
Alana terkejut ketika pagi ini ada tamu yang tak di undang yang sudah duduk di ruang tamu bersama sang Daddy...begitu Alana keluar dari lift ia melompat ketika melihat Delvaro sudah tersenyum kepadanya..
mengapa pria ini ada dirumahnya..??
Alana melonggarkan tenggorokannya dengan gugup..ketika mata elang Delvaro seakan menembus ke dalam matanya..
''Alana.......selamat pagi..''sapa Delvaro mengedipkan matanya menggoda...
Alana melirik sinis...pada Delvaro, ingatan tentang wanita di telp membuat dadanya panas..Alana harus mulai berhati-hati sekarang..pria ini tampak sangat licik dan ia harus bisa membentengi dirinya..
Alana mengangkat wajahnya tinggi-tinggi dan mendekati Delvaro dan sang Daddy yang tampak mulai akrab..
''Selamat pagi Daddy dan Delvaro...'' Alana membungkukan badan...
Lalu duduk di sisih Darren dan membiarkan Darren memeluknya...
''Sayang....berangkatlah bersama Delvaro pagi ini karna kalian harus mulai mempersiapkan proyek ini bersama...Daddy menaruh harapan besar pada kalian berdua..ada rapat minggu depan jadi seriuslah Alana....belajarlah dari Delvaro..''
Alana menghela nafas...lalu mengangguk....
''Baiklah Daddy.....''
Alana lalu bangkit...dan menatap Delvaro dengan pandangan datar..
''Ayo kita pergi Delvaro..''
''Baiklah Alana..''
Delvaro berdiri dan disaat yang sama...Alea keluar dari lift dan membuat Delvaro menoleh kagum dengan sosok ibu Alana yang begitu anggun,...Delvaro membungkukan badan tanda kesopanan..
Sementara Alea tersenyum...
''Jadi ini adalah..''
''Delvaro Rule...dia putra Damian Rule dan juga Aleysa Arkana...'' ucap Darren menjelaskan...
Alea mengangguk....
''Mommy dan Daddy pernah bertemu dengan orangtua dan keluarga besarmu dalam sebuah acara dulu....kau sangat tampan dan gagah seperti ayahmu..'' puji Alea tersenyum..
Delvaro pun tersenyum....seandainya hubungannya dengan orangtuanya baik-baik saja mungkin...ia akan jauh lebih bahagia mendengar pujian ini..
''Terimakasih bibi Alea...''
Alana mulai gerah dengan basa-basi Delvaro, untuk apa dia berbasa-basi dengan orangtua Alana...toh mereka hanya sebatas hubungan kerja...
''Bisakah kita pergi sekarang.......''ucap Alana dengan tajam...
Sementara Darren dan Alea hanya saling melemparkan senyum...
''Pergilah...sayang...''
Mereka pun pamit dengan cepat dan...melangkah bersama keluar menuju mobil sementara wajah Alana masih saja cemberut..
__ADS_1
''Alana...ada apa...''
Delvaro membuka pintu mobil dan membiarkan gadis itu masuk, lalu Delvaro menyusul...mereka menggunakan supi sekarang namun begitu pembicaraan mereka tidak akan di dengar karna ada pembatas antara mereka dan supir..
Alana menoleh...
''Jangan menjemputku lagi ini sangat menjengkelkan...''
Delvaro terdiam sebentar,.....
''Apa maksudmu....''
''Aku belum lupa atas apa yang terjadi selama kita di luar negri...Rafael adalah adikmu bukan...apakah kau sengaja mendekatiku karna Rafael...oya...aku ingin menanyakan tentang Rafael yang mencegat mobil kami ketika akan pulang...aku yakin kau ada di balik itu semua...aku yakin.......''
Mata Delvaro bersinar tajam..
''Yah...aku mengakuinya Alana...aku berada di balik itu semua....''
Deg!!!
Alana menoleh dengan tajam..
''Aku sudah bisa merasakan bahwa kau bukanlah pria yang baik...Rafael...bagaimana keadaannya aku....menembaknya...''
Ucapan Alana yang sengaja menyinggung Rafael membuat Delvaro seketika menoleh dan menekan tubuh Alana di sandaran kursi mobil...matanya terlihat tajam...
''Aku sudah bilang padamu bahwa kau akan menjadi milikku Alana...dan aku tak pernah main-main tentang itu...kau seharusnya sadar ketika aku memberi kelonggaran kepadamu bisa pergi dengan gampang dari negaraku...padahal aku bisa menahanmu dan memaksakan kehendakku tapi.....aku tak ingin seperti itu...aku ingin....mengikatmu dalam pernikahan.......''
''Pernikahan...apa kau sudah Gila Delvaro...aku tidak mengenalmu...kau sangat kejam..bahkan adikmu saja terluka....kau mau mengikatku dalam pernikahan apa kau sudah kehilangan pikirannmu..''
''Yah...anggap saja aku sudah gila Alana...tapi kau akan menjadi istriku dalam waktu dekat...aku tidak perduli kau setuju atau tidak....''
Deg!!!!
Alana merasa sesak nafas dengan ucapan Delvaro yang egois...gadis itu mendorong tubuh Delvaro menjauh...
''Aku adalah Alana Hugo dan biarkan aku mengatakan ini kepadamu Delvaro bahwa aku tak akan menyerah...tak akan ada pernikahan dalam waktu dekat apalagi dengan pria playboy dan kejam sepertimu.....''
''Aku juga adalah keturunan Arkana dan Rule..jadi biar aku tegaskan padamu Alana aku tidak pernah takut pada apapun...'' desis Delvaro menaikan sebelah alisnya...
''Aku sama sekali tidak percaya kepadamu Delvaro..aku tidak percaya.......''
Delvaro terkekeh....
''Benarkah..kau ingin pembuktian semua perkataanku...bagaimana kalau aku mengatakan sesuatu dengan jujur kepadamu Alana..kau juga seorang kriminal sekarang...''
Alana menoleh dengan sedikit cemas...namun ia menguatkan diri....
''Apa maksudmu...''
''Kau menembak Rafael adikku, aku bisa menuntutmu namun..aku menimbang setelah apa yang terjadi antara kita..''
''Terjadi apa...''
__ADS_1
Delvaro menjauhkan tubuhnya dengan senyuman misterius hingga wajah Alana menjadi pucat...
''Kau akan menggertakku dengan foto-foto kita..astaga jangan lupa kalau aku seorang model di perusahaanmu...lalu mengapa aku harus takut dengan semua perkataanmu..aku bahkan tidak melakukan apapun...''
Rafael tersenyum..
''Apa kau tidak tau mengapa aku meminta kau dan Liam tinggal di apartemen milikku..kau tidak tau bahwa ada cctv yang selalu memantau perkembanganmu di kamar Alana...kau sangat ceroboh...apa kau juga tidak memikirkan bahwa aku punya akses masuk ke kamarmu...dan segala sesuatu bisa terjadi...''
Delvaro asik berbicara dan tidak memperhatikan wajah Alana yang sudah pucat pasi, gadis itu begitu terkejut sampai tak bisa berkata apapun..ia terlalu syok dengan ucapan Delvaro yang mengambang...
matanya berkaca-kaca berbagai kemungkinan mulai muncul di kepalanya...apakah selama dia tertidur Delvaro masuk ke kamarnya...atau...pria itu hanya menggertak saja...??
Alana sungguh di landa cemas luar biasa...
''Delvaro...apa kau melakukan sesuatu kepadaku...''
Delvaro hanya tersenyum misterius,....
''Karna itu aku berani bilang kau adalah milikku...''
Delvaro terkejut ketika Alana memukul telak perutnya hingga pria itu memejamkan matanya kesakitan...
''Alana....''
''Katakan apa yang telah kau lakukan Delvaro kau membuatku gila..aku..'
Alana membeku ketika tubuh Delvaro menindihnya dan mendaratkan ciuman di bibir Alana yang basah dan menggodanya...pria itu merasa terbakar ketika bibir Alana selalu membuatnya candu..
''Delvaro...''desah Alana di sela lum*** Delvaro yang terlalu panas...
*****************
Alan menunggu di depan pintu kamar Kanaya ketika gadis itu keluar dari sana dengan langkah yang pelan...
Deg!!!!!
Kanaya sungguh terkejut menyadari jika Alan sedang menatapnya dengan tajam...
Kanaya menjadi kaku tak tau harus bersikap apa....menyadari bahwa pria inilah yang telah mendapatkan kesuciannya..
Kanaya membungkuk penuh hormat dan hendak melangkah....
''Tunggu...''ucap Alan mendekat...
Kanaya menghentikan langkahnya, ketika Alan mendekat...
''Apakah kau masih merasa nyeri...''
Kanaya mengangkat wajahnya...lalu menggeleng...
''Aku baik-baik saja...''
''Bagus....aku akan mengantarmu ke sekolah jadi...cepatlah turun Kanaya...'' ucap Alan lalu melangkah lebih dahulu meninggalkan Kanaya yang masih berdiri dengan mata berkaca-kaca....
__ADS_1
Jemarinya terkepal...........