
Hening.....
Masih di kuburan orangtuanya dia atas ketinggian tebing, Alea memejamkan matanya menikmati suasana dingin di tebing yang menggigit entah mengapa dia tidak merasa kedinginan, Alea sudah mati rasa karna ia menanggung dua kesakitan yang dalam, di tubuh dan hatinya... airmatanya terus turun tanpa ia cegah...
Memandang dua nisan yang telah pudar termakan usia sekali lagi...Alea merasa sungguh hancur menyadari pria yang dia cintai dan ia percaya..nyatanya orang yang telah memberinya luka dalam yang tak akan pernah sembuh seumur hidupnya...
Bagaimana bisa Tuhan...bagaimana bisa ia di tinggalkan sendirian hanya untuk merasakan sakit..bagaimana bisa....?
Tubuh Alea bergetar....lalu perlahan menaruh kepalanya bersandar memeluk kepala Nisan seolah menyandarkan tubuh dan hatinya yang sudah lelah, Alea sedikit tersenyum ketika memeluk nisan sang ibu...
Alea merindukan pelukan ibunya.....
Pandangan matanya mulai redup, ingatan kebersamaannya dengan keluarganya sungguh menyakitkan sekaligus membuatnya rindu...
''Ibu.....aku merindukan pelukanmu bu......'' desah Alea dengan pandangan mata yang tidak fokus....
Lalu...tak sengaja ia membuang pandangan ke pinggir tebing dan tertawa kecil...ketika melihat dua orang anak beda usia,yang satu seorang pria muda, yang satu seorang gadis kecil,ia berlarian dan di kejar pria muda yang di panggilnya kakak...keduanya tertawa dengan riang.....
Alea terus memandanginya dan menjadi terhibur....bukankah itu dirinya dan sang kakak Aiden,.....hatinya menjadi berbunga-bunga penuh haru......sembari terus memandangi pemandangan indah di hadapannya..
Masa kecilnya kembali.....airmata Alea menetes..
''Kakak...kejar aku.......'' jerit Alea kecil...
Aiden tersenyum.....sembari berdiri dan mulai mengejar si kecil dengan tawa yang mulai pecah di sekitar taman yang indah itu......mereka terus berlari sampai Alea kecil terantuk pada batu yang membuat tubuh kecilnya menjadi goyah...kepanikan begitu kentara di wajahnya...
''Alea....hati-hati....'' jerit Aiden tampak sangat kawatir.....
''Kakak...tolong.......''
Ketika tubuh kecil itu akan mendarat di rerumputan, jemari Aiden berhasil menggapai tangan mungil itu dan menariknya hingga tubuh Alea kecil berpindah ke dalam pelukan Aiden...
Hening ketika Aiden begitu takut dan khawatir Alea kecil akan terluka...pria itu memeluk Alea kecil dengan begitu erat dengan begitu melindungi.....
''Kau tidak apa-apa....Alea...''
''Aku baik-baik saja kakak...untung kakak menolongku....''
''Yah...tentu saja...aku kakakmu, aku tak akan meninggalkanmu Alea...kau punya aku jadi jangan kawatir.....'' ucap Aiden masih memeluk tubuh Alea kecil dengan erat....
Deg!!!!
Pemandangan di depan Alea sungguh membuatnya semakin terluka....kakak,...kak Aiden mencintainya sungguh sangat mencintainya.....ketika Alea ingin menangis, kali ini dia melihat sang ibu tersenyum sembari membawa coklat panas dan beberapa kue-kue kecil...Alea kembali tersenyum.......
''Aiden....apa yang terjadi, apakah Alea terluka..'' seru sang ibu tampak khawatir dan mendekati mereka sembari meletakan dua cangkir coklat panas dan kue-kue kecil di atas rerumputan..
''Aku menangkapnya ibu..jadi, dia tidak terjatuh....''ucap Aiden sembari membelai rambut Alea kecil...
''Sini sayang...'' sang ibu mengulurkan tangannya..
__ADS_1
Alea kecil tersenyum di wajahnya yang manis, dan beralih pada pelukan ternyaman di dunia yaitu pelukan seorang ibu,....Alea kecil memejamkan matanya....
''Kakak menangkapku ibu..'' ucap Alea kecil sembari menggigit kue yang di bawa sang ibu...
''Bagus...kau harus ingat Alea..di saat kau mengalami hal buruk, ibu dan kakak akan selalu ada untukmu....namun kau harus berhati-hati sayang...perhatikan langkahmu agar kau tidak jatuh lagi...''
Alea kecil menganggukan kepalanya dengan patuh,sementara sang kakak hanya menatap ibunya dengan pandangan lain...
''Ibu...setelah ibu bercerai, apakah kami akan terus bersama ibu....atau ayah...'' tanya Aiden dengan wajah serius...
Sang ibu memeluk tubuh Alea dan menyentuh wajah anak lelakinya dengan lembut....
''Selama ibu hidup..maka apapun akan ibu lakukan untuk bersama kalian berdua sayang...Aiden dan Alea adalah sebelah jiwa ibu, jadi mana mungkin ibu akan meninggalkan kalian......ibu janji kita akan selalu bersama.....''
Sang ibu meraih kedua anaknya dan memeluk mereka dengan begitu erat.......
Pada saat yang sama pandangan sang ibu mengarah pada Alea yang sedang menatap kebersamaan mereka dengan tatapan penuh rasa iri...ingin sekali ia mendekat namun Alea sadar mereka adalah bayangan dari masa lalunya...
Namun.....ketika sang ibu mengarahkan tangan kepadanya, Alea membeku dengan mata yang menjadi panas...
''Ibu......''
''Alea sayang apa kau lelah....jika lelah..kau bisa ikut kami kembali...di tempat ibu tak ada airmata, kau akan bahagia...''
Sontak kata-kata sang ibu membuat Alea terkejut, gadis itu lalu bangkit berdiri dan menatap ke arah sang ibu yang sedang menunggunya, ketika ia menurunkan pandangan ia melihat senyuman dirinya versi kecil dan sang kakak yang juga mengulurkan tangan ke arahnya....
''Alea....ikut kami saja...ayo....''
Seakan semua rasa sakitnya menghilang dari tubuhnya...Alea mulai melangkah pada tepi jurang yang ia lihat sebagai taman yang indah....dan terus melangkah...
Sementara....
Seorang pria dari tadi mengawasinya...menatapnya dari jauh dan menunggu waktu yang tepat untuk menghampirinya....pemandangan sosok Alea saat ini membuat dadanya teriris..jantungnya berdebar kencang melihat kesakitan itu di mata Alea yang rapuh..
Pria itu sedikit mengerutkan dahi ketika melihat tiba-tiba saja Alea tersenyum dan bangkit dari atas makam, Alea memandang pada rerumputan kosong di hadapannya dan tersenyum seolah sedang berbicara,...
Deg,.....Deg......Deg.......
Pria itu mulai merasa sesuatu yang aneh, mengapa Alea harus bicara pada rerumputan di depannya...??
Apakah Alea mengalami halusinasi....?
Pria itu mendekat namun tetap menjaga jarak, ia tak ingin Alea tau dan menjadi panik sendiri......jadi ia memutuskan untuk mendekati Alea perlahan-lahan....
Sementara Alea tak berhenti tersenyum ketika sang ibu menggapai tangannya....
''Ibu...oh...ibu.....kau kah ini, kau benar-benar ada di hadapanku sekarang...'' desah Alea dengan mata yang basah...
Alea menghambur dan memeluk ibunya, tangisannya pecah dengan hati yang hancur,sudah lama sekali..sudah sangat lama ia merindukan ibunya, ia merindukan pelukannya....
__ADS_1
Bagaimana selama ini ia melewati hidup dengan airmata, bagaimana ketika ia putus asa dan sendirian....
"Aku merindukanmu ibu...ya Tuhan, aku benar-benar merindukannmu....ibu...jangan pergi bu, jangan tinggalkan aku lagi, aku ingin bersamamu..." isak Alea semakin dalam.
''Alea...ibu tidak akan pernah meninggalkanmu...kami akan selalu ada bersama denganmu....''
Isakan Alea mereda, sambil menjauhkan tubuhnya ia tersenyum...menatap ibu dan kakaknya...
''Yah...aku percaya itu, bagaimana jika kita pulang ibu.....kita mulai hidup baru...aku akan bekerja keras....''
Suara Alea terputus melihat wajah murung ibu dan Alea kecil juga kak Aiden....
''Mengapa...''
''Bagaimana kalau kau ikut kami Alea....kita pergi bersama....bagaimana...'' tawar Aiden tersenyum..
''Yah....aku akan ikut....'' jawab Alea tanpa ragu...
Sementara sang pria di belakangnya begitu terkejut ketika Alea kini berlari menuju jurang yang begitu dalam di samping tebing...
''Arrggghh...Alea....'' desah pria itu mulai berlari.....
Alea sedang tersenyum dan menggenggam jemari ibu dan kakaknya...
Namun ketika hampir sampai....
Seseorang menarik tubuhnya dari belakang, sekaligus melepaskan pegangannya pada tangan ibu dan kakaknya...tubuh Alea melayang dan berpindah tempat.
Sontak Alea meronta marah....karna di pisahkan tiba-tiba dari pelukan ibu dan kakaknya..
Nafasnya tidak teratur....karna kemarahan, apalagi sosok ibu dan kakaknya menghilang dari pandangannya...
''Apa yang kau lakukan.....lepaskan aku....''tangis Alea melawan....
Namun sekuat apapun ia meronta ia sama sekali tak bisa melepaskan diri...
''Sadar Alea..kau berada di tepi jurang....''
Deg!!!!
Alea membeku ketika menurunkan pandangan dan melihat jurang hitam di sampingnya...
Hening.......airmatanya menetes.....
Jadi tadi dia hanya....berhalusinasi,....? tangisan Alea kembali pecah di pelukan pria itu.....
''Ibu....kakak.....'' jerit Alea sungguh merasa sakit....
''Alea......''
__ADS_1
Suara itu membuatnya menaikan pandangan dan begitu terkejut...
''Kau.....'' jerit Alea sungguh terkejut.....