
Tubuh Kenan bergetar ketika puncak kepuasan untuk kesekian kalinya itu diraihnya dengan indah lewat tubuh Genka yang teramat nikmat..bibir mereka masih saling berpagutan dan....saling melum** menikmati sisa gairah yang mulai menguap.....
Nafas Kenan maupun Genka masih tersengal dan saling menatap...
''Mengapa....mengapa kau masih menyiksaku di dalam pikiranku Genka...apakah kau akan menghancurkan aku sekarang karna kau tau benar bahwa aku...tak bisa melepaskan diri darimu....'' desah Kenan masih bingung dengan perasaannya..
Genka menjamkan tatapannya ketika airmatanya menumpuk disana...
''Kau melupakan pengamanmu lagi tuan Kenan....dan aku tidak sedang mengkonsumsi obat yang kau berikan...aku bahkan telah membuangnya....tuan Kenan, kau ingat jika aku bilang bahwa aku akan pergi jika aku hamil...''
Kenan menarik tubuhnya menjauh dan duduk di pinggir ranjang, sementara Genka meraih selimut untuk menutup tubuh polosnya...dan bertatapan dengan mata Kenan yang tak kalah tajam...
''Genka....''
Airmata Genka menetes di wajah datarnya.....
''Aku tak akan menjadi serakah tuan Kenan....aku menerima semuanya tanpa protes bahwa kita tak akan mungkin bersama..kita tetap adalah seorang musuh, sekuat apapun aku berusaha menunjukan kebaikanku tak akan merubah siapa aku...bahwa kakakku adalah penghancur keluarga tuan...aku menerima semuanya.....'' ucap Genka dengan pasrah..
__ADS_1
Kenan mengusap wajahnya dengan kasar lalu menatap mata Genka yang terlihat begitu menyimpan kesedihan...
''Genka.....kau tau jika aku punya Sandra..''
''Karna itu berhentilah memikirkan aku...berhentilah menyentuhku atau tuan tak akan pernah bisa melupakan aku lagi....akan sangat sulit nanti..'' ucap Genka dengan airmata yang menetes...
Sementara Kenan seolah terjebak dengan pikirannya sendiri..ada sebagian hatinya yang tidak rela ketika melihat airmata di wajah Genka...yang ia sendiri tak tau mengapa ia merasakan itu...
********
Seharian ini Genka berada di dalam kamarnya, dengan alasan ia sedang tidak enak badan....Genka sengaja membiarkan tuan Kenan menghabiskan waktu bersama Alana dan juga Sandra, yah...bagaimana pun ia tetaplah orang lain yang akan pergi...Alana juga harus mulai menerima Sandra sebagai calon ibunya entah suka atau tidak suka...
Genka menatap ponselnya di dalam genggamannya ada penelfon misterius yang menelfonnya terus menerus dan membuatnya semakin cemas...apalagi susah untuk menghubungi bibi angkatnya sekarang demi bisa tau bagaimana keadaan ibunya...
Genka terus menatap ponsel itu dan menimbang ingin mengangkatnya atau tidak.....
akhirnya Genka memutuskan mengangkat telp demi mengusir rasa penasarannya...
__ADS_1
Genka : Hallo....siapa ini...
Mr.x : Hening.....
Genka : Siapa kau... jika tidak bicara maka aku akan menutup telpmu...aku akan........
Mr.x : Genka Rosalin..........
Hanya dengan kata itu sudah mampu membuat seluruh tubuh Genka gemetar...airmatanya menetes ketakutan ketika mengenal suar penuh ancaman itu kepadanya....
Mr.x : Mengapa kau diam....kau melupakan aku....
Genka : Mengapa kau kembali....aku tidak ingin bertemu denganmu lagi...
Mr.x : Kita tak bisa di pisahkan sayangku....aku akan sangat merindukanmu dan aku pastikan kali ini....kau akan menjadi milikku dengan segera....tunggu aku karna aku akan mendatangimu...
Deg!!!!
__ADS_1
Jemari Genka melemah memegang ponselnya.... jantung yang berdebar kencang,....buru-buru ia mematikan ponselnya karna ketakutan...