
Darren membuka kotak obat penenang dari dalam laci meja kerjanya dan segera meminumnya, ketika ia makan siang hari ini setelah kembali dari rapat, berada diruangannya Darren kembali memejamkan matanya,...sudah 4 tahun lamanya ia tergantung dengan obat penenang yang di berikan psikiater untuknya...yah..sejak kepergian Alea yang entah kemana, hidupnya sudah tidak baik-baik saja..
Darren berulang kali melakukan kekerasan pada anak buahnya yang berkerja tidak sesuai dengan keinginannya, jam tidur, makan, semua berantakan..jangan tanya soal wanita karna mereka sendiri merasa sangat trauma dengan Darren, ia selalu menyiksa ketika mereka mencoba mendekatinya. Darren hanya butuh istrinya kembali...hanya istrinya...dan ia akan melakukan apapun seperti bersujud di kaki Alea kalau bisa..yang penting adalah....dia butuh Alea..
Pintu terbuka dan sosok Erland masuk dan membawa sebuah dokumen, pria itu kembali menatap sosok Darren yang memejamkan matanya di sofa miliknya sembari tertidur..
Ada rasa sedih dan sakit ketika melihat sang kakak seperti ini, tubuhnya semakin kurus dan ia adalah perokok berat...seorang Darren yang gagah sudah menghilang di ganti sosok kejam yang tak tersentuh...
Erland mengenang.....karna keterpurukan sang kakak, Erland pun akhirnya mau tidak mau harus bergabung di perusahaan sang ayah, karna kondisi Darren yang masih terguncang lagipula semarah apapun Erland ia tak ingin melihat kehancuran perusahaan keluarganya dan juga dengan ia bergabung dengan perusahaan ia bisa mengawasi sang kakak.....karna selama ini Darren selalu memakai emosi ketika berhadapan dengan klien, bahkan beberapa dari mereka mendapat kekerasan dari kakaknya...
Erland meletakan berkas itu di meja sang kakak, di saat itulah Darren membuka mata...
''Apalagi Erland......''
''Hotel A di luar kota, aku pikir kakak bisa ke sana sekaligus jalan-jalan...sekedar informasi..itu adalah tempat tinggal Alea dulu..''
Mendengar nama Alea, sontak sosok Darren memperbaiki cara duduknya..ia pun segera menatap Erland dengan tajam...
''Tidak mungkin Alea ada di kota itu....''tebak Darren dengan suara lemah.....
''Aku dengar bibinya Meri baru meninggal tadi malam, mungkin saja Alea kembali......''
Kata-kata Erland terputus....
''Berikan berkasnya...aku tak akan membuang kesempatan sekecil apapun.....'' wajah Darren tampak lebih bersemangad...
Melihat senyum yang sudah jarang ia lihat di wajah sang kakak sontak Erland ikut bahagia,...mereka hidup di bawah atap yang sama karna sang ayah sudah hidup tenang bersama istrinya Tiara dan anak mereka..
''Aku mendoakan yang terbaik untukmu.....''
''Bagus.....kali ini aku sangat berharap Erland, mata Darren berkaca-kaca lagi...aku sangat merindukannya....''
Erland hanya menghela nafas,...dan mengangguk...
''Belajarlah dengan baik mengenai masa lalu kakak, jika kalian bertemu apa yang akan kakak lakukan....''
Darren menerawang ketika matanya basah....
''Hanya ingin memeluk, agar aku bisa tidur lebih tenang...aku merindukan pelukannya...dan aku benar-benar menyesal telah menyakitinya dengan dalam.......''
''Bahkan para pendosa masih mendapatkan kesempatan kedua kakak, tentang kecelakaan itu...aku telah menyelidiki ulang...sebelum mobil anak buah kakak sampai, ternyata mobil milik keluarga Alea sudah lebih dulu tertabrak..jadi itu bukan kesalahanmu kakak, memang kau berniat...namun..bukan kau pelakunya dan Alea harus tau itu...''
__ADS_1
Darren menganggukan kepala.....ia sungguh merasa lega..setidaknya ia bukan tersangka utama, kecelakaan itu murni atas ijin Tuhan....
''Trimakasih kau selalu mendukungku Erland..''
''Itulah gunanya saudara kak Darren, aku akan selalu ada untukmu...''
''Bagus,....''
Darren berdiri meraih jassnya lalu melangkah menuju pintu...
''Kakak kau tidak mencukur...''
''Akan kulakukan jika aku berhasil bertemu Aleaku...''
Erland hanya mengangguk tersenyum lalu melambai tangannya pada sosok sang kakak...
Erland kembali tersenyum, so.....semoga berhasil Darren Hugo...
****************************
Alea menatap rumah lama tempat dulu ia tinggal, kenangan dimana ia di siksa sang Tante Meri. saat ini tantenya sudah meninggal, menyusul sang anak 5 tahun lalu. tante Meri sempat setelah meminta maaf kepadanya dan rumah ini di kembalikan kepadanya karna memang ini adalah peninggalan orangtua Alea....
Rumah berlantai dua itu menyimpan begitu banyak kenangan sekaligus rasa sesak di dadanya...bagaimana tidak...dulu, dia dan keluarganya termasuk sang kakak tinggal disini sebelum tragedi itu menimpa keluarganya...namun Alea tak ingin rumah yang lain ia hanya ingin kembali ke rumah ini.
''Alea......''
Suara asing itu sedikit mengejutkan Alea hingga ia berbalik dan menemukan sosok teman masa kecilnya bernama Clark sedang tersenyum kepadanya..dan mengulurkan tangan dengan begitu ramah...Clark sangat tampan dan berbeda, yah...mereka sudah lama sekali tidak bertemu...senyum Alea mengembang...
''Hai......'' balas Alea dengan senyum lebar...ia lalu membalas uluran tangan Clark kepadanya..
Clark teman masa kecilnya rumah mereka berhadapan, Clard berkembangsaan Yunani, orantuanya adalah yang paling terkaya dulu...ia adalah bos pertamina, dan beberapa perusahaan yang berhubungan dengan komunikasi..rumah milik orangtua Clark berlantai 5, karna mereka memang sangat kaya...
''Apa kabar Alea.....aku senang sekali melihatmu, kau semakin cantik saja...''
Alea mencibir.....
''Aku juga senang melihatmu Clark,aku memang yang paling cantik di komplek kita, hahaha...apa kau sudah menikah..?'' tanya Alea dengan lancang sembari menatap Clark dengan mata berbinar...
Clark mengangkat bahu...
''Sayangnya aku patah hati setelah mendengarmu menikah, aku masih melajang Alea dan ku mohon jangan tertawa....''
__ADS_1
Alea sontak tertawa tentu saja....
''Kau adalah pria yang manis....''balas Alea tertawa..
Lain halnya dengan Clark, dia serius..dia sudah menyukai Alea sejak mereka masih kecil...bahkan sampai saat ini, ia masih memendam perasaan untuk Alea..
''Bagaimana denganmu, mengapa kau kembali ke rumah ini...bagaimana dengan suamimu Darren....''
Deg!!!
Mendengar nama Darren membuat hatinya berdebar...bukan karna rindu, namun...karna dendam, Alea sungguh tak akan memaafkan Darren.....
''Kami berpisah...aku menjadi single Mom sekarang...'' ucap Alea tersenyum...
Clark sungguh tak menyangka dengan kenyataan ini ia sangat bahagia...
''Aku minta maaf Alea....''
''Tidak masalah bagiku Clark......''
Clark tersenyum dan menatap ALea....
''Aku harus pergi ke perusahaan, jadi aku akan datang kembali nanti,....jangan bosan padaku...'' ucap Clark dengan lembut..
Alea membulatkan matanya lebar-lebar, tentu saja...Clark adalah teman baiknya dulu...mereka sering bermain bersama ketika masih kecil.,.bahkan Clark menjadi saksi betapa tante Meri menyiksanya dengan setumpuk pekerjaan rumah....dan Clark kadang membantunya, Alea sering numpang makan di rumah Clark dulu ketika sang tante tidak memberinya makanan..
''Aku merindukan cake coklat di ujung jalan komplek kita Clark....dan pemiliknya sangat menyukaimu, bisakah kau membawanya untukku...''
Clark memijit dahinya....
''Itu sudah lama sekali Alea..kau sangat jahat..baiklah aku akan mencoba..apakah pesona ku masih bisa menggoyahkannya.''
Alea tertawa dengan kencang.........
*************************
Darren sampai di kota kelahiran Alea, lalu ia menuju Hotel untuk meninjau lokasi proyek, setelah dari sana...Darren bersantai di dalam kamar Hotel miliknya...sambil meminum Wine ia menatap pemandangan kota dari ketinggian kamarnya...
Alea.......aku merindukanmu..
Bagi yang mau liat visual Clark, langsung ke group yah....
__ADS_1