
''Tuan Kenan...kau tau siapa aku....kau tau aku, bagaimana kalau aku membuatmu tersakiti lagi...bagaimana kalau aku akan menghianatimu lagi....aku adalah adik...'' kata-kata Genka terputus,....
Kenan mengusap wajahnya dengan kasar...
''Buktinya selama ini kau tidak menyakitimu padahal kau punya banyak waktu dan kesempatan untuk melakukannya...yang ada malah kau membiarkan dirimu tersakiti olehku...jadi Genka...kita satu sama, aku memutuskan mengubur dendam kita berdua dan mulai menata hidup kita...aku percaya kepadamu Genka...aku percaya...''bisik Kenan dengan lembut..
Alana yang melihat sang ayah memeluk bibi Genka langsung mendekat dan memeluk keduanya.. Alana sungguh bahagia mendengar pernyataan cinta sang ayah...ia mendekat..
''Jadilah ibuku, bibi Genka...sejak awal aku melihatmu aku sudah yakin kalau kau akan menjadi ibuku....aku hanya percaya bibi mengurus ayahku jadi....terimalah hum..''
Genka yang melihat betapa manisnya Alan lalu meraih Alana dan memeluknya dengan erat, bagaimana bisa ia menolak namun...bagaimana bisa ia menerima lamaran Kenan, entah mengapa dia masih sangat ragu...tak mungkin tuan Kenan mencintainya dalam sekejap, apakah sesuatu terjadi kepadanya atau...sebenarnya apa yang di inginkan Kenan..
Bagaimana kalau Devan datang, bukankah ia akan lebih menyakiti mereka...??
''Baiklah....jika Alana ingin aku menjadi ibunya maka aku akan mencoba....Genka menatap Kenan dengan senyuman...
__ADS_1
''Aku menerimanya tuan Kenan....aku menerimamu...''ucap Genka dengan tawa yang penuh tangis hingga Kenan tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya ia kembali memeluk Genka dengan sangat erat hingga malam itu yang ada hanyalah kebahagiaan..
Kenan lalu memasangkan kalung berlian di leher Genka dan mengecup keningnya...mata Kenan berkaca-kaca dengan penuh rasa haru...bahkan para pemain musik yang menjadi saksi hanya bisa ikut bahagia...
Kenan menggenggam jemari Genka dan mengecupnya lagi, bagi Genka ini adalah perlakuan pria pertama yang sangat manis kepadanya..seumur hidup Genka hanya merasakan sakit dan terluka, bisakah dia berharap inilah kebahagiaannya..?
''Terimakasih sayang, aku akan mulai mempersiapkan pernikahan kita...''ucap Kenan dengan mata berbinar...
''Aku akan bilang pada Mommy dan Daddy dan kak Alan agar kami mulai fiting baju...'' ucap Alana tak kala bahagia,...
Makanan penutup kembali di nikmati dengan Kenan yang hati-hati memilih menu, karna rasa mualnya..biarlah dia cukup senang bisa merasakan bagaimana penderitaan seorang ibu hamil ketika mengalami mual..ia akan menanggungnya dengan senang hati demi melihat Genka tidak menderita...melihat Genka menikmati makanannya tanpa mual membuat Kenan tak berhenti tersenyum...anaknya menikmati semua yang ia siapkan...
''Apa makanannya enak...'' tanya Kenan tak berhenti menatap Genka dan Alana..
''Yah..makanan ini enak sekali, ketika mengunyahnya aku bahagia...'' ucap Genka tersenyum..
__ADS_1
''Bagus...aku lega mendengarnya Genka,...''
Keduanya saling melempar senyum.....
''Aku harus ke toilet sebentar...'' ucap Genka dengan lembut sembari memegangi perutnya...
''Hati-hati sayang....'' ucap Kenan terlihat cemas..
''Yah...'' balas Genka singkat..
Genka mengarahkan langkahnya menuju toilet,,....
Namun ketika hendak masuk, lengannya di tarik seseorang hingga ia menoleh dengan gemetar...
''Genka Rosalin...apa kabar...''
__ADS_1
Deg!!!!