Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Mengabaikan Isi Hati


__ADS_3

''Ola.......'' suara Lukas terdengar pelan namun entah mengapa semakin membuatnya merasakan nyeri...


Ola membeku melihat wajah dingin Lukas di hadapannya, sementara tangan Lukas masih mencekal lengannya, mata Ola menjadi panas...seharusnya ia tak merasakan ini...seharusnya dia tidak merasakan perasaan sakit dan cemburu ini bukan.


Hening....


Ola masih tak menjawab kata-kata Lukas, ia malah menghempaskan pegangan Lukas kepada padanya dan melangkah ke arah jalan besar dan terus melangkah tanpa menghiraukan Lukas yang mengejarnya...


''Ola tunggu....''


''Yah.....''


Gadis itu berbalik dan menahan senyum palsunya ia menantang wajah Lukas...


''Mengapa kau mengikutiku dan bersikap aneh Lukas...''


Lukas memijit pelipisnya ia tidak akan pernah menyerah soal jawaban, ia butuh jawaban Ola sekarang..


''Mengapa kau tiba-tiba pergi melihatku mengapa kau terlihat gugup melihat kebersamaanku dan wanitaku mengapa...Ola, apa kau sedang...''


''Cemburu maksudmu...yang benar saja...aku cemburu kepadamu...kau salah besar Lukas, gadis itu bersedekap....aku sudah lama memikirkan ini aku rasa kau masih teringat dengan ucapanku dulu yang berkata aku menyukaimu...kau pikir masa lalu itu masih akan bertahan di hatiku begitu Lukas...astaga kau sangat naif..''


Lukas mengepalkan tangannya,.....


''Kau tidak cemburu......''


''Untuk apa aku cemburu pada pria yang menghancurkan hidupku, aku sudah gila....bahkan ingatan tentang siksaan yang ku terima dari ibu angkatku akan selalu aku ingat ketika aku menatap wajahmu......''


Deg!!!!!


Lukas benar-benar tak menyangka...mendengar kennyataan ini dari bibir Ola....yang ada dalam pikirannya tadi justru ia melihat Ola cemburu, jelas tatappan itu adalah cemburu dan mengapa Ola malah mengatakan sebaliknya...? bagaimana bisa...? sungguh Lukas benar-benar patah hati,.....


''Jadi di antara kita tidak akan pernah mungkin begitu....''


Ola mengangguk dengan yakin....


''Tak akan pernah terjadi Lukas, perasaanku kepadamu tidak akan pernah tumbuh,....aku tak akan melakukan kesalahan yang sama dengan jatuh cinta kepadamu jadi...menyingkirlah dan buang semua harapan itu..apa kau mengerti...''


Lukas akhirnya sadar bahwa yang di lihatnya tadi hanyalah sebuah ilusi, mungkin saja Ola pergi karna menerima telp seseorang mungkin...termasuk kemungkinan itu adalah tuan Erland...dan ia kini mengangguk pasrah..dan berusaha menerima rsa sakit dan kekalahan yang ia rasakan, bagaimana dia yakin di hadapan tuan Darren bahwa mungkin Ola juga menyukainya setidaknya memberikan dia kesempatan..Lukas mengerti apa arti penolakan itu sebenarnya, dulu ketika ia menolak Ola..inilah rasa sakit yang di terima Ola..tentu saja,..bagaimana mungkin gadis ini melupakannya...


''Baik....aku minta maaf, aku pikir...perasaanmu sama dengan perasaanku Ola..yah..seharusnya aku sadar..jika aku telah menyakitimu terlalu dalam...Lukas mengusap wajahnya dengan kasar...aku minta maaf dan aku berjanji kepadamu Ola..aku tak akan pernah mengganggumu lagi...sekali lagi aku minta maaf karna pernah menyakitimu.....'' ucap Lukas lalu menunduk dan meninggalkan Ola yang terdiam..

__ADS_1


Ola kembali berbalik dan menyetop taxi sembari mengepalkan tangannya menguatkan diri, karna sungguh ini terlalu menyakitkan..


Begitu taxi berhenti Ola segera masuk ke dalamnya dan duduk disana..ia memejamkan matanya ketika airmatanya tak kuasa untuk menetes..


Bagaimana mungkin ia mengaku tidak cinta namun...hatinya merasakan lain...mengapa ia merasa sedih ketika Lukas melepaskannya...mengapa hatinya sakit sekali...? Ola masih menundukan kepalanya dalam-dalam jauh di dalam hatinya dia merasakan kepahitan yang dalam..


Ia membenci Lukas dengan sangat besar namun di saat yang sama ia juga mencintai pria itu sama besarnya apa yang harus di lakukannya...?


Ola masih memejamkan matanya dengan dalam.....


******************


Lukas masuk ke dalam restoran dan tersenyum kepada sahabatnya Nina...ia melangkah dengan gontai dan kehilangan tenaga..


''Bagaimana apakah dia cemburu....'' senyum Nina sangat yakin..


Lukas menggelengkan kepalanya....


''Tidak..aku salah menilainya...'' Lukas meraih jaketnya bersiap untuk pergi..


Nina begitu terkejut, ia sama sekali tak menyangka bahwa Ola malah tidak cemburu, bagaimana bisa..Nina bahkan tidak melewatkan wajah pucat Ola ketika melintasi mereka..ia pun memikirkan sesuatu...


''Aneh sekali...aku jelas-jelas melihatnya ingin menangis mengapa malah ia tidak cemburu...? astaga..ini adalah pertama kalinya dalam sejarah aku gagal membuat pasanganmu cemburu Lukas..''


''Tak masalah bagiku Lukas, kau adalah sahabatku,....''ucap Nina mengedipkan matanya..


Lukas lalu tersenyum dan pamit lebih dahulu, rencananya membuat Ola cemburu adalah gagal total...dan sayangnya kali ini dia benar-benar menyerah...


******************


Di taman di sore hari....


Alan menatap beku pada sosok Darren yang sedang mengoleskan selai coklat kesukaannya di roti....pria itu tampak serius namun berantakan...hingga Alan sedikit lucu...ia pun kembali mengenang jika selama dia sakit sang Daddy tak pernah melakukan hal lain selain menemaninya, meski Alan tak banyak bicara dan hanya mengangguk ketika di tanya namun Daddy selalu membalasnya dengan sabar...hingga Alan berpikir untuk memaafkan Daddy sebelum Mommy dan Alan pulang dan memberi mereka kejutan indah...karna sang Daddy benar-benar tidak melemparnya begitu saja pada para pelayan, ia turun tangan sendiri mengurus Alan, di sela kesibukannya..dan kenyataan itu membuat Alan bahagia..


''Apa coklatnya sudah Alan...''tanya Darren pelan..


''Cukup...terimakasih..'' balas Alan dengan singkat sedikit tersenyum..


Taman yang indah itu kembali hening..dan mau tak mau Darren lebih dahulu bertanya....


''Bagaimana luka di kakimu apakah semua baik-baik saja...apakah masih terasa sakit bila kau menggerakannya..''

__ADS_1


Alan menganggukan kepalannya..


''Aku baik-baik saja, hanya memang sedikit nyeri,...kapan Mommy akan pulang....'' tanya Alan...ia benar-benar merindukan pelukan sang Mommy..


''Nanti malam Alan bersabarlah, Mommy sudah mendengar tentang kecelakaan itu dan meminta kau makan yang banyak supaya cepat sembuh..'' ucap Darren seraya meminum segelas kopi...


Alan hanya mengangguk lagi...ia memandang wajah Darren dengan tajam...ia ingin sekali bicara namun lidahnya kelu....''


''Daddy tidak ke kantor...'' tanya Alan mengerutkan kening...


Darren hanya mengangguk dan tersenyum, Darren meraih labtobnya dan sesekali memperhatikannya sambil menjawab..


''Daddy akan menjagamu sampai Mommy pulang dan akan bekerja dari rumah...tapi kau tenang saja Alan...semua baik-baik saja..Daddy hanya akan memeriksa beberapa file, lalu Daddy akan mengantarmu ke kamar bagaimana...'' tanya Darren sambil tersenyum..


Saat itu hati Alan di buat menghangat, sekarang ia yakin kalau akan memberikah hati untuk sang Daddy..


''Bagus aku akan menunggu Daddy...''


Darren hanya mengangguk lalu kembali memperhatikan labtopnya...


Setelah beberapa saat menunggu, Darrenn akhirnya selesai dengan pekerjaannya..begitu ia ingin mendekat,, Alan berdiri dari kursi roda....hingga Darren menjadi panik....


''Alan........''


Namun pria kecil itu tersenyum,....ketika Darren buru-buru mendekatinya dan menangkap tubuhnya takut kalau Alan akan jatuh..


Namun......


Hening......


Alan memeluk tubuh Darren dan berbisik


''Love you Daddy....''bisik Alan lembut...


Darren hanya bisa tersenyum bahagia..


Haiiii....readersku tercinta, masih dalam suasana Lebaran nih..kali ini Author memberikan kalian kesempatan untuk memilih jodoh untuk Ola yah....


Siapa yang kalian pilih, Lukas atau Erland...?


Komen yang banyak jagoan kalian, berikut alasannya siapa yang paling banyak maka dia adalah jodoh Ola..

__ADS_1


Terimakasih atas partisipasinya yah...


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2