
Ponsel itu pecah dan hancur dengan sangat mengenaskan di lantai, hingga Alea menjadi gugup..matanya menjadi basah dan ia menaikan wajahnya...
Hening.......
Darren mendekatinya dengan tatapan beku, meraih kedua bahunya mendekat dan mereka saling menatap..
''Aku tau jika dia mungkin adalah kakakmu, aku mencoba beradaptasi dengan perhatianmu kini yang telah terbagi Alea, namun....bukankah kau punya waktu untuk menghubungi kakakmu ketika aku sedang bekerja di kantor..bukankah itu sangat cukup..aku ingin ketika aku dirumah kau melepaskan ponselmu dan memberikan semua waktu hanya untukku...apakah aku terlalu serakah Alea....''
Deg!!!!
Alea merasa sesak hanya dengan tatapan tajam dari Darren kepadanya. Darren lantas melepaskannya dan melangkah keluar kamar dan Alea duga..pria itu kembali ke ruang kerja. pandangan mata Alea turun pada ponsel yang sudah hancur itu..
Apakah ia salah jika menghubungi kakaknya..? mereka sudah lama tidak bertemu bahkan 14 tahun waktu yang harus di lalui Alea sendiri dan kini ketika ia menemukan kakaknya yang hilang seolah waktunya tidak cukup, ia ingin sekali bicara berdua dengan kakaknya, menggali bersama kepingan masa anak-anak mereka dulu lalu mengenangnya dengan indah...
Airmata Alea menetes, ia hanya ingin waktu bersama dengan kakaknya..mereka sedarah dan Alea tak bisa mengabaikan perasaan sakitnya ketika Darren merasa kecewa karna perhatiannya yang terbagi..
''Mengapa jadi begini sih....apa yang harus kulakukan....'' desah Alea menjadi bingung sembari menatap ke arah pintu penghubung di ruang kerja Darren...
***************************************
Sudah pukul 1 malam......
Alea mengetuk pintu kerja Darren lalu membukanya, ia sedikit terkejut karna Darren masih ada di layar laptobnya dengan tatapan serius..
Alea mengigit bibirnya merasa takut, yah...meski Darren sudah bersikap lunak kepadanya namun perasaan takut itu masih ada dan selalu menghantuinya..hingga ia sedikit segan, namun memberanikan dirinya, Alea tak mau Darren memendam kemarahannya...
Alea sedang membawa kopi dan beberapa cake untuk Darren, ia meletakan di atas meja, sementara Darren sama sekali tidak beranjak dari labtobnya..
''Ehm.....sayang, bisakah kita bicara...''
''Pergilah, mengapa kau tidak tidur saja dan berhenti menggangguku...aaah,...apakah karna ponselmu rusak dan kau tidak bisa menghubungi kakakmu dan kau menjadi cemas..? kau menginginkan ponsel baru dengan segera..karna kau tidak tahan untuk tidak tau kabar kakakmu dalam hitungan menit...''
Alea menggeleng.......
''Tidak Darren.....''
''Lalu......''
''Aku ingin minta maaf dan mengajakmu tidur...''ucap Alea dengan tatapan polos yang menggemaskan..
''Tidak...aku masih sibuk Alea, tidurlah lebih dahulu..''
__ADS_1
''Tidak mau....aku ingin kita tidur bersama....'' balas Alea keras kepala..
Darren mengangkat wajahnya, dan darahnya berdesir seketika melihat tampilan Alea malam ini yang sengaja menggodanya, istrinya memakai gaun tidur yang sedikit ketat dan mencetak dengan jelas seluruh keindahan tubuhnya hingga sesuatu dalam diri Darren mengeras, dada Alea tampak menggoda matanya dan Darren sungguh tidak tahan lagi...
Namun jika ia menerkam Alea sekarang maka istrinya akan menang....
''Aku tidak tertarik menyentuhmu lagi Alea....jadi pergilah sekarang juga...''ucap Darren dengan sangat dingin..
Alea berdiri dengan rasa malu yang tak mampu dia sembunyikan, Alea sungguh kehilangan kata, butuh perjuangan baginya memakai gaun memalukan ini, Alea menutup wajahnya dengan tangan, lalu berbicara...
''Jadi kau tak mau menyentuhku yah...''
Darren mengangkat wajahnya dan tersenyum menyadari Alea sedang malu..pria itu segera menutup laptobnya..
''Aku tidak tertarik lagi...''tatap Darren bangkit dari kursinya, sementara Alea masih menutup wajahnya dengan sangat malu, ia tak menyadari bahwa langkah Darren semakin dekat..
''Aku kan sudah minta maaf Darren, aku janji aku akan membagi waktu dengan adil, aku tidak akan pernah melakukan ini lagi hum...jika kau sudah pulang maka aku akan menyimpan ponselku bagaimana.....''
Hening......
Suara Alea hanya menggema sendiri di ruangan ini, dimana Darren mengapa dia tidak menjawab....? Alea masih bertahan dengan tidak membuka matanya...
Kali ini Alea benar-benar terkejut, ketika menyadari mungkin saja Darren sudah meninggalkannya sendiri di ruang kerja yang cukup luas ini...
Alea menjadi panik, lalu membuka matanya sembari berlari..
Bugh!!!!
Tubuh Alea membentur tubuh kokoh Darren yang berdiri di hadapannya, jemari kokoh Darren menahan punggung Alea agar dia tidak jatuh.
Deg!!!!!
Sorot mata tajam Darren seakan menembus jantung Alea dan menggetarkannya...
Hening ketika Darren semakin menjebak Alea di dalam tatapannya...
''Mengapa kau takut...'' desis Darren mengerutkan kening di wajah dinginnya.....
Alea melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah, ia menatap Darren dengan tatapan polos yang takut..
''Aku takut jika kau meninggalkanku....'' jawaban spontan itun keluar dari bibir Alea begitu saja...
__ADS_1
Hingga Darren menggertakan giginya.....
''Kau.......''
''Aku mencintaimu Darren, kau adalah suamiku..kau yang terpenting bagiku sekarang, jadi...maafkan aku,....dan jangan marah lagi....''
''Alea.....''
''Taukah kau aku sangat ketakutan ketika kau menatapku seperti itu....'' jerit Alea pelan.
Darren terdiam dan buru-buru melembutkan tatapannya..hingga senyum mengembang di wajah Alea yang begitu manis...Alea segera memeluk tubuh Darren dengan erat dan tersenyum...
''Aku mencintaimu suamiku, walau kau tak berhenti marah kepadaku, meski....kau selalu membenciku di awal dan bersikap kasar....aku tetap mencintaimu Darren, dan mengenai kakak,....jangan cemburu kepadanya,..aku hanya rindu dengan satu-satunya keluargaku di dunia ini, yang sedarah denganku Darren....'' suara Alea berubah menjadi serak...
Hingga Darren menjauhkan tubuh Alea mengusap airmata yang jatuh di wajah manis sang istri...
''Aku ingin kau tau aku menyesal pernah menyakiti hatio seorang Aleanora, dan mulai sekarang aku menyerahkan hatiku kepada istriku, mengenai kakakmu beri aku waktu untuk menerima semua ini karan ini terlalu tidak masuk akal bagiku....tapi aku berusaha menerimanya Alea,...namun, aku serakah jika soal waktu, aku bahkan tak ingin kau memikirkan siapapun ketika aku sudah pulang...aku hanya ingin kau...memikirkan aku...Alea,...''
Deg!!!!
Alea mengangguk....
''Maafkan aku Darren, baik...mulai sekarang aku akan melakukan semua yang kau inginkan..aku akan menghindari apapun yang akan membuatmu marah.''
''Bagus..itu baru istriku...'' senyum Darren akhinya terbit dan membuat Alea lega..
''Jadi kita tidur sekarang...''
''Tidak...kau sudah membangkitkan gairahku di tengah malam, jadi kau harus bertanggung jawab....''bisik Darren dengan nafas yang mulai panas...
Alea terkekeh dan membiarkan jemari Darren menyentuh pa yu da ra nya di balik gaun tipisnya yang ketat dan meremasnya...
''Kau seksi sekali dengan gaun ini..''
''Ah...aku sangat malu.....''
Darren menggendong tubuh Alea dan membawanya ke kamar dengan semangat lalu meletakannya di ranjang dan pria itu segera menindihnya.....
''Alea......''
Skippppppppp 😄😄❤❤
__ADS_1