Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kau Istriku, Milikku


__ADS_3

Alea membeku di tempatnya berdiri, lebih tepatnya ia begitu syok melihat sosok Darren berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam yang menusuk..


Deg!!!


Darren seakan bermimpi melihat sosok Alea, istri yang begitu ia cintai dan rindukan selama 4 tahun ini..hati Darren serasa terbang di awan-awan, jantungnya berdebar dengan kencang melihat wanita yang tak pernah bisa di lupakannya ini sedang berada di ruangan yang sama dengannya,


Sebenarnya Darren baru saja tau kalau pelukis yang di pakai Hotelnya tak lain adalah Aleanora sang istri, biasanya ia tidak mengurusi hal-hal itu. namun pagi ini entah mengapa tak sengaja ia melihat foto Alea yang sedang melukis yang di ambil salah satu staf sebagai bukti Alea memang sedang menyelesaikan lukisan, Darren tentu saja tidak membuang waktu....ia segera meminta staff menghubungi Alea agar datang lebih awal 2 jam sebelum acara..agar mereka bisa lebih dahulu bertemu. Darren merasa sungguh bahagia, bebannya terangkat ketika Kenan juga sudah menghubunginya dan mengatakan bahwa dia telah menyerah soal Alea, dan bahwa tak pernah terjadi apapun padanya dan Alea di tempat tidur..bahwa istrinya adalah murni miliknya dan kini Darren tak akan pernah melepaskan Alea lagi.


Ya Tuhan....Alea adalah miliknya dan dirinya tak akan pernah membiarkan Alea lepas lagi....dengan cara apapun bahkan mungkin lebih keras...ia sudah tak perduli lagi, hidupnya hancur selama 4 tahun ini dan Darren sudah menemukan penyembuhnya sekarang...


Darren mendekat........


Sementara Alea mulai panik, memang tadi dia sempat iba dan terkejut menyadari ada perubahan besar dalam hidup Darren, pria ini tampak lebih kurus, dengan wajah yang berantakan dan hampir tidak pernah mencukur, bahkan Alea membutuhkan beberapa detik untuk memastikan bahwa ia tidak salah orang, bahwa pria di depannya memang adalah Darren...


Tas tangan yang ia pegang jatuh tanpa mampu di cegah karna dia terlalu gugup,..ketika Darren hampir dekat....


''Stop disitu.....'' jerit Alea dengan mata berkaca-kaca,


Dan Darren menurun dengan berhenti sebentar dan tersenyum dingin, dia terlihat nekad dan hal itu membuat Alea sungguh frustasi..


Alea sungguh cemas melihat tatapan berbeda yang di tunjukan Darren padanya dan untuk pertama kali dalam hidupnya, Alea menyesal menggunakan gaun model mermaid yang sedikit terbuka di atasnya..pundaknya terekspos dengan bebas dan saat ini Darren sedang memusatkan matanya seperti seorang predator buas yang sedang mengamati mangsanya,..


Dan sebagai korban, insting untuk melarikan diri dari sang predator buas ini sungguh membuat Alea mulai memikirkan cara agar pergi...Alea berbalik dan mencoba membuka pintu, dia berusaha sangat keras kalau bisa dapat mencabut pintu itu...jemri Alea gemetar memegang gagang pintu..hingga ia menjadi lemas...Darren sudah mengunci mereka di dalam ruangan ini..


Deg!!!


''Kau tak bisa melarikan diri dariku Alea...aku tak akan pernah membiarkannya..'' suara dingin itu menembus pendengaran Alea hingga wanita itu memejamkan matanya...dia sangat marah...tak ada pilihan selain menghadpai Darren...ia hafal betul dengan sifat Darren.....


Alea memutuskan membalikan tubuhnya dan menatap mata Darren dengan tajam, mengangkat wajahnya tinggi-tinggi untuk menegaskan kalau ia sama sekali tidak takut pada pria ini..yang benar saja dia seorang ibu dari anak kembar, bagaimana bisa dia takut..


''Kau mau apa...bukankah sebuah kejahatan menahan seseorang di sini, aku akan melaporkan.........''


''Hahahaha.....tak ada seorangpun polisi yang akan menangkapku..kita masih terikat pernikahan kau masih istriku yang sah...''

__ADS_1


Darren mendekat tak perduli Alea yang bergerak mundur dan menjauhinya namun malah menempatkannya bersandar di pintu hingga dengan mudah Darren menjebaknya di antara kedua tangan kokohnya masing-masing di sisih kiri dan kanan....


Wajah Darren mendekat di wajah Alea yang pucat...


Deg!!!!


''Lepaskan aku, menyingkir dariku...'' suara Alea bergetar takut...


''4 tahun Alea....4 tahun kau meninggalkan aku, 4 tahun kau...pergi dengan meninggalkan luka di hatiku...''


Airmata Alea menetes.....


''Lalu....apakah aku yang bersalah disini....aku akan mengatakan satu hal kepadamu Darren...hubungan kita sudah selesai 4 tahun lalu dan aku...sudah melupakanmu.'' ucap Alea tajam...


Namun ucapan Alea membuat wajah Darren merah padam...


''Aku tidak pernah menyalahkanmu Ale, akulah pendosa itu akulah....yang menyebabkan penderitaan terbesar kepadamu....mengenai Kenan, dia telah mengubungiku dan mengatakan semuanya bahwa tak pernah terjadi apapun...meski jika terjadipun...aku tidak akan mengingat hal itu....


Alea....akulah yang bersalah, dan percayalah...aku telah mengalami banyak hal selama 4 tahun ini, aku jatuh dalam depresi, aku tergantung obat tidur...aku...sangat merindukanmu sampai ingin menjadi gila karnamu Alea.....''


Deg!!!!


Alea memalingkan wajahnya dan menatap mata Darren yang basah dan menaikan sudut bibirnya..


''Lalu bagaimana denganku...kau tidak berpikir apa yang aku alami...? aku bahkan masih trauma denganmu,...setiap melihatmu yang ada hanya rasa sakit..aku sudah lelah, bagaimana jika kita mempercepat ini Darren.....sudah 4 tahun hubungan kita menggantung, jika bersama kita akan saling menyakiti....lepaskan aku, ceraikan aku dan kau bisa bebas.....kau bahkan punya banyak wanita.........'' pinta Alea dengan memohon.....ia sungguh tak ingin lagi berurusan dengan seorang Darren Hugo.


Kata-kata Alea membuat Darren meradang, jika dia bisa melupakan Alea mungkin para wanita itu sudah ada sejak 4 tahun lalu namun, Darren sama sekali tak bisa memulai hubungan yang baru...karna seluruh pikirannya tertuju kepada Alea..lalu ketika mereka bertemu segampang ini Alea mengatakan kepadanya agar mereka bercerai...? bagaimana bisa Alea mengajukan perceraian dengan gampang...?


Darren mengeraskan wajahnya...ia menatap Alea dengan sangat tajam...


''Perceraian...kau sangat menginginkannya yah...bagaimana dengan anakku, dimana dia.....aku...''


''Tak pernah ada anak di antara kita Darren, aku keguguran dan hidupku hancur....''

__ADS_1


Alea menatapnya dingin, jauh di dalam hatinya ia memohon ampun kepada Tuhan..ia sudah berbohong namun ia terpaksa...bagaimana kalau Darren mengancamnya dengan cara merampas anak-anaknya dari hidupnya..? ALea akan menjadi gila ketika ia kehilangan anak-anaknya..mereka adalah hartanya...


Wajah Darren terlihat begitu kecewa, rasa bersalah kemudian memenuhi hatinya menyadari ia juga turut andil dengan keguguran Alea....dia bertanggung jawab..


Ya Tuhan.....mengapa ini sakit sekali, anaknya meninggal karna dirinya...untuk beberapa saat Darren seolah tenggelam dalam kedukaannya sendiri...


Alea yang melihat itu merasa sedikit bersalah namun ia segera menguatkan hatinya, ia tidak boleh lemah...


Alea menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan diri dari Darren dan kembali mencoba membuka pintu...


Sebelum sebuah tangan mencekalnya untuk berbalik, tubuh Alea kembali terjebak di pintu,...sedikit lebih keras...


''Darren...apa yang kau lakukan....lepaskan aku.''


Sinar mata Darren begitu tajam.....


''Sekarang aku sudah mendapatkan istriku kembali...saatnya kau mulai menyiapkan tubuhmu untuk melahirkan anakku...''


Deg!!!


Mata Alea melebar dramatis...


''Darren....tidak....''


''Betapa aku merindukan tubuhmu Alea sayang...''


Darren melonggarkan dasinya...lalu menunduk mengangkat tubuh Alea dan membawanya ke kamar yang memang tersedia di ruangannya..


''Darren...lepas.......''


''Kau istriku Alea yang berarti kau adalah milikku..'' ucap Darren tegas membuka pintu kamar....


Bab berikutnya haredang yah...jadi yang masih puasa...bacanya nanti malam aja...

__ADS_1


❤❤❤❤


__ADS_2