Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Rindu


__ADS_3

Mobil melaju kencang membelah kesunyian di sore hari, Elift mengerang kesal melihat Liam yang terus memaksakan kehendak kepadanya.....dalam hal ini mungkin Jo benar karna terus melarangnya untuk membalas dendam pada Liam West..ini adalah hal tergila baginya berurusan dengan Liam...


''Kau mau membawaku kemana Liam...''desis Elif dengan nada kesal..


Liam menoleh dingin....


''Bekerja...aku akan memberikanmu pekerjaan aku tau kau sudah jatuh miskin sekrang...''


''Itu semua karna dirimu..bagaimana kalau kau mengembalikan semua aset yang aku punya...''


''Tidak...aku sudah gila jika melakukannya...sebenarnya aku tak perduli kepadamu Elif tapi melihatmu tadi hampir bunuh diri aku pikir,.....''


''Kau kasian padaku....'' suara Elif terdengar lebih ceria..


Liam menggeleng.....


''Tidak...rugi bagiku jika membiarkan kau mati begitu saja...''


''Hah.....''


''Kau harus merasakan bagaimana balas dendam sesungguhnya Elif..''


Sial....pria ini bahkan tidak punya rasa empati sedikitpun, walau memang ini salahnya sendiri ketika dia memutuskan bermain-main dengan seorang Liam West..sebenarnya Elif tak ingin bunuh diri tadi tapi satu-satunya cincin mahalnya terjatuh di sungai tadi...padahal jika di jual cincin itu akan sangat membantunya...malah Liam berpikir ia ingin bunuh diri....


''Kau mau melakukan apa padaku, bagaimana kalau kau mengirimku ke penjara saja...?''


''Tidak...aku sudah bilang kau akan kupekerjakan...''


''Tapi dimana...''


'Hotelku....dulu kau menghancurkan hotel milikku bukan dan saatnya sekarang...kau mengabdikan dirimu di hotel milikku yang lain...'


Elif menggeleng....bekerja di hotel sangat melelahkan bukan apalagi jika bertugas membersihkan kamar-kamar...astaga....


''Kirim aku ke penjara saja...''


Liam menggeleng keras...


''Hotel adalah tempatmu belajar....dan kita akan kesana sekarang namun..sebelum pergi berikan aku pistol milikmu tadi...''


Liam mengulurkan tangannya meminta sehingga Elif mau tak mau harus merelakan pistol miliknya...


''Bagus...jadilah pegawai hotelku yang baik aku akan mengawasimu..''


''Astaga sial sekali...'' desis Elif sangat kesal..


Sedangkan Liam hanya menaikan sudut bibirnya dengan kemenangan karna berhasil membalas dendam pada gadis ini dengan halus...


Mobil berhenti di depan sebuah hotel yang mewah dan bintang 5 dan Liam melirik pada Elif yang seperti enggan turun,...


''Turun Elif...''


''Berapa gajiku.....aku perlu hidup dan aku jatuh miskin karnamu..'' ucap Elif jujur..


''Kau yang memulai masalah denganku Elif..jangan melupakan fakta itu...''


''Ya....ya...ya....aku mengerti tapi jika aku bekerja maka aku butuh uang atau gajiku bukan..''


''Aku akan membayarmu tak masalah....aku akan melakukan itu....tapi aku ingin melihat kerjamu...''


Elif menganggukan kepala dengan cuek..


''Aku akan tinggal dimana....''


''Di hotel ini juga...''

__ADS_1


''Hah......'' jerit Elif melebarkan matanya seakan tak percaya....


***********


Liam lalu memperkenalkan Elif dengan beberapa pegawai senior dan meminta mereka untuk membantu Elif jika gadis ini mengalami kesulitan..


Ellif yang memang terlihat tomboy dan kasar hanya bisa pasrah ketika dia di pakaikan seragam hotel yang sempit dan feminim...rambutnya di sanggul rapi..Liam bahkan sampai terpana...


''Aku ingin kalian membantunya dalam hal ini....jika dia mengalami kesulitan maka bantulah dia...''


Talia dan Reno adalah pegawai senior disana yang akan membimbing Elif...


''Baik tuan Liam...'' serunya menundukan kepalanya dalam-dalam...


Sementara,.....Reno menatap Elif dengan senyuman dalam, ia merasa sedikit lucu dengan tampilan Elif, jelas dia gadis yang cantik namun...ia tak nyaman dengan apa yang di pakainya..dan itu sangat manis di mata Reno..


Liam lalu mendekati Elif dan menatapnya tajam...


''Aku akan mengawasimu...''


''Baiklah tuan Liam...bagaimana kalau aku meminta gajiku di awal..'' bisik Elif memohon...


Liam tersenyum ramah..lalu membalas perkataan Elif yang sanggup membuat gadis itu membeku...


''Dalam mimpimu....aku harus melihat hasil kerjamu...tapi tenang saja...aku tak akan membiarkanmu kelaparan...''desis Liam dalam senyuman..


''Aaargghh....'' erang Elif menyembunyikan rasa kesalnya..


Pria ini sangat licik....


''Baiklah Elif..bagaimana kalau kau ikut aku...biarkan aku menunjukan bagaimana kau akan bekerja...''


Elif akhirnya menganggukan kepala...dan melangkah meninggalkan Liam dan Reno yang sedang menatapnya..


''Ehm...Reno..mengenai Elif aku ingin bicara kepadamu..''


Reno menoleh.....


''Baik tuan Liam....''


''Ikut aku....sekarang....''


Reno menundukan kepalanya dengan patuh...


Sementara....


Mata Elif terbelalak dengan dramatis ketika menatap sebuah ruangan dengan setumpuk selimut kotor...dengan pandangan dingin Talia menatapnya...


''Ini adalah selimut para tamu..tugas pertamamu adalah memasukan ini semua ke dalam mesin cuci besar kita,...lalu kau harus menjemurnya agar kering...dan beri pewangi lalu tunggu perintah dariku..''ucap Talia dengan angkuh..


Sementara Elif tertawa kesal, dia adalah seorang putri Devan....ia bahkan kaya sejak lahir, jemarinya bahkan tak pernah menyentuh pakaian gantinya...Elif tak bisa mengerjakan apapun,....tak bisa melakukan apapun selain memegang pistol....


Ketika Talita hendak pergi gadis itu berdehem..


''Tunggu....Talia...''


''Ada apa Elif...''


Elif bersedekap dan menujukan wajah manisnya....


''Kau mau kemana...''


''Aku akan melayani para tamu yang mungkin ingin sesuatu...''


Tawa Elif pecah seketika..ia tertawa dengan suara yang renyah sehingga Talita di buat bingung..

__ADS_1


''Ada apa Elif...''


Sinar mata Elif menajam....


''Kau...apa kau sengaja ingin menindasku...''


Wajah Talita memucat..sontak ia menggelengkan kepalanya..


''Aku tidak pernah.....''


''Yah....kau pikir dirimu siapa yang berani menindas putri seorang Devan....?? yah....jika aku harus mengerjakan ini semua maka aku butuh teman....dan aku ingin kau juga melakukan ini bersamaku......''


Elif mendekat mencekal tangan Talita dan menghempaskannya ke tumpukan selimut yang tinggi...


''Elif...apa yang kau lakukan...'' jeritnya mulai panik..


Elif mendekat dan mencengkram leher Talita dengan sedikit kuat...


''Kau pikir aku gadis bodoh yang akan kau tindas....?yah...kau salah besar dengan meremehkan aku.....aku bahkan bisa melenyapkanmu saat ini juga.....''


''Apa maksudmu....Elif..lepaskan aku ini sakit....''


''Diam...jika kau terus memprofokasiku maka kau akan mati.....kau dengar itu....''


Elif semakin menguatkan tangannya...


''Elif....baiklah...aku minta maaf....lepaskan aku....''


Elif mengerang kesal...lalu melepaskan cengkramannya..


sedangkan Talita sungguh ketakutan.....namun ia sangat kesal...dan menyimpan kemarahan..


***********


''Kau sangat mengerti tentang bunga Nasya...''ucap Genka ketika Nasya baru saja melayani para pembeli yang datang....


Sementara gadis itu hanya tersenyum..


''Ibuku juga dulu menyukai Bunga seperti ini....''


''Itu artinya selera ibumu dan aku sama...'' ucap Genka dengan senyuman ramah...


''Ya ibu,....tapi sekarang ibuku sudah meninggal..''


Deg!!!!


Genka membeku..menyadari mata Nasya berkaca-kaca...


''Nasya.....''


''Aku baik-baik saja ibu.....'' ucap Nasya menundukan kepalanya..ia tak ingin menjual kesedihan...


Disaat yang sama Genka meraih tubuh Nasya untuk memeluknya...


''Semua akan baik-baik saja...ibumu pasti bangga memiliki anak yang cantik sepertimu dan begitu menyukai bunga yang sama dengannya..'' bisik Genka menenangkan....


''Aku merindukannya...'' bisik Nasya dengan airmata yang menetes....


*********************


Yuhu........yang mau liat visual Liam - Elif juga Kiano dan Nasya...ke group chat ya....


Jangan lupa mampir juga ke novel baru author....


__ADS_1


__ADS_2