Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tiara Yang Putus Asa


__ADS_3

Alea baru saja keluar dari kampus, hari ini Darren tak bisa menjemputnya karna kesibukannya dengan proyek baru, Alea memutuskan tak akan memanggil supir karna ia ingin pulang sendirian dan menikmati waktu seorang diri.


Sambil menikmati eskrim, Alea berjalan-jalan di sekitar pertokoan di sepanjang jalan besar matanyan sibuk memandang ke segala arah dan menikmati segala keindahan sudut kota yang megah.


Ketika hendak menyebrang jalan, mata Alea menangkap sosok Tiara yang melangkah terburu-buru keluar dari dokter kandungan sebuah klinik, ia berusaha menutup wajahnya dengan topi dan masker namun Alea masih dapat mengenalinya.


Mengapa Tiara ke dokter kandungan dan mengapa wajahnya terlihat ketakutan...? tanpa bisa di cegah, Alea lantas mengikuti langkah kaki Tiara yang buru-buru, entah mengapa Tiara terlihat seperti orang yang sedang sakit...Alea segera berlari mengikuti langkah Tiara yang sedang menepi di sebuah lorong yang sepi.


Tiara membuka penyamaran maskernya, dan tak mampu menahan tangisnya, berdiri bersandar di tembok tinggi di samping gedung yang tinggi itu dan menangis disana.,.


Tiara terlalu tenggelam dalam rasa sedihnya dan tidak menyadari kalau Alea mendekat sangat dekat hingga ia bisa mendengar tangisan putus asa dari seorang Tiara...


''Aku hamil...bagaimana ini..bagaimana bisa aku sudah hamil...''isak Tiara menutup wajahnya dengan kedua tangan..isakannya semakin terdengar pilu dan sakit.


''Tiara...''


''Hoh...''


Tiara begitu terkejut samapi melompat, ketika menyadari kehadiran Alea di hadapannya, matanya melebar dengan sempurna..


''Alea....''


''Maaf..tapi aku sudah mendengar semuanya...''


Wajah Tiara berubah tajam..ia mendekati Alea dengan tatapan membara, mencekal tangan Alea dengan keras, namun Alea tidak bereaksi dan tetap menatapnya dengan sangat dalam..


''Kau sedang mengolokku bukan, kau sedang menertawakan aku kan...? atau kau akan bicara kepada media tentang kehamilanku demi balas dendam...kau akan melakukannya Alea...'' jerit Tiara dengan suara yang tercekat..


Alea mengerutkan kening, ia sama sekali tidak mengerti maksud Tiara, menertawakan dan mengadukan itu sama sekali jauh dari pikirannya..


''Tiara....aku tidak pernah...''


''Kau pasti akan menghancurkan aku kan...Alea...katakan saja...'' tangis Tiara pecah seketika....


Alea hanya terdiam menghadapi tuduhan Tiara yang menyakitkan, namun ia berusaha mengerti gadis ini sedang terguncang.


''Aku sudah hancur...sekarang semua karna kehamilanku...'' tangis Tiara dengan rasa sesak di dada...


Hening.....


Tiara sedikit terkejut ketika Alea meraih tubuhnya dan mereka saling memeluk dengan erat...


''Aku tidak akan mengadukanmu Tiara...'' desah Alea mengusap punggung Tiara yang tampak begitu terguncang..


''Apa...''


Tentu saja Tiara heran dengan jawaban yang melegakan dari seorang Alea, dia pikir Alea akan menertawakan dirinya, karna Tiara pernah mengganggu rumah tangga mereka,..namun hal ini tentu di luar dugaannya jika Alea bersikap lunak dan memberi pelukan kelegaan untuk dirinya..


Pelukan mereka terlepas dan Alea membimbing Tiara duduk di di kursi samping bangunan itu.


Alea menatap wajah Tiara yang pucat....dan menyentuh tangannya...


''Mengapa aku tidak membalasmu atau tidak menghakimi dirimu itu semua karna aku...itu bukanlah hakku Tiara,...''

__ADS_1


Tiara membeku mendengar ucapan Alea yang menyentuh hatinya...


''Kau sedang hamil..memangnya kenapa..itu adalah anugrah Tiara, kau harus bersyukur, aku saja belum hamil sampai sekarang..''


Tiara menggeleng....


''Kau tak mengerti Alea...kehamilan ini salah dan tak di inginkan,...aku bahkan tidak berani mempertahankannya...'' ucap Tiara dengan nada lemah.


Ucapan Tiara membuat ALea sangat terkejut...ia langsung memegang tubuh Tiara...


''Jangan bilang kau akan....''


''Aku akan menggugurkannya dalam minggu ini...'' Tiara menoleh dengan senyum getir...


Mata Alea menjadi panas..ia menggeleng...


''Tiara dia tidak bersalah..mana mungkin kau....''


''Kau tidak mengerti Alea, kau tidak berada di posisiku kau sama sekali tidak mengerti apa yang aku alami...''


''Baiklah..katakan saja kalau kau malu dan menganggap ini aib namun Tiara..dia juga darah dagingmu...bagaimana bisa kau melepaskannya begitu saja...bagaimana bisa...''


Tiara berdiri kata-kata Alea seperti panah yang menembus jantungnya..menyakitkan..


''Aku harus pergi Alea....''


''Tidak....aku mohon Tiara pertimbangkan dulu, siapa ayah bayi ini...kau harus bicara kepadanya tentang kehamilanmu Tiara...''


Deg!!!!


Tiara menggeleng...menggugurkan anak ini adalah yang terbaik, meski ia akan merasa bersalah namun itu pasti tidak lama..dia akan baik-baik saja...


''Ayah bayi ini sudah mati Alea, ngomong-ngomong terimakasih atas perhatian dan pelukanmu hari ini,...sungguh aku sangat berterimakasih kepadamu Alea...''


Tiara tak menunggu jawaban Alea, wanita itu lalau memakai kacamata dan maskernya lalu meninggalkan Alea sendiri dengan tatapan sedih luar biasa...


''Tiara...Tiara tunggu...''


Alea berbalik dan mengejar Alea namun, terlambat bagi Alea karna Tiara sudah pergi...


''Ya Tuhan...jangan sampai terjadi sesuatu pada anak mereka, bagaimana harus meminta tolong sekarang...? siapa yang bisa mencegah Tiara...''


Alea memejamkan matanya ketika ia memikirkan siapa yang bisa di mintai tolong, dan sesaat kemudian ia membuka mata...Ayah...yah...Ayah bisa menolong Tiara...


Alea segera melangkah menuju jalan utama dan menunggu taxi...namun tak berapa lama kemudian, mobil berhenti di pinggir jalan..


Alea melebarkan matanya...


''Kak Aiden....''


''Alea..kakak mencarimu di kampus tapi kau tidak ada...''


Alea segera masuk ke dalam mobil...dan menatap Aiden,..

__ADS_1


''Mengapa wajahmu tegang sekali...''


Alea menghela nafas....


''Ceritanya sangat panjang...aku ingin kakak mengantarkan aku pulang...''


''Hahaha..kau terlihat seperti seorang ditektif saja...'' sindir Aiden sembari menyeruput esk kopinya..Alea menatap es yang baru saja di minum Aiden...


dan tiba-tiba tanpa di duga...Alea mengambil eskopi yang di letakan Aiden dan meminumnya segera hingga Aiden meneolh terkejut...


''Alea......kau...''


Alea tertawa renyah....


''Mengapa kakak pelit pada adik sendiri...ya ampun...'' Alea terus meminumnya sampai habis...


Deg!!!!


Aiden membeku..ketika jantungnya berdebar...menatap sedotan minuman yang di pakai Alea bekasnya..secara tidak langsung mereka berciuman..pria itu mengulum senyum...


Mobil akhirnya berhenti di halaman rumah Alea..ia pun hendak turun, namun lengannya kembali di cekal, hingga ia menoleh..


''Ya kakak...''


''Kau jadi menginap besok bukan....'' tanya Aiden ingin tau..


Alea mengangguk...


''Jika Darren tak bisa ikut maka aku akan tetap menginap jadi kakak tenang saja,...''Alea tersenyum sambil membuka pintu mobil..


Alea lalu melambaikan tangan ke pada mobil sang kakak, ia tersenyum lega....


lalu segera berlari ke dalam rumah mencari sosok sang ayah mertua..Alea merasa lega karna Ayah ada di taman belakang sedang memberi makan ikan di kolam...


''Ayah......'' jerti Alea dengan suara yang nyaring..


Darius terkejut dan menoleh, ia hanya menggeleng tersenyum melihat Alea berlari seperti seorang anak kecil...


''Ayah....''


''Ambil nafas...tenangkan dirimu lalu kita bicara, ayah akan mendengarmu...'' ucap Darius tersenyum...


Alea mengikuti instruksi Darius namun ia tidak sabar, setiap detik berharga....


''Ayah..terjadi sesuatu dengan Tiara, bisakah ayah menolongnya...aku mohon, hanya Ayah yang sanggup.''


Wajah Darius berbuah merah...


''Apa maksudmu dengan Tiara...apa yang terjadi, apakah dia sakit.''


Alea menggeleng.........


''Tiara...Tiara...dia hamil, dan aku takut dia akan menggugurkan anaknya ayah...'' wajah Alea begitu cemas...

__ADS_1


Tubuh Darius menegang.....


''Hamil....Tiara Hamil...'' ulangnya tanpa sadar mengepalkan tangannya..


__ADS_2