
Devan mendekat kepada Safia dan menatap kedalaman matanya hitam coklat milik Safia....
Pandangan mata Safia tertuju pada ranjang besar di hadapannya dan melangkah....
''Devan.....apakah maksudmu ini...''
Hening...
Devan mendekat dan tersenyum....
''Aku merasa sedikit aneh ketika Luke menatap Lisa..apakah kau merasakan sesuatu...apakah kau merasakan yang sama sepertiku..''
Safia menoleh dan mendekati Devan...dengan berani ia menyentuh kemeja Devan dan sedikit mendorong pria itu ke tembok...Safia menaikan sudut bibirnya....
''Diruang kerjamu ada ranjang.....apakah kau sengaja mengundangku kesini Devan..''
Devan melonggarkan tenggorokannya ketika Safia dengan berani menyusuri dada bidangnya dengan jemari lentiknya..pria itu memejamkan matanya dan langsung menangkap tangan Safia,...keduanya bertatapan..
''Safia...kau adalah kekasih sahabatku....'' Devan mengingatkan...
Safia terkekeh....
''Lalu kenapa.....Lisa juga adalah temanku, itu artinya kau juga tunangan temanku...''
Devan mengerutkan keningnya bingung,.....
''Dengarlah Devan....ini hanyalah pemenuhan kebutuhan...aku tau benar kau sudah lama menahan diri dan sumpahmu pada Lisa tidak mengijinkanmu menyentuhnya....namun aku bisa memenuhi kebutuhanmu Devan....jika kau ingin...ini menjadi rahasia...'' Safia mengedipkan matanya...
Awalnya Devan menolak tentu saja...namun,....ketika jemari Safia menyentuh miliknya yang mengeras...maka Devan mulai terpengaruh....keduanya saling menatap.......
''Safia....''
Safia berjinjit dan melum** bibir Devan dan terbakarlah keduanya....
__ADS_1
*********
Lisa menarik tangannya dari kepala Luke ketika pria itu sedang menikmatinya...ia sontak membuka matanya....
''Lisa........''
''Cukup Luke...minta saja Safia memijit kepalamu, mengapa harus aku...'' Lisa duduk sedikit menjauh hingga Luke bangkit dari sofa santai dan menatap Lisa yang sedang menatap ponselnya...
''Kau kejam sekali...''
Lisa hanya menggeleng sambil tersenyum mengejek...matanya turun dan menatap ponselnya yang lama...ioa mulai merindukan sang nyonya Genka...
Apakah mereka masih mencarinya...???
Sebenarnya Lisa penasaran, mengapa Devan dan Luke ingin menculik nyonya Genka..apa hubungan mereka...??
Di hari pertama ketika Luke melihatnya dan menyadari dirinya bukan Genka..Luke memukul wajahnya....dengan keras dia terlihat sangat marah...dan Lisa akan mencari tau..apa hubungan Luke dengan keluarga tuan Kenan dan nyonya Genka...
Lisa mengangkat wajahnya dan mendapati Luke masih merasa sakit di kepala..
Luke tersenyum dengan antusias lalu berbaring....
matanya terpejam lagi ketika jemari Lisa menyentuh kepalanya....
''Luke...bisakah aku bertanya sesuatu kepadamu..''
''Bertanyalah Lisa....''
''Apa hubunganmu dengan tuan Kenan dan nyonya Genka...''
Deg!!!!
Luke membuka matanya seketika..
__ADS_1
''Mengapa kau bertanya seperti itu...apakah kau adalah mata-mata...''
Mendengar ucapan Luke yang menuduh membuat Lisa memijitnya dengan penekanan sehingga pria itu mengerang lagi..
Keduanya bertatapan..
''Lisa,.......''
''Mengapa kau malah menuduh sedangkan aku hanya bertanya...aku pernah menjadi pelayan di rumah keluarga tuan Kenan..''
Luke terdiam sebentar....
''Aku adalah kakak tiri dari Genka dan mengenai Kenan..aku memang punya masalah dengannya bersama Darren Hugo....''desis Luke dengan dingin..
Lisa mengangguk....
''Jika Genka adalah adik tirimu mengapa kau sangat kasar padanya..bahkan kau tidak memiliki rasa cinta..''
Luke masih memejamkan matanya.... ia menaikan sudut bibirnya...
''Jangan menggali lebih dalam lagi jika kau tidak ingin masuk ke dalam kehidupanku yang gelap Lisa...aku akan bersedia berbagi masa lalu hanya dengan milikku saja....dan kau bukanlah milikku Lisa....''
Deg!!!!!
Lisa menghela nafas.....keduanya masih menahan tatapannya....
''Tapi Luke...''
Luke bangkit dari tempat duduk dan menatap Lisa...
''Terimakasih Lisa...kepalaku sudah membaik dan aku.....harus pergi...''
Lisa membeku melihat Luke melangkah menjauhinya...
__ADS_1
''Mengapa dia kesal dengan pertanyaanku..'' Lisa mencibir kesal...