu tersenyum dan bersikap ramah...hal itu membuat Tiara bahagia, meski ia sedikit bingung dengan perubahan seorang Darius...
''Mengapa kau kembali Darius...bukankah kau akan kembali pada keluargamu, mengapa kembali kerumah ini..'' tanya Tiara mengerutkan kening...
''Apakah kau tidak senang aku kembali Tiara..'' tatap Darius menyelidik..
Wajah Tiara memerah,...
''Aku senang kau kembali..taukah kau aku merindukanmu...Darius bagaimana jika kita menikah saja...''
Darius terkekeh...
''Kita sama sekali tidak cocok bersama Tiara...''
''Mengapa, apa kau takut aku hanya mengincar hartamu saja...apakah kau takut aku akan menggoda anakkmu lagi atau pria lain di luar sana,...aku berjanji tidak akan melakukannya Darius, aku hanya ingin bersama denganmu...'' ucap Tiara dengan putus asa...
Darius mengangguk...
''Sejujurnya yah......aku takut segalanya Tiara kau terlalu muda...''
''Kau selalu menekankan kata muda, dan apakah itu artinya aku tidak akan setia...begitu...'' mata Tiara menjadi panas.
''Tiara.....''
Tiara berdiri dengan sakit hati.....
''Cukup...jangan pernah mengatakan apapun lagi, baik... aku akan pergi setelah melahirkan anakmu apakah kau puas...tapi mulai dari sekarang tidak ada kontak fisik di antara kita.....kau boleh mencari wanita lain untuk memuaskanmu, bukankah kau terbiasa melakukannya...tapi jangan sentuh aku lagi...aku mohon kepadamu tuan Darius Hugo..'' ucap Tiara dengan airmata yang menetes,..lalu melangkah masuk ke kamar dan meninggalkan Darius yang hanya menghela nafas,...
__ADS_1
Tiara......apakah aku harus percaya bahwa ini cinta...??