
Kiano dan Nasya tak mampu menahan rasa terkejutnya sampai keduanya lupa bahwa mereka tidak sendirian disini..
Kiano menegakan tubuhnya, dengan senyum bahagia yang tak bisa dia sembunyikan...ini benar-benar Nasya bukan..? Nasya gadis yang di cintainya..gadis yang membuat harinya mendung karna kehilangannya...Kiano mendekati Nasya bahkan ia melewati Kanaya sang adik dan Alana yang hanya melebarkan matanya..mereka cukup syok dengan pemandangan di depan matanya..
''Nasya.......''
Kiano akhirnya dapat menyentuh gadis yang begitu ia rindukan, sedangkan Nasya membeku di tempatnya...ia tak tau harus bersikap bagaimana..semua ini terlalu mendadak hingga otaknya menjadi beku..ia sungguh tak mengerti mengapa Kiano ada di sini, walau ia tak bisa membohongi hatinya kalau ia juga merindukan Kiano..
''Sayangku........''
Kiano meraih tubuh Nasya hingga tenggelam di dalam pelukannya..dan tangisan Nasya pecah saat itu juga...
Hening.......
Baik Delvaro, Alana, Alan, Kanaya juga Liam dan Elif hanya menjadi penonton..masing-masing dengan pikirannya sendiri walau...mereka sangat terkejut...kebetulan yang sangat indah dan tepat, bagaimanapun mereka sedikit sedih karna Kianolah yang belum mendapatkan pasangan..
''Aku mencarimu kemana-mana Nasya aku seperti orang gila...mengapa kau tidak mendengarkan aku..mengapa kau tidak menungguku Nasya...''
''Aku pikir kau kembali pada kekasihmu..dia...dia membawaku pergi...''
Kiano menjauhkan tubuh Nasya dan menatap keseluruhan tubuh gadis itu..
''Bagaimana keadaanmu..bagaimana apakah kau terluka..dimana.....'' Kiano terlihat khawatir..
Nasya membiarkan Kiano menghapus airmatanya sambil menjelaskan
''Aku berhasil selamat karna paman Delvaro dan bibi Alana yang menolongku.......''
Deg!!!!
''Apa.....'' desah Kiano seolah tersadar..kalau mereka berdua telah melupakan kehadiran saudaranya yang lain...
Kiano membalikan tubuhnya dan menemukan tatapan tajam dari para saudaranya yang terlihat tak sabar untuk mendengar penjelasan mereka..Kiano menjadi gugup namun ia tak melepaskan genggamannya sedikitpun begitu juga dengan Nasya yang malah bersembunyi di balik punggung Kiano..
Delvaro bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum...
''Well....kami punya banyak waktu untuk mendengar penjelasan kalian berdua...''ucap Delvaro bersedekap.....
Kiano dan Nasya saling menatap....Kiano mengangguk, tentu saja dia tak takut apapun...Kiano sudah melalui hari berat tanpa Nasya jadi tak ada alasan baginya untuk takut pada apapun...termasuk menghadapi keluarga Nasya dalam hal ini Delvaro...
''Aku akan menjelaskan semuanya pada kalian, tapi satu yang pasti...aku dan Nasya saling mencintai.......''
''Kami bisa melihat itu Kiano..'' ucap Delvaro lalu memandang pada keponakannya Nasya yang sedang menatapnya dengan rasa bersalah dan takut..
**********
__ADS_1
Alana tampak antusias mendengar cerita Nasya dan Kiano bagaimana mereka bertemu, bahkan ibu dan ayah sudah mengenal Nasya..
''Jadi ternyata Nasya adalah gadis yang di maksud oleh ayah dan ibu...''ucap Alana antusias..
''Apakah ibu dan ayah membicarakannya..'' tanya Kiano penasaran...
''Ayah dan Ibu sangat berharap Naysa menjadi istrimu....woow....aku tak menyangka...keponakan suamiku akan menikah dengan Kiano Renov...bagaimana sayang kau setuju.....'' Alana melirik Delvaro yang sedang memeluknya sambil membelai perut besar Alana dengan gemas..
Delvaro menghela nafas..menatap Kiano dan Nasya bergantian...tak ada alasan baginya untuk melarang, atau menentang jodoh merek..itu bukan haknya..
''Jika Nasya bahagia..maka aku akan bahagia...lagipula aku akan tenang jika Nasya berada di pelukan yang tepat..yaitu Kiano Renov..''
Kiano menjadi sangat lega tentu saja...ini yang paling di tunggunya, restu keluarga Nasya yang ternyata adalah orang terdekat mereka...sungguh jodoh memang unik dan tanpa di duga mereka di pertemukan di ruang lingkup yang sama.....
''Bagaimana kalau kota mengejutkan ayah dan ibu...mereka pasti senang sekali..'' ucap Alana memberi usul....
''Ide bagus...ayo kakak dan kakak ipar..'' balas Kanaya begitu bersemangat..
********
Di dalam kamar, Genka masih tampak sedih..di sepanjang perjalanan tadi Genka bahkan masih melihat wajah sendu Kiano yang masih memikirkan Nasya yang hilang..tentu saja putranya sangat terpukul..Genka juga bingung haus mencari Nasya dimana lagi....
''Sayang..mengapa wajahmu seperti itu.......''ucap Kenan tampak khawatir..
''Aku memikirkan Kiano..dia pasti sedih sekali sayang..'' balas Genka lalu mendekati ranjang dan duduk di sana..
''Aku sudah meminta orang kita untuk mencari bahkan menyebar fotonya hanya saja sampai sekarang memang Nasya belum di temukan.......''
Wajah Genka menjadi murung lagi..ironis sekali..putrinya akan menikah besok namun putranya patah hati..sungguh kebahagiaan ini belum sempurna..dan Genka sangat sedih......
''Apalagi yang harus kita lakukan..bagaimana mengembalikan senyuman di wajah Kiano..dia sangat hancur...''
''Setelah pesta pernikahan besok kita akan bicara dengan sepupunya yang lain..dan meminta mereka untuk membantu..aku yakin Nasya akan baik-baik saja...''
''Semoga saja sayang....aku berharap sekali...kalau akan menemukan Nasya..dia sangat mirip sepertiku dulu..dia sangat manis dan tulus..''
Kenan menyentuh bahu sang istri dan mengusapnya lembut.....
''Tolong jangan sedih sayang, aku tak ingin kau sampai sakit....aku berjanji kalau Nasya akan menjadi menantu kita..aku akan mencarinya sampai ketemu.......''
Genka merasa lebih lega, dia tau benar kalau Kenan akan menemukan Nasya..yah..jika suaminya sudah berjanji maka itu pasti akan menjadi kenyataan...
''Baiklah...kita istirahat sekarang..
''Yah....kita harus bangun pagi-pagi sekali sayang..'' balas Kenan lalu meminta Genka untuk segera tidur..
__ADS_1
Namun....ketukan di pintu membuat Keduanya saling menatap..
''Siapa yang datang...''
''Biar aku membukanya, itu pasti Kanaya...''ucap Kenan bangkit dari ranjang dan melangkah menuju pintu..
Ceklek...
Pintu terbuka dan menampakan Alana, Alan, Kiano dan Kanaya....
Kenan sedikit terkejut......
''Mengapa kalian ada disini......''
Alana tersenyum..
''Ayah tutup mata..kami akan memberi kejutan........''
Genka yang penasaran segera menyusul sanga suami..
''Siapa itu,...''ia pun ikut terkejut...
''Ada apa dengan anak-anak ini.....''tawa Genka pecah..
''Ibu juga harus tutup mata....''
''Ada apa ini..jangan mengerjai orangtua..'' ucap Genka penuh canda..
Namun Alana dan Kanaya bersikeras kalau Genka dan Kenan harus menutup mata dan mereka tak punya pilihan selain mengikutinya..
Setelah mereka menutup mata..Nasya masuk dan berdiri di hadapan keduanya...
''Ada apa ini....sudah belum..'' Genka tampak tak sabar..
Kiano dan Nasya saling memeluk dan menunggu kedua orangtua mereka membuka mata..
Dan ketika mata mereka di buka..betapa terkejutnya Kenan dan Genka melihat Nasya berdiri di depan mereka bersama sang putra yang tampak sumringah bahagia,..
''Nasya Flow......''
''Bukan Nasya Flow ibu..dia adalah cucu dari tuan Alex dan Arkana, dan keponakan dari kak Delvaro...''
Kenan dan Genka saling memandang, mereka tak mampu menyenbunyikan kebahagiaan mereka lagi.....
''Nasya.....'' desah Genka dengan mata yang basah..
__ADS_1
Nasya memeluknya dengan begitu erat....
''Apa kabar ibu........''bisiknya dengan lembut....