
Sentuhan itu terasa begitu nyata ketika, bibir Darren mendekat menyentuh bibirnya dengan lembut, dan Alea menerimanya sepenuh hati...ketika jemari besar itu menyentuh pa yu da ra nya yang masih tertutup gaun dan meremasnya lembut membuat erangan lolos dari bibir Alea....
Terlalu nikmat ketika bibir Darren terus mencumbunya dan memberikan kenikmatan yang luar biasa...bibir mereka saling memag*t dan ******* dengan begitu intens..Alea tersenyum...Darren sudah kembali hanya untuk mencumbunya...
Alea tersenyum ketika Darren menjauhkan bibirnya dan ciuman mereka terlepas dengan dramatis...
''Arrgghh....'' desah Alea protes...
''Sabar sayang...aku akan menyentuhmu dengan cara yang berbeda....'' desah Darren merayu di telinga Alea...
Alea bahkan tak mampu membuka matanya, hanya bisa merasakan sentuhan suaminya, matanya seakan terlalu berat untuk terbuka,...
''Oh sayangku...aku mencintaimu...'' desah Darren kini menurunkan gaunnya...menyisakan bra pembungkus dada itu..
Dengan hati-hati Darren mulai melepaskan bra milik Alea..dan tersenyum...
''Darren...''
''Apa kau merindukan aku..''
''Yah....aku merindukanmu....Darren...''desah Alea ingin menggapai wajah Darren namun pria itu menepisnya....menurunkan tangan Alea sekaligus menuntunnya pada kej*ntanan Darren yang tegak berdiri sedari tadi...seolah menunggu sentuhan saang pemilik..
Disaat yang sama Darren menunduk, menngecup perlahan puncak pa yu da ra Alea yang menegang seringan bulu,...meninggalkan jejak kenikmatan yang indah..
''Darren....'' jerit Alea tersiksa...
Karna Darren hanya menjil*t p*ting pa yu da ra Alea seperti menikmati eskrim...lidahnya terus bermain-main di sekitar p*ting pa yu da ra Alea dan meninggalkan jejak basah....
Erangan Alea terus berlanjut sementara jemari lentiknya memainkan kej*ntanan Darren yang mengeras dan penuh di genggamannya...
Darren kemudian tak tahan untuk tidak menggoda kedua bukit kembar yang kenyal itu...ia sudah cukup melihat Alea merintih tersiksa karna ingin di sentuh...
Pria itu menunduk,....melum** permukaan pa yu da ra Alea yang ranum dan menghis*-nya dengan hasrat yang melambung...
''Arrrhhgg....Darren.....'' jerit Alea menggeleng..berusaha melepaskan cumbuan bibir Darren di p*ting pa yu da ra nya, pria itu seakan menyed*t habis, sebentar dia melum**, mengulum dan menjil*t pa yu da ra Alea dengan sedikit kasar.....
Alea mengernyit ketika pria itu melepaskan cumbuannya dan bergerak naik ke atas tubuhnya, mengarahkan kej*ntanannya lurus pada inti Alea yang basah dan seolah siap untuknya...
''Darren...''
''Betapa aku merindukan tubuhmu sayangku...'' bisik Darren di sela cumbuannya...
Ketika Alea kembali larut dalam kenikmatan sentuhan Darren, wanita itu mengernyit ketika kej*ntanannya mendesak masuk ke dalam inti tubuhnya dan memasukinya dengan gerakan yang cepat...
''Darren...'' jerit Alea merasakan sesak di sana...
''Kau adalah milikku Alea...'' suara lembut itu terdengar aneh...
Mimpi yang indah,.....Alea memejamkan matanya, lelah...
***********************************
__ADS_1
Alea terbangun dengan rasa sakit di lututnya..
''Arrggghhh.....'' desah Alea menjerit..
Pintu terbuka dengan tiba-tiba dan seorang pelayan masuk dan menunduk di hadapannya...
''Nyonya Alea....''
''Lututku...sakit sekali..''
''Baik...dokter sedang dalam perjalanan Nyonya Alea...''
Tak berapa lama kemudian Aiden masuk dan begitu terkejut ketika melihat sosok Alea sedang menangis, sementara ada darah yang mengalir dari lututnya...
''Alea.....''
Aiden mendekat mengambil tubuh Alea dan menggendongnya keluar dari kamar...dan menuruni tangga, di saat yang sama dokter yang di panggil segera masuk dan menunduk di hadapan pria itu...
''Mengapa kau sangat lama...'' geram Aiden dengan tatapan tajam...
''Maaf tuan Ken.......'' mata Aiden menyipit tajam ketika sang dokter hampir menyebut namanya....
''Tuan Aiden..silahkan baringkan nyonya di sofa...''
Aiden menurut dan membaringkan Alea....
Dokter lalu membuka perbannya dan darah segar itu mengalir dari lukanya...
''Aaaarrgggghhh....sakit sekali dokter....'' tangis Alea pecah di wajah pucatnya..
''Alea...bertahanlah....kau bisa menggigitku, atau mencakarku, agar bisa melampiaskan rasa sakitmu Alea..'' bisik Aiden mengelus rambut Alea yang sudah berantakan...
''Kakak...rasanya lututku akan patah, mengapa sakit sekali...'' tangis Alea mencakar lengan sang kakak sampai meninggalkan jejak tanda merah di lengan Aiden...
pria itu hanya terdiam....sakit akibat cakaran Alea bukanlah apa-apa di banding rasa sakit yang di alami Alea...
Alea terus menangis seperti anak kecil ketika luka di lututnya di bersihkan dari sisa dar*h yang menggumpal...dan Aiden setia memeluk tubuhnya dengan erat...
''Bagaimana bisa nyonya tidur dengan lelapnya sedangkan lutut anda sedang terluka, apakah nyonya tidak merasakan apapun....atau nyonya menggunakan obat penenang untuk tertidur...'' tanya sang dokter dengan wajah yang polos....
Deg!!!!!
''Obat penenang...'' ulang Alea mengerutkan kening...
Aiden tampak tidak suka dengan pertanyaan sang dokter lalu menatapnya dengan tajam....
''Adikku terlalu lelah jadi...dia tertidur lelap, mengapa kau malah mempertanyakan sesuatu yang aneh...'' suara Aiden meninggi di kamar....
Hening.....
Jantung Alea berdebar takut, ia sedikit iba dengan tatapan sang dokter yang terlihat menyedihkan..
__ADS_1
''Kakak...jangan marah...dokter hanya bertanya...''
Sentuhan Alea di lengan Aiden membuat pria itu terdiam namun, tidak dengan sorot matanya yang dingin seakan menusuk jantung sang dokter di depannya...
''Maafkan saya, tuan Aiden....''
Dokter itu lalu menundukan kepalanya sambil melilit perban di luka Alea...setelah itu dokter lalu bangkit dari tempat duduknya...Alea menghela nafas..ia pun merasa lega, namun sedikit merasa bersalah ketika melihat bekas gigitannya pada lengan Aiden yang berbekas,..itu sangat menyakitkan...
''Kakak...maaf aku mencakarmu terlalu kuat...''
Aiden menoleh dan tersenyum....
''Aku tidak mengapa Alea, kakak baik-baik saja, oya... sebentar kau tunggu disini Alea..aku akan menanyakan kondisimu pada dokter..''ucap Aiden dengan sangat lembut..
Pria itu lalu meninggalkan Alea di kamar bersama pelayan, dan menemui sang dokter.
*****
Dokter itu terkejut ketika, tubuhnya di seret menuju mobil..sementara Kenan mendekat dengan tatapan membunuh...sekejap saja meraih ujung jass sang dokter dan mencengkramnya dengan kuat..
''Beraninya kau mengatakan hal yang membuat wanitaku curiga...kau...akan mati...'' desis Kenan lalu menatap ke arah Adam lalu memberi isyarat..sekejap saja, tubuh sang dokter di masukan ke dalam mobil meski pria itu memohon dengan keras...
Namun Kenan tidak perduli, ia lalu tersenyum dingin dan segera melangkah masuk menuju kamar Alea....
*********************
Tiara sedang memotong tangkai bunga yang akan di letakan di kamarnya, dia sedang berada di taman, sejak bicara dengan Darius ia sering menghindari pria itu di berbagai kesempatan bahkan kamar mereka terpisah...
Ketika Tiara sedang asyik dengan bunga-bunganya, Darius mendekat dan berdehem meminta perhatiannya...
''Tiara....''
Wanita itu mengangkat wajahnya dan menoleh, ia bersikap sangat hati-hati.
''Tuan Darius......'' ucapnya dengan singkat...
''Tiara...aku...'' Darius mencoba mendekat namun Tiara malah menjauh...kenyataan itu membuat hati Darius menjadi nyeri.
''Katakan saja aku mendengarmu...''ucap Tiara pelan, sembari memetik setangkai bunga,...
Darius mengangguk...
''Menantuku Alea sedang mengalami kecelakaan, jadi aku harus melihatnya..aku akan...''
Tiara mengangguk dengan patuh..
''Pergilah tuan, sampaikan salamku pada Alea..semoga dia cepat sembuh..'' ucap Tiara..
Wanita itu kemudian melangkah......
''Tiara......''
__ADS_1
''Aku harus masuk sekarang, aku sangat lelah...permisi tuan Darius..'' ucap Tiara melangkah meninggalkan taman dengan airmata yang menetes....
Yah...ia harus mulai terbiasa untuk melepaskan hatinya...pada Darius..Tiara terus melangkah dengan langkah yang cepat, ia tak tahan berlama-lama dengan Darius...