
Aleysa menatap tajam kepada putranya...ia menelusuri wajah Delvaro dalam-dalam...wajah mereka sangat mirip namun ketika melihat sang putra membuat amarah Aleysa bangkit seketika..kematian Rachel membuatnya semakin membuat jurang pemisah di antara mereka kian lebar...
Aleysa sungguh tak bisa menerima duka akibat kehilangan Rachel,..putri cantiknya harus meninggal ketika melahirkan darah daging dari pria yang sama sekali tak disukai Aleysa dan pria itu adalah sahabat Delvaro yang sering di ajak ke rumah..
Hancur hati Aleysa...Rachel waktu itu masih sangat muda masih sekolah dan harus hamil di usia mudanya...murka...itulah yang dirasakan Aleysa...jika saja Delvaro tidak membawa temannya, mungkin Rachel saat ini masih ada..jika saja...Delvaro tidak terjun dalam dunia Mafia semuda itu mungkin Aleysa akan sayang kepadanya,..karna Aleysa tak ingin anak-anaknya menjadi Mafia seperti suami dan orangtuanya...namun darah Mafia tak bisa di bendung oleh Delvaro, dari kecil Delvaro sudah terlihat berbeda...ia pendiam dan sifatnya begitu dingin...ia nyaris tak pernah menunjukan emosi di permukaan namun hanya dengan tatapan mata...siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan...dan hal itu membuat Aleysa sangat kesal..sekuat tenaga ia berusaha membuat Delvaro menjadi yang dia inginkan, namun Delvaro malah membuatnya kesal karna lebih menurut dengan para kakeknya..dan semakin dalam terjun ke dunia mafia..
dan kini hanyalah Rafael saja yang patuh kepadanya dan mengikuti semua perkataannya..karna itulah Aleysa kini lebih menyukai putranya Rafael di banding Delvaro...
Keduanya masih saling menatap..dengan warna mata yang sama..tatapan tajam yang sama dan kebencian yang sama...
''Mommy ingin bicara....''ucap Aleysa dengan dingin...
Delvaro hanya mengangguk...walau ia kesal dan marah namun...ia tak bisa membantah Aleysa..wanita ini melahirkannya...
Aleysa melangkah menuju ruang keluarga yang sepi..dan duduk disana sementara Delvaro berdiri dan menatap sang Mommy..
''Duduk Delvaro...''
''Tidak....jangan mencoba bersikap baik padaku Mom....aku sedikit muak...jangan memaksakan dirimu..tidakkah itu sulit bagimu,....''
Deg!!!!
Aleysa mengepalkan tangannya, mereka tak pernah bisa akur...
''Mommy ingin,....kalian berdua tinggal disini..terutama Alana..Mommy ingin mengenalnya...'' ucap Aleysa dengan tegas,..
Saat itulah Delvaro mengangkat wajahnya...
''Apa rencana Mommy saat ini...? jangan berpikir Mommy bisa memisahkan kami dengan merebut Alana dariku lalu menjodohkannya dengan putra kesayanganmu Rafael....Momm....aku tak akan pernah membiarkannya..aku akan.....''
''Akan apa....''
Kali ini Aleysa berdiri berhadap-hadapan dengan Delvaro dan bersedekap...
''Kau akan membunuhnya...kau akan membunuhnya lagi dan membiarkan aku kehilangan anak seperti aku kehilangan Rachel....''
Hening....
Wajah Delvaro menjadi pucat...ia sungguh tak menyangka jika Mommy kembali mengungkit Rachel.....mata Delvaro berkaca-kaca...dadanya terasa sesak di penuh rasa bersalah...
''Aku bukan penyebab kematiannya Mom....aku tidak...''
__ADS_1
''Bukankah Mommy sudah bilang kau tidak boleh menjadi seorang Mafia...kau menentangku dan malah membawa temanmu yang menjadi duri di dalam keluarga kita.....dia menghancurkan Rachel dan itu semua gara-gara kau....Delvaro...''
''Tidak Mom.......merekalah yang jatuh cinta...aku tak pernah menyangka mereka dekat dan...''
''Itu karna kau tak pernah mendengarkan nasihat Mommy...yah...aku ibu yang melahirkanmu dengan susah payah...tak bisakah kau mendengarku...kau adalah penghancur keluargaku ini Delvaro...meski kau adalah putra kandungku tapi aku...tak bisa memaafkan dirimu karna kau....telah membiarkan adikmu mati,.....''
Deg!!!!!
Kata-kata Aleysa sanggup merobohkan seorang Delvaro yang kuat..kata-kata Aleysa kepadanya sungguh melumpuhkan dirinya...
Alesya mendekat...
''Ketika wanita gila itu Letisia...dia membuka pakaiannya di hadapan Rafael kau bahkan tidak bertanya lagi dan kau menuduh Rafael yang adalah adik kandungmu sendiri....bukankah ini karmamu...''
''Mom,....cukup....''
''Tidak....dengarkan aku Delvaro Rule...bagaimana kalau Alana juga akan tergoda pada Rafael...apakah kau akan membunuh Rafael atau Alana...''
Deg!!!
Delvaro berdiri dan menegakan tubuhnya..matanya memerah tajam..jemarinya terkepal dan menatap mata Aleysa dengan tajam..
''Mommy...tidak...Alana bukan seperti itu....dia istriku...''
Wajah Delvaro memucat...
''Kau pikir aku tak tau segalanya begitu...'' ucap Aleysa dengan tajam....
''Jangan ganggu Alana Mom.....''
Delvaro menatap Aleysa dengan ekspresi memohon....
''Karna itu kau harus tinggal disini Delvaro....kau harus menyaksikan sendiri...apakah Alana akan menghianatimu atau tidak.....''
Aleysa tersenyum kejam....sementara Delvaro mengusap wajahnya dengan kasar....ia kembali menatap sang Mommy...
''Apa sebenarnya keinginanmu Mom...aku..sudah pergi dari rumah ini..mengapa kau memintaku kembali.....mengapa...bukankah lebih baik jika kita saling menjauh saja....bukankah kau tak ingin melihat wajahku....''
''Meski aku membencimu setengah mati Delvaro..tapi kau adalah anakku....kau berasal dari diriku...dan itu tak bisa kubantah..tapi bukan berati aku melunak padamu Delvaro...aku ingin menguji Alana...setelah dia benar-benar lolos darin ujian ini maka kalian berdua harus memberiku anak perempuan sebagai pengganti Rachel...''
''Anak.....'' ulang Delvaro dengan beku...
__ADS_1
Ia dan Alana terikat perjanjian bagaimana mungkin Alana mau melahirkan anak baginya apalagi anak itu akan di serahkan pada ibunya sebagai pengganti Rachel...tidak mungkin...
Delvaro memejamkan matanya...mengapa semuanya begini...mengapa Mommy sangat egois...??
''Momm......''
''Ini adalah rahasia kita...aku tidak mau sampai kakek-kakekmu mendengar semua ini Delvaro...karna jika itu terjadi...aku tidak akan pernah mengampunimu....''
''Kau kejam Mom...''
Aleysa tersenyum dingin dan memegang kedua bahu Delvaro dan menatapnya dengan tajam, seiring jemarinya yang kuat meremas bahu Delvaro...
''Bukankah kau ingin menjadi Mafia kejam...maka mulailah bersikap kejam dan tunjukan pada Mommy bahwa kau adalah Mafia sejati....''
Delvaro membeku kehilangan kata...sungguh ia tak menyangka ia tak bisa melawan Mommynya...keduanya masih bertatapan dengan tajam...
Hingga Delvaro mengangguk....
''Baiklah.......aku akan melakukannya...setelah itu...aku akan mendapat cinta seorang ibu darimu...'' ucap Delavaro berharap...
''Tentu saja...kau putraku...aku yang melahirkanmu dengan susah payah...jadi,..aku akan memberi cinta, dan akan mengiklaskan kematian Rahel....''
Delvaro menganggukan kepalanya...
''Baiklah....kau akan mendapatkan keinginanmu Mom...''
Delvaro membalikan tubuhnya hendak melangkah...namun..
''Tunggu Dlevaro...''
Deg!!!
Delvaro membalikan tubuhnya dan menatap mata Aleysa...
dan wanita itu mendekat hal itu membuat Delvaro gugup...dan dalam sekejap Aleysa memeluk tubuh Delvaro dan mendekapnya dengan erat...sementara jemarinya mengusap punggung putra pertamanya...Aleysa tersenyum..
''Kau perlu tau Delvaro..ketika Mommy melahirkanmu itu sangat sulit dan penuh penderitaan..kau bisa bertanya pada semua orang bagaimana perjuanganku ketika melahirkanmu anakku...dan aku bahagia...kau adalah putraku yang akan melakukan apa saja untukku..'' bisik Aleysa pelan..
Deg!!
Delvaro membeku..tak bisa ia sangkal jika ia merindukan pelukan ibunya...
__ADS_1
********
Sementara seseorang menatap tajam kepada pasangan ibu dan anak itu...jemarinya terkepal.......