Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Milik Seorang Alan


__ADS_3

Akhirnya Alan kembali membawa Kanaya ke apartemennya dan membuat gadis itu kembali tunduk di dalam gairahnya lagi....hingga Kanaya semakin menumpuk amarah di dalam dadanya...


Usai percintaan Alan duduk di balkon dan menatap lurus pada gedung-gedung tinggi di depan mereka..sedangkan Kanaya sedang membersihkan dirinya dan mungkin sedang menangis...


Alan memejamkan matanya dia juga tak mengerti mengapa ia bisa mempunyai emosi yang tidak terkendali..mengapa menghadapi Kanaya dia harus bersikap keras..


Entahlah...Alan merasa bingung dengan perasaannya sendiri..sebenarnya dia menyukai Kanaya atau semua ini hanyalah obsesi semata..


Setiap dia melihat Kanaya otaknya mulai berputar keras bagaimana membuat Kanaya takluk padanya bagaimana membuat gadis ini menyerah kepadanya, Alan sungguh tak bisa mengerti mengapa ia bisa benci pada Kanaya dan sekaligus menginginkannya dalam waktu yang sama..


Alan akan cemburu setengah mati jika Kanaya mulai tersenyum kepada David...namun setelah memilikinya Alan masih membayangkan jika Kanaya akan menghianatinya lagi....


Pria itu memejamkan matanya....


Alan sungguh tak bisa mengenal perasaanya sendiri...


***********


Sementara di kamar...


Kanaya keluar dari sana dalam diamnya...airmata sudah mengering dan ia kembali harus tunduk dalam kekuasaan seorang Alan Hugo..


Sampai kapan...?


Bukankah ini sangat berat,....? Kanaya pikir setelah mereka bersama...Alan akan bersikap baik kepadanya dan akan kembali melunak..Kanaya tidak mengharapkan kata romantis karna ini tidak mungkin..tapi...setidaknya Alan berhenrti mengintimidasi dan mencurigainya setiap saat...


Gadis itu tertunduk menahan rasa sakit di dadanya yang kali ini tak bisa di bendung lagi..Kanaya begitu sakit hati...


********


Karna tidak tau melakukan apapun di apartemen ini...dan perut yang lapar membuat Kanaya memasak sesuatu..sedangkan Alan masih berada di balkon dan menerima panggilan telp dai perusahaan karna ia tidak masuk...


Kanaya sudah memasak nasi dan memeriksa kulkas..hanya ada telur dan teman-temannya..tak ada pilihan lain selain memasak apa yang ada...karna Alan juga tampak sibuk dengan menerima telp..


Kanaya mulai mengaduk telur....jarang sekali ia memasak di dapur jadi yang Kanaya tau hanya menggoreng telur..itupun di ajarkan oleh pelayan..karna Kanaya memintanya...


Gadis itu mulai menggoreng telur dengan beberapa campuran sayuran, dan sosis..ia menambahkan beberapa potongan cabe kecil karna dia suka pedas...


****


Harumnya telur itu ketika di goreng membuat Alan menoleh tertarik...pria itu menutup telp dan bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah ke arah dapur....ini pertama kalinya ada seseorang yang memakai peralatan di dapur mininya..karna selama ini dapur hanya menjadi pajangan di sini...setiap minggu pelayan dari rumah selalu datang untuk membersihkannya...

__ADS_1


Langkah Alan berhenti ketika melihat Kanaya sudah selesai menggoreng telur dengan tatapan yang menggemaskan...gadis itu menatap hasil masakannya dengan senyuman manis di wajahnya...ini pertama kalinya Alan melihat Kanaya tersenyum selepas ini..karna ketika mereka bersama hanya tatapan sayu dan takut yang di perlihatkan Kanaya kepadanya..


Namun kali ini berbeda...Kanaya sangat manis, dengan warna matanya yang kebiruan gadis itu membeku ketika Alan berdehem dan mengejutkannya...


Karna terlalu terkejut Kanaya sampai menjatuhkan wajan panas dan mengenai kakinya...gadis itu menjerit dan membuat Alan terkejut...dengan cepat Alan berlari mendekati Kanaya dan segera menggendong tubuh Kanaya menuju kursi..


''Mengapa kau ceroboh...'' suara Alan meninggi..


Hingga Kanaya hanya mampu menghela nafas...ia menatap wajah Alan yang terlihat khawatir..apakah ini kenyatann...??


''Aawww...''


Kanaya baru ingat ketika perih di kakinya mengejutkannya..


''Kakimu akan melepuh...kita akan ke rumah sakit sekarang...'' ucap Alan terlihat cemas luar biasa..


''Hah......'' desah Kanaya terkejut...


**********


Liam dan Delvaro membeku ketika Alana mendekati mereka....


''Ada apa di antara kalian,....sepupu siapa...''


Delvaro mengakui Liam sangat pintar..tentu saja mereka sama-sama keturunan Mafia..jadi mereka mewarisi kepintaran orangtua masing-masing......


''Aku akan berbicara lagi dengan Nasya...''ucap Delvaro tajam..


''Tentu..dan kau akan menemukan kalau aku bersih...''


''Jangan acuhkan pertanyaanku....'' jerit Alana tajam..


Liam menoleh...dan tersenyum..


''Aku sempat mengenal keponakan tuan Delvaro yang mempunyai sifat sedikit gila..dia mengejarku tanpa malu..tapi tentu saja dia tak akan berhasil...hatiku milik orang lain...''ucap Liam menatap lurus kepada Alana yang hanya melonggarkan tenggorokannya..


Hening.....


''Bagaimana kalau kita membagi tim...''usul David menyudahi konflik di antara Liam dan Delvaro...


''Baiklah...aku setuju tapi....aku sedikit merasa ini tak adil....aku hanya berdua dengan sepupuku sementara Alana di dampingi oleh kalian berdua...Nasya akan tiba hari ini juga...jadi kita akan menjadi tim yang seimbang,....''ucap Delvaro licik...

__ADS_1


Liam mengepalkan tangannya dengan kuat,....Nasya...gadis itu....? Liam tak akan sedikitpun tergoda karna dia tau benar jika Delvaro sedang menjebaknya lagi..meski waktu itu Nasya tidak mengatakan apapun tapi sesungguhnya Liam yakin kalau Delvaro ada di balik semua ini...dan merencanakan ini dengan matang....


Alana dan David serta Miley hanya mengangguk setuju...


''Silahkan duduk....''ucap Delvaro dengan penuh ketegasan..


Mereka lalu duduk....


Layar monitor kembali di hidupkan dan menampilkan rancangan pembangunan Hotel dan beberapa properti baru yang akan di bangun mereka....


Delvaro menatap ke arah Alana yang sedari tadi menatap ke arah Liam..mereka seakan bisa bicara hanya lewat tatapan mata dan kenyataan itu membuat Delvaro panas....Alana beberapa kali tertangkap oleh matanya jika gadis itu tersenyum begitu manis pada Liam...


Sialan.....Delvaro akan memastikan dengan kedatangan Nasya akan memisahkan mereka...


''David akan bersama Miley dalam proyek ini...dan David...tolong mengertilah Miley..ini pekerjaan pertamanya..''


David tersenyum mengulum senyum kepada Miley..


''Aku akan membimbingnya,....''


Sementara,.....


''Aku ingin bersama Alana....'' sambung Liam tegas..


Ucapan itu membuat Delvaro tersenyum..


''Maaf Liam tapi sejak awal Alana adalah pasanganku....''


Liam tertawa kecil...


''Jangan bilang kau akan memasangkan aku dengan Nasya...atau ini bagian dari rencanamu tuan Delvaro..aku tak akan menyerah...''


''Kau terlalu curiga Liam...''


''Instingku dalam membedakan musuh dan teman tak pernah salah...dan aku tak setuju jika harus membimbing gadis kecil yang tak punya pengalaman sama sekali.....bagaimana kalau kau dan keponakanmu saja,....lalu biarkan aku dan Alana sendiri...''


Liam menaikan alisnya...sementara Alana hanya menatap bingung dengan tatapan kedua pria ini...


Delvaro pun tetap tenang....baiklah Liam ingin bermain-main dengannya dan Delvaro akan menanggapinya...


''Baiklah kalau itu maumu Liam..kau dan Nasya akan bergabung bersama aku dan Alana...''ucap Delvaro tersenyum...

__ADS_1


Alana menghelan nafas..mengapa senyum Delvaro sangat aneh...??


__ADS_2