
Keheningan kembali melanda mereka untuk beberapa detik, tatapan membunuh itu tak bisa di tutupi dari pandangan mata kedua pria dewasa itu,
''Apa maksudmu Aiden...'' ucap Darren tidak terima..
Sementara Alea mulai cemas...
Aiden tertawa...
''Jangan terlalu tegang Darren,...maksudku adalah..wanita tidak terlalu kubutuhkan sekarang ini...sepanjang hidupku aku merindukan adikku Alea,..saat ini aku hanya berfokus kepadanya karna ia mengalami waktu yang sulit beberapa tahun ini...ia menderita oleh beberapa orang yang kejam, aku berhak melindunginya bukan.....''
Darren membeku ketika sadar Aiden sedang menyindir dirinya yang selama ini telah menyakiti Alea..pria itu terdiam..sementara Alea tersenyum dan mendekati Aiden...
''Terimakasih kakak...kau sangat baik kepadaku...Alea sangat bahagia, jemarinya menyentuh rahang tegas di wajah Aiden hingga pria itu membeku..
''Alea.....''
''Kau telah menemukan aku sekarang kak...aku tau betapa kau merasa bersalah atas apa yang telah aku alami selama kita tidak bersama...namun kakak..aku akan sedih jika kau menyiksa dirimu dengan hidup sendirian, bagaimanapun aku telah menikah sekarang jadi...sudah ada suamiku yang akan menjagaku dan kau tidak perlu khawatir lagi...''
''Tidak bisa Alea...hanya kau satu-satunya yang aku miliki...aku butuh waktu untuk percaya kepada hubungan kalian, jadi...bisakah kau tidak memaksaku...aku akan sedih Alea..''
''Baiklah.....terserah kepadamu, tidak menikah itu lebih baik, jika aku punya anak..maka anakku akan menemanimu kak Aiden....''
''Anak....'' desah Aiden dengan mata yang berbinar...
Aiden lalu menatap kepada Darren....dan melembutkan tatapannya...
''Darren....berikan aku seorang keponakan bagaimana...'' senyum Aiden terlihat jelas di matanya.
Darren akhirnya mengangguk lalu tersenyum salah tingkah, ia menatap Alea yang hanya tersenyum malu...
''Baiklah...aku tak akan mengganggu kalian lagi...aku akan pulang sekarang...'' pamit Aiden lalu berbalik..
''Hati-hati kakak....'' ucap Alea yang hanya di tanggapi senyuman oleh Darren...
Sebelum masuk ke dalam mobil Aiden menoleh sebentar, menatap pasangan itu bergantian...
''Jangan lupa akhir pekan kalian berdua harus menginap dirumahku bagaimana...''
Darren terkejut namun Alea hanya mengangguk...
''Aku akan membuatkan makanan untukmu kakak...'' ucap Alea melambaikan tangan...
Setelah mobil itu pergi....
Darren mendekat dan menatap Alea...
''Kau akan menginap di rumahnya akhir pekan ini..''
''Yah...kau ikut kan...lagipula dia kakakku jangan berkata kalau kau masih curiga...'' Alea bersedekap...
Darren menggeleng....
''Aku akan berdosa jika terus curiga kepada hubungan kalian, itu sama saja aku memisahkan dua saudara kandung dan aku akan merasa bersalah nanti..''
''Aku senang mendengarnya Darrren.......''
Krurkrrkrirk....
Suara perut Darren yang berbunyi membuat keduanya seketika tertawa,....
''Kau sedang lapar sayang...'' tanya Alea tak mampu menahan senyumnya...
__ADS_1
Darren memejamkan matanya ikut tertawa...
''Aku menahan lapar ketika menunggumu tadi...sayang...''ucap Darren menyerah...
Alea langsung menghambur dan memeluknya...
''Baiklah kita makan sekarang...''
''Yah....setelah itu,,....''
''Setelah itu apa...'' tanya Alea penasaran,...
Wajah Darren mendekat hampir mencium bibir Alea...
''Kita akan membuat anak...''
''Membuat anak...'' ulang Alea yang tertawa dengan keras..
Mereka pun masuk ke dalam rumah, saling memeluk...
****************************************
Kenan menghentikan mobilnya di tengah jalan dan memejamkan matanya.....mengingat kembali kejadian tadi siang dan tersenyum....
Alea........kau adalah milikku......
Pria itu lantas membuka mata dan mengambil ponselnya, lalu menelfon Adam,...
Aku ingin..kau, melakukan sesuatu untukku...
Usai berkata Kenan mematikan ponselnya dan melanjutkan perjalanannya menggunakan mobil.
Sudah seminggu ini Tiara merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, ia sering uring-uringan di kala pemotretaan, belum lagi nafsu makannya yang menggila, padahal sebagai model, ia di larang keras makan dalam jumlah besar hingga ia menjadi frustasi sendiri...apa yang terjadi kepadanya, apakah dia mengalami gangguan makan...?
Tiara turun dari mobil dengan mata yang berkunang-kunang, sang asisten yang merangkap sebagai manager, menatap Tiara dengan curiga..
''Tiara sejak kau pulang dari pekerjaan selama sebulan ini kau mulai menujukan perubahaan ada apa...''
Erin menarik Tiara untuk duduk di sofa....dan keduanya saling bertatapan...
''Aku tidak apa-apa Erin, ini hanya biasa....''
''Apa kau berhubungan dengan seorang pria disana, apakah kau rutin meminum pi anti kehamilan...'' tatap Erin semakin curiga...
Kali ini Tiara menoleh dengan wajah yang pucat...
''Habislah aku Erin...'' jeritnya ketakutan...
''Tiara,....''
''Aku...mungkinkah aku sedang....hamil...'' Tiara menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dengan begitu syok...
Erin juga mengalami hal yang sama, jantungnya berdebar dengan ketakutan, sementara ada banyak kontrak yang akan menuntut mereka jika Tiara ketahuan hamil...
''Tiara mengapa kau sangat ceroboh....klien kita akan menuntut kita, belum lagi namamu akan cemar karna hamil di luar nikah..karirmu akan tamat Tiara...'' jerit Erin marah...
Tiara memejamkan matanya mengutuki tindakan bodohnya, Darius telah menghamilinya bagaimana mungkin dia hamil anaknya Darius Hugo, sementara yang dia inginkan Darren....
Hoh.....apa yang harus dia lakukan sekarang...? hidupnya akna hancur sekarang...
''Kau harus menggugurkan kandungan itu Tiara, sebelumberita tersebar sebelum media mencium sesuatu yang aneh terjadi kepadamu....''
__ADS_1
''Menggugurkannya...''ulang Tiara dengan suara tercekat...
Tiba-tiba dengan gerakan refleks ia melindungi perutnya...
''Tapi Erin....aku....''
Erin mendekatinya mengguncang tubuh Tiara dan menatapnya dengan tajam...
''Apa kau yakin ingin mempertahankan anak itu, siapa ayahnya...apakah pria itu akan bertanggung jawab atau akan melepaskanmu...? kau akan di tinggalkan sendirian Tiara, dia akan mencampakanmu bahkan mungkin membunuhmu jika kau memang berhubungan dengan orang penting di kota ini...ingat Tiara bahwa nama baik adalah segalanya, kau akan di lenyapkan jika kau buka mulut....dan kau tau apa yang akan terjadi...Tiara akan di kenal sebagai model yang menjajakan tubuhnya hingga hamil...'' ucap Erin dengan jujur...
Airmata Tiara menetes, yah...perkataan Erin benar, jika tuan Darius tau dia sedang hamil maka dia dan anaknya akan di lenyapkan, mengingat sosok keluarga Hugo sangat disegani dan terpandang...
Tubuh Tiara merosot, memeluk bayinya yang bahkan sedang bertumbuh...
''Tiara apa keputusanmu....''
Tiara memejamkan matanya....
''Beri aku waktu dua minggu ini untuk bersamanya Erin, setelah itu...setelah itu aku akan menggugurkannya..''ucap Tiara dengan wajahnya yang sendu..
Erin mengangguk....
''Baik..tapi dua minggu terlalu lama Tiara, karna bayi itu akan semakin membesar, aku memberimu waktu seminggu...bagaimana...'' tawar Erin dengan wajah gugup..
Tiara mengangguk dengan wajah yang pucat,
''Bagus...aku akan memberimu tespek untuk memastikan kehamilanmu, jadi untuk seminggu ini aku tidak akan mengambil job sampai kita menggugurkan anak itu Tiara...kau istirahat saja...aku akan sering mengunjungimu disini untuk membawa makanan..ingat untuk tidak keluar karna kau akan menjadi santapan wartawan yang mecari berita...''
Tiara mengangguk patuh...
''Baiklah....'' balas TIara mencoba tersenyum...
''Bagaimana dengan ayahku...'' tanya Tiara menatap Erin...
Erin hanya mengangkat bahu...
''Ayahmu sedang berada di rumah istri barunya, maafkan aku harus mengatakan ini tapi ibu tirimu tidak menyukaimu sedikitpun....''
Tiara mengangguk...
''Baguslah...aku juga tidak perduli dengan mereka...''
Erin meraih tubuh Tiara dan memeluknya...semua akan baik-baik saja Tiara...akan baik-baik saja...
***************************************
Darius menatap ke arah anak buahnya sekali lagi untuk memastikan kebenarannya...
''Apa kau yakin Tiara membatalkan fashion show malam ini...''
''Bukan malam ini saja tuan, namun dalam seminggu ke depan...dia tak akan mengambil job apapun, dan itu telah di konfirmasi oleh managernya sendiri..''
Darius menyandarkan tubuhnya, kerutan di dahinya muncul seketika...
''Selidiki Tiara apa yang sedang terjadi kepadanya, termasuk apa yang akan dia lakukan dalam seminggu kedepan...
''Baik tuan Darius....''
Darius mengerutkan kening........
Tiara.........
__ADS_1