Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tatapan Sinis


__ADS_3

Alea tak sanggup menatap mata Darren yang terlalu tajam, gadis itu lebih memilih memalingkan wajahnya dari tatapan pria ini yang terlalu tajam...


Jemari Darren menggenggamn erat jemarinya hingga Alea di paksa untuk menatap mata pria itu, Darren tak suka pengantinnya malah menatap para tamu yang lalu lalang, Darren tersenyum puas..malam ini Alea adalah miliknya, akhirnya putri dari bajingan itu jatuh ke dalam genggamannya..bukankah dia yang menang...?


Luka itu terlalu dalam dan menyakitkan untuk Darren, bahkan setiap malam nyaris ia tak pernah bisa memejamkan matanya ketika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri sang ibu dan juga ayah Alea bermesraan...


Jika pria tua bangka itu telah menghancurkan hati keluarganya maka kini giliran putri kesayangannya yang menanggung hukuman..


karna itu Darren tak ingin membuang waktu sedikitpun, ia sama sekali tidak perduli dengan para tamu yang hadir, dia juga tak perduli mereka ingin mengucapkan selamat dan berbasa-basi..Darren hanya ingin membawa Alea ke kamar. dan mengatakan semua dosa ayahnya agar gadis ini tidak berpikir kalau Darren menyukainya...


Alea memandang cemas ketika jemarinya di tarik paksa oleh Darren, sementara ada banyak orang yang melihat mereka, masing-masing dari mereka berbisik sambil tersenyum, mereka tau benar reputasi keluarga Hugo soal wanita,...dan tak sedikit dari mereka yang merasa ibu pada Alea yang terlihat gelisah...


''Para tamu masih ingin menyalami kita Darren, bukankah tidak sopan jika kita pergi begitu saja sementara acara belum selesai..'' jerit Alea berusaha menyadarikan Darren yang terburu-buru menuju lift..


Pria itu berbalik dan menatap Alea dengan dingin...


''Apa kau sedang mengulur waktu, cepat atau lambat kau harus melayaniku aku butuh kau malam ini karna itu...aku bahkan tidak perduli pada mereka yang sedang menatap kita...''


''Oh...Darren, lihatlah ayahmu melihat ke arah kita, bukankah dia sedang memanggilmu...''ucap Alea dengan gugup..


Darren memutar tubuhnya dan menyadari jika ayahnya memang sedang menatapnya, sial pria tua bangka itu benar-benar memanfaatkan waktu...''


Darren lalu melepaskan tangan Alea begitu saja dan melangkah mendekati ayahnya yang berada di tengah ruangan..mata Alea berkaca-kaca...ia berdiri sendirian di depan lift seperti orang bodoh...tak ada yang mengajaknya bicaram bahkan beberapa gadis kedapatan melayangkan tatapan tajam kepadanya...


Oh...Tuhan, seandainya ia bisa lari,....seandainya ini semua hanyalah mimpi...


''Kakak ipar...'' sapa Erland di belaknang Alea, pria itu keluar dari dalam lift...


''Hai...'' balas Alea dengan sopan..


Erland menatap iba melihat ALea sangat gugup, yah...ia juga melihat betapa pandangan sinis para tamu tertuju kepada sosok Alea...


''Santai saja kakak ipar..mereka hanya sedang iri kepadamu..'' ucap Erland lalu menyerahkan minuman dingin yang ringan pada Alea..


Alea menerimanya dan meneguknya hati-hati karna dia tidak terbiasa dengan minuman mahal disini..gadis itu tersenyum lirih...


''Terimakasih Erland...aku pikir mereka hanya tak tau apa yang sedang mereka ributkan...aku bahkan tidak pernah berkompetisi untuk bisa menikahi Darren...''ucap Alea dengan pandangan sedih...

__ADS_1


Erland mengangguk ia tau itu dari pertama ia melihat sosok Alea dia sudah tau jika gadis ini berbeda...


''Kakaku sangat ambisius, maafkan aku jika kakak menempatkanmu dalam posisi yang sulit..''


Alea menganggukan kepala..........


''Yah..ini takdirku, mau bagaimana lagi...''


''Ehm...bagaimana dengan sekolahmu, bukankah kau hamp[ir lulus...''


''Yah,...tapi untuk melanjutkan sekolah, aku pikir Darren tidak akan mengijinkan...''


''Bagaimana kalau aku membujuk kakak, agar kau kuliah di Universitas kami..? kakak pasti setuju, istrinya haruslah seseorang yang pintar...''


Alea tersenyum menatap sosok Erland yang berbeda, dan sedikit menyesal..mengapa sifat mereka bagaikan air dan api, gelap dan terang, hujan dan panas...? Erland sangat lembut ketika bicara, dia juga hati-hati,..sopan, dan ramah tak lupa juga ia sangat tampan.....Darren sangat kasar namun Erland sangat lembut..


bisakah meereka bertukar tempat....


''Alea..''


''Yah........''


Alea mengangguk..


''Terimakasih aku akan mengingat perkataanmu dengan baik Erland..''


''Yah...kakak sedang menuju kemari, usahakan kau selalu tersenyum jangan memperlihatkan wajah sedihmu atau dia akan marah..''


Alea mengangguk melakukan seperti yang di katakan Erland, ia tersenyum bahkan ketika Darren menghentikan langkahnya...dan menatap keduanya dengan penuh arti...


''Jangan salah paham kakak, aku hanya kasiha melihat kakak ipar berdiri sendirian sementara para tamu wanita menatapnya dengan sini...''


Darren menoleh ke arah beberapa wanita yang masih menatap ALea tidak terima,..dan ajaibnya begitu tatapan Darren jatuh dan mengancam, para wanita itu mulai mundur tertatur dan sengaja menyibukan dirinya...


Darren lalu menoleh kembali, semudah itu dia menghentikan tatapan mereka..


''Baiklah..Erland temani tamu yang lain usahakan semuanya pulang malam ini dengan kesan yang baik....''

__ADS_1


Erland menganggukan kepala dengan patuh, lalu meninggalkan tempat itu meninggalkan jejak tak rela di wajah Alea..dia butuh teman bicara dan Erland adalah pendengar yang baik,....hoh...mengapa hidup Alea justru terperangkap bersama kakaknya yang kejam...


Darren meneguk minuman berlakohol yang di bawa pelan lalu menaap ALea...


''Ayo masuk ke lift...kita harus ke kamar sekarang..'' ucap Danar tanpa menunggu persetujuan Alea. pria itu mencekal tangan ALea dan membawanya masuk...


Tak lama kemudian..lift itu berhenti dan mereka keluar, sudah ada dekorasi indah di hadapan kamar, ada taburan mawar putih sepanjang jalan sampai ke lift..


Semakin dekat dengan pintu kamar, maka jantung Alea semakin berdebar..bagaiamana ini...?apakah memang ia sudsh tidak bisa melarikan diri lagi..?


Ceklek...


Pintu kamar terbuka dan ada banyak bunga berwarna putih yang menghiasi ruanga, tak ada warna lain yang ada di kamar ini selain warna putih yang terang...


''Masuk...'' titah Darren menekan,


Alea hanya menganggukan kepala dengan patuh, rasanya ia sudah tak memiliki kekuatan lagi..yah...bagaimana ini..mengapa dia tak bisa menghilangkan rasa takutnya...


Mata Alea berkeliling dan sedikit ngeri melihat kamar ini sangat putih...


''Darren........''


Alea terkejut ketika tubuhnya di tarik hingga tenggelam di dalam pelukan posesif seorang Darren Hugo, mata mereka bertemu yang satu ketakutan yang satunya tampak liar,,...sinar mata Darren menajam...


''Akhirnya kau akan menjadi milikku AleaNora..''


Alea sedikit meronta ketika pelukan Darren tak seperti biasanya, terlalu kuat dan membuatnya sesak nafas...Alea bahkan gemetar...


''Darren...''


''Pastikan tubuhmu siap untukmu atau kau akan menghadapi kemarahanku...''


Dengan kasar Darren menghempaskan tubuh Alea ke ranjang....dan mendekatinya...


''Darren,...apa yang terjadi...mengapa kau membuatku takut..'' Alea hampir menangis.


Darren mengepalkan tangannya.......

__ADS_1


''Buka gaunmu sekarang juga,...''


__ADS_2