Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Mencoba Melupakan


__ADS_3

Luke menatap sebentar ke arah Lisa yang menatapnya dengan penuh perasaan yang dalam, sementara....Luke menatap kilatan cemburu yang di arahkan Devan kepadanya...Luke pun seakan sadar bahwa memang Lisa bukanlah miliknya dan betapa perasaannya telah mengambil alih logikanya...dan tanpa sadar Luke mendesah mengusap wajahnya dengan kasar... dan tersenyum..


''Aku minta maaf Devan,...yah...Lisa adalah milikku aku hanya ingin pernikahan kalian nanti benar-benar suci dan sakral...''


Mendangar kata-kata Luke yang terasa berbeda seperti bukan dirinya membuat Devan akhirnya bisa tersenyum..sementara Sadia sedikit sedih melihat sahabatnya Luke terlihat patah hati..


Gadis itu lalu menatap ke arah Lisa juga memalingkan wajahnya ke arah lain seperti menyimpan rasa sakitnya sendirian..


Cinta memang rumit....mereka saling mencintai namun tak bisa bersama entah karna apa.....Safia lalu memandang ke arah Devan yang menggenggam jemari Lisa dengan erat...ironisnya....Devan akan mendapatkan tubuh Lisa..namun hati gadis ini akan menjadi milik Luke..


Safia mengambil minuman dan meneguknya sedikit sambil membaca segitiga di antara mereka....


''Aku akan menjaga Lisa sampai pernikahan Luke...aku tak akan menodainya sedikitpun...''ucap Devan tersenyum sambil mencium punggung tangan Lisa dengan lembut...


Entah Lisa harus senang atau bahkan sebaliknya dia akan merasa pilu seumur hidupnya...meski Luke tidak menidurinya namun..pria ini sudah menyentuh tubuhnya...meninggalkan jejak di tubuh dan hati Lisa..dan entah bagaimana caranya Lisa bisa mengusir itu semua dari kepalanya...

__ADS_1


''Aku lelah...bisakah aku istirahat lebih dahulu..'' Lisa sudah berdiri dan menunduk penuh hormat kepada mereka bertiga...


Devan menatap wajah Lisa yang sembab....


''Apa sesuatu terjadi kepadamu...oya...aku ingin mengatakan bahwa kamarmu akan ada di lantai yang sama denganku dan Luke...kamarmu ada di tengah kami....aku tidak ingin kau tidur di lantai bawah lagi...''


Lisa tersenyum....


''Terimakasih....tuan Devan...''


Lisa kemudian membalikan tubuhnya dan melangkah menjauhi taman dengan langkah yang berat, sehingga ketika tubuh itu menjauh..Luke hanya bisa menundukan kepala.....disaat yang sama, Safia menggenggam tangan Luke dengan sedikit erat dan mengirim sinyal bahwa Luke harus bisa menjaga sikapnya atau Devan akan menjadi curiga....dan syukurlah Luke merasakan itu dan kembali santai menghadapi obrolan ringan Devan yang hampir semua pembicaraannya tentang Lisa, betapa dia tak sabar menikahi gadis itu...


''Jadi kapan kita akan berangkat....aku akan menelfon anak buahku agar mereka menyediakan tempat untuk kita....''tanya Luke menatap Safia dan Devan....


''Minggu depan...aku akan mengosongkan jadwal pemotretanku..bagaimana...'' tanya Safia dengan senyuman..

__ADS_1


Devan mengangguk, begitu juga Luke..


''Baiklah kita ke pulau minggu depan...'' seru Devan tak sabar...


Mereka lalu tertawa bersama....


************


Lisa menatap gaun berwarna putih yang di berikan Devan kepadanya...malam ini Devan mulai mengajaknya keluar untuk makan malam dan bertemu keluarga mereka...Lisa menatap gaun yang begitu indah menjuntai di tubuhnya..ia seperti dewi malam dalam dunia dongeng...


Lisa lalu melangkah keluar dari kamar, dan tanpa sengaja....Luke juga keluar, mereka bertemu di depan pintu dengan tatapan Luke yang benar-benar terpana...


Keduanya bertatapan dengan begitu dalam....


Deg!!!!

__ADS_1


Luke mendekati Lisa.......


__ADS_2