
Alea masuk ke dalam mobil dengan cepat sementara Alana langsung menghambur memeluknya dan memasukan tangannya ke dalam gaun milik Alea, kebiasaan Alana ketika tidur adalah ia akan memegang pa yu da ra Alea dan lalu terlelap.
Alea memandang Ola yang sedang mengemudikan mobilnya, sesekali Alea menoleh ke belakang dengan wajah yang cemas, sementara Alan sudah tertidur di kursi belakang..
''Ola...cepatlah...kita harus pergi dari sini,..'' desah Alea dengan wajah yang pucat pasi..
Ola langsung mengangguk dengan patuh dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dengan cepat..
Aley meminta untuk sampai di rumah dalam hitungan menit, dan akhirnya sampai..mobil masuk ke dalam garasi..
Alea lalu menidurkan Alana di mobil dan keluar bersama Ola..
''Nyonya ada apa....''
''Kita akan menginap di apartemen malam ini, lalu aku akan menyiapkan dokumen kita semua Ola, dan secepatnya kita naik pesawat dan pergi dari kota ini.. Ola ambil keperluan si kembar untuk sekolah, aku akan mengambil beberapa baju dan berkas-berkas penting milikku dan anak-anak...kita harus cepat Ola.''
''Baik Ibu....'' balas Ola dengan patuh,
Ola dan Alea berbagi tugas untuk mengambil barang-barang penting beberapa koper lalu di masukan ke dalam mobil, mereka melakukannya dengan cepat karna Alea tau benar kalau Darren akan mencarinya bahkan sampai ke ujung bumi sekalipun...
Tidak..ia tidak akan pernah membiarkan Darren bertemu dengan anak-anaknya, tidak akan pernah....
Setelah semuanya sudah masuk ke mobil, Alea dan Ola lalu masuk ke dalam mobil dan pergi dari kawasan rumah...tentunya dengan sangat cepat..
***************
Dengan susah payah, Alea dan Ola bersama si kembar sampai juga di sebuah apartemen yang memang sudah di beli Alea ketika masih di luar negri..
Alea memandang kedua anaknya yang sudah terlelap dan merasa tenang, ia merasa untuk sementara ia sangat aman bersama mereka tentu saja...
Darren....mereka tidak akan pernah kembali bersama...sepertinya kembali ke negara ini adalah kesalahan terbesar yang dia lakukan, Darren menemukannya dengan cepat...bagaimana bisa...Darren mendirikan Hotel di kota ini...?
Suara pintu yang di ketuk membuat Alea menoleh dan tersenyum melihat Ola...
Gadis 17 tahun ini sudah mengikutinya sejak ia datang, Ola gadis yatim piatu yang tinggal di samping rumah tantenya dan kebetulan dia tinggal juga bersama pamannya yang jahat, karna itu Alea menebusnya untuk menjadi pengasuh si kembar...ia gadis yang manis dan penurut, Alea menyukainya...
''Masuklah Ola..''
''Terimakasih bu....''
Ola kemudian masuk dan duduk di depan Alea, ia menatap wanita cantik itu...
''Ibu...aku ingin bertanya...''
''Yah.,...tanya saja Ola...'' ucap Alea tersenyum...
''Apakah besok si kembar masih akan masuk sekolah...''
Alea mengangguk....
''Besok biarkan mereka sekolah untuk terakhir kalinya...anggap saja perpisahan, lusa kita akan berangkat ke kota seberang sebelum ke luar negri..'' ucap Alea menjelaskan..
Ola mengangguk,
''Baiklah Bu...aku akan menyiapkan segala keperluan sekolah untuk si kembar...'' ucap Ola dengan sopan..
''Yah...baiklah OLa, lalu kau istirahat saja.''
Setelah Ola pergi Alea kemudian memejamkan matanya....menatap wajah si kembar membuat hatinya sakit sekali...jemarinya masih membelai wajah polos mereka yang manis...
''Maafkan Mommy nak....kita akan tetap bersama, Mommy janji...'' bisik Alea menghapus airmatanya...
__ADS_1
Alea segera tertidur di samping anaknya dan memeluk keduanya, sampai ia pun tertidur...
+++++++++++++++++
''Oh...No Mommy, kita akan pergi lagi....tapi Lana sudah suka dengan sekolah ini...'' Alana merengek di dalam mobilnya..
Jika dia pergi, maka dia tak akan pernah bisa bertemu dengan paman Darren lagi...sedih sekali, sedangkan Alan..dia lebih menerima semua keputusan sang Mommy tanpa sedikitpun protes..
''Kita harus pergi sayang, Mommy ada pekerjaan baru, jadi Alana sayang...sekarang turunlah bersama kakak Ola dan juga kak Alan,....''
''Baiklah.....'' ucap Alana kecut...
Pintu mobil terbuka, Alea membiarkan anak-anaknya turun bersama Ola...lalu ia pun meninggalkan kawasan sekolah untuk mengurus dokumen kepindahannya bersam,anak-anak dan juga Ola..
*********************
Hari ini Alana benar-benar murung ia duduk di depan sekolahnya, matanya sedari tadi menunggu sosok paman Darren yang berjanji akan datang...Ola memutuskan membiarkan Alana bermain di luar karna ini hari terakhirnya sekolah...dan hanya mengawasinya tak jauh dari sana...
Sementara Alan mendekati adiknya dan menyerahkan eskrim...
''Lana ini eskrimnya....''
''Tidak mau....'' ucap Alana cemberut...
Alan menjadi bingung...
''Kau kan suka eskrim ini..mengapa tidak mau...''
''Aku ingin paman yang membelikan untukku, paman bilang akan datang.....'' mata Alana hampir menangis..
''Alana....paman siapa...? Mommy bilang kita harus berhati-hati banyak orang jahat disini...''
''Dia bukan paman jahat kok, dia baik sama Alana...kemarin paman membelikanku eskrim...''ucap Alana tak mau kalah....
''Baiklah ayo kita tunggu paman itu...''
Alana tersenyum di wajah cerahnya...
''Kakak, aku akan mengenalkan kakak pada paman Darren, dia sangat tampan dan baik hati......''puji Alana antusias..
Mereka pun menunggu,...
Sampai untuk beberapa saa, sebuah mobil yang di kenali Alana sebagai mobil si paman tampan...ia pun berdiri dan kemudian berlari dengan cepat, Ola dan Alan begitu terkejut dan langsung mengejar Alana dengan wajah yang pucat..
''Paman....''
Darren sungguh tak bisa menghindar ketika Alana tiba-tiba memotong jalannya,
Bruugghhhh...
Mobil milik Darren menabr*k tubuh kecil Alana hingga gadis itu terhempas dan jatuh ke aspal...
Deg!!!!
Darren sungguh terkejut, bahkan tubuhnya gemetar..segera ia keluar dari sana...dan berlari ke arah tubuh Alana yang sudah jatuh dan penuh darah.
''Tidak.....tidak.......'' jerit Ola dengan histeris...tubuhnya gemetar melihat dar*h segar keluar dari pelipis Alana....
Alan menangis kencang, eskrim jatuh dari tangannya tanpa mampu ia cegah...
''Alana...Alana bangun, ya Tuhan apa yang aku lakukan..'' teriak Darren dengan tatapan hancur,...
__ADS_1
Dan saat itu juga pandangannya jatuh pada sosok mungil yang sedang menangis dan meratap...wajah mereka sangat mirip....
''Paman....tolong adikku paman,....Alana....'' jerit Alan menangis keras...
Hati Darren bergetar, ketika airmatanya jatuh....tubuh Alana berada di pangkuannya...
''Tampan...ayo kita membawa Alana ke rumah sakit.....''
''Baik paman...'' ucap Alan sesegukan,...
Ola gemetar....sampai tubuhnya menjadi kaku, bagaimana mengatakannya kepada Ibu Alea...bagaimana...
Darren menatap Ola dengan tajam, lalu tak berapa lama kemudian Lukas sampai dan menatap apa yang terjadi...
Darren menatap Lukas...
''Bawa Mobil Lukas...kita akan ke rumah sakit segera....''
''Baik tuan Darren......''
Ola begitu ketakutan, begitu sampai di mobil ia mulai menelfon...
Lukas membawa mobil, Darren yang menggendong tubuh Alana...
Ola : Ibu.....Ibu....( menangis )
Alea : Ada apa...apa yang terjadi Ola...( mulai panik.... )
Ola : Kerumah sakit sekarang, nona Alana kecelakaan......
Alea : Apa... ( Menangis histeris.... )
******************
Darren membeku diruang IGD dengan wajah yang pucat pasi, hatinya seperti di hantam palu yang keras...bagaimana mungkin ia menabrak Alana..mengapa ia begitu b*doh...? bahkan bekas darah Alan masih membekas di kemeja Darren,...sungguh ia sangat menyesal...
Sementara Ola mengendong tubuh kecil Alan yang lemas.. Lukas berdiri dari jauh, sementara menunggu.....
Tak berapa lama kemudian sebuah mobil berhenti Alea keluar dari sana hampir saja jatuh pingsan, matanya tertuju pada sosok OLa yang menggendong tubuh Alan..
Alea bahkan tidak menyadari Darren sedang menatapnya dengan sejuta pertanyaan, bahkan ALea melewati Darren begitu saja karna terlalu panik...
''Ola....Ola...apa yang terjadi bagaimana bisa, oh Tuhan....putriku, apa yang terjadi kepadanya...''hati Alea hancur seketika itu juga...
''Mommy...''
Alan mulai menangis dan meminta Alea menggendongnya...
Alea mengambil tubuh kecil itu dan memeluknya....sambil menciuminya....
''Semua baik-baik saja sayang, Mommy ada disini..jangan takut hum....'' bisik Alea memeluk tubuh kecil itu dengan sayang...
Sementara Darren membeku, melangkah mendekati Alea dan menarik lengannya hingga mereka saling menatapnya...
''Alea......'' desisnya tajam....sinar mata Darren seperti terbakar...
Deg!!!
Alea gemetar menatap sosok Darren yang begitu terkejut dan syok....sementara ada darah di kemejanya...
Ya Tuhan.....jangan bilang kalau...........
__ADS_1
Airmata Alea menetes penuh rasa sakit...
''Darren..............''