Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Lamaran Devan


__ADS_3

Ada yang berbeda pagi itu....


Ketika Lisa mengantar sarapan, Luke tidak langi menatap matanya....pria itu sangat menghindarinya dan kini..hanya Devan yang tersenyum kepadanya...


Lisa sedikit merenung..memang dia bangun tadi pagi dan tidak merasakan aneh di sekitar tubuhnya itu artinya memang benar kalau Luke tidak lagi menyentuhnya..ia bisa bernafas lega..


Ketika Lisa hendak pergi........


''Lisa...duduk dulu sebentar.....''


''Yah....''


''Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu..di hadapan sahabatku Luke...''


Deg!!!!


Disaat yang sama...Luke menoleh kepadanya...


''Yah....ada apa...'' Lisa mengerutkan kening,...


Devan meraih jemari Lisa dan menggenggamnya dengan erat....hingga Lisa mengerutkan keningnya sekali lagi....


''Tuan....''


''Aku ingin melamarmu menjadi istriku...bagaimana...''


Lisa begitu terkejut ketika Devan mengutarakan niatnya...hingga mata Lisa menjadi panas...sungguh ia tak pernah membayangkan kalau tuan Devan akan melamarnya, siapakah dirinya...??


Sedangkan Luke hanya mampu menghela nafas...ini adalah hukuman untuknya...dulu ia telah menyia-nyiakan orang yang mencintainya dan saatnya ia memetik buah dari apa yang di perbuatnya...Luke tersenyum menyembunyikan rasa nyeri di dalam dadanya...


Devan melirik Luke...

__ADS_1


''Semalam aku sedikit ragu namun....Luke...dia meyakinkan aku agar melamarmu...aku tak tau mengapa hatiku berdebar-debar bila bersamamu...Lisa...maukah kau menerimaku...''


Lisa menjadi bingung sendiri...ia tak sengaja membuang pandangan ke arah Luke yang sedang menatapnya.....mengapa hatinya menjadi aneh...??


Lisa memejamkan matanya.....


''Tuan Devan......bisakah kita bertunangan dulu....aku pikir, bagaimana kalau kita saling mengenal lebih dahulu...tuan akan menyesal jika tau sikap burukku dan semua kebiasaan jorokku...aku perlu...''


Devan tersenyum...


''Aku tak ingin berlama-lama dengan tunangan Lisa...bagaimana kalau aku memberi waktu untuk kita berdua sampai bulan depan...kita akan menikah setelahnya...tanpa perlu tunangan.....''


Lisa tak tau harus menjawab apa.....entah mengapa hatinya terasa bimbang...namun ia tak mungkin menolak lamaran tuan Devan....


''Baiklah tuan....aku permisi...''


Lisa menundukan kepalanya...lalu melangkah melewati Luke begitu saja dan pria itu hanya memalingkah wajahnya...


Luke tersenyum....


''Gadis seperti Lisa sangat langka dan kalian pantas bersama...''


Devan menganggukan kepala...


''Semoga kelak kau menemukan gadis yang akan membuatmu jatuh cinta Luke, dan hidup bahagia....berhentilah memikirkan dendam karna pada akhrinya kau akan menyesalinya dalam kesendirianmu...''


Luke mengangkat wajahnya...kata-kata Devan sama seperti yang di ucapkan Lisa kepadanya...


''Aku telah menemukannya Devan...aku akan mengenalkannya kepadamu..'' ucap Luke tersenyum..


Mata Devan berbinar...

__ADS_1


''Apakah dia sama seperti Lisa..''


''Tidak...mana mungkin kau membandingkannya dengan Lisa...'' Luke tersenyum walau ia tak mampu menahan perasaannya lagi...


Ya ampun...mengapa rasanya menyakitkan seperti ini....?? Luke tertawa dengan mata yang basah...


*******


Lisa tak bisa berkonsetrasi pikirannya sudah kemana-mana hingga ketika Luke meminta di buatkan kopi, bukannya mencampurkan kopi dengan gula Lisa malah mencampurkannya dengan garam..dan ia menuangkan air panas yang masih mendidih, sambil mengaduk kopi..pikirannya terus terbang..


Apakah dia akan bahagia menikah dengan tuan Devan...?? mengapa hatinya menjadi tidak nyaman,....??


Lisa lalu mengantarkan kopi pesanan tuan Luke yang sedang berada di taman....dari jauh Luke tersenyum melihat kedatangan Lisa...


Keduanya saling melemparkan senyuman...


''Silahkan tuan Luke...''


''Terimakasih Lisa...''


Luke mengambil cangkir sementara Lisa hanya menatapnya dengan dalam sambil tersenyum..namun..sesaat kemudian..


Luke menjerit ketika bibirnya melepuh karna panas dari kopi....sementara...bajunya basah oleh air dari kopi yang mendidih..


Lisa terlihat panik dan segera mendekat Luke dan menyentuh dada Luke yang terkena panas dari kopi yang ia buat...jemari lentik itu singgah sekaligus mendinginkan dada Luke....sambil meniup-niup Lisa tampak sangat cemas,.....


''Tuan Luke...maafkan aku...'' desah Lisa...ketika matanya menatap mata Luke yang dingin...


Deg!!!


Luke membeku...menatap teduhnya mata hitam milik Lisa yang menghanyutkan....mengapa rasanya berdebar-debar...??

__ADS_1


__ADS_2