Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Merasa bingung


__ADS_3

Ola membeku.....ketika menyadari sosok Erland berubah dalam sekejap, dalam balutan jas tiga potong dia terlihat begitu tampan..sebelumnya Erland tampak memakai kacamata sedikit tebal dengan wajah yang manis, namun saat ini dia berbeda...gayanya terlihat seperti para mafia dengan tatapan mata yang tajam..


''Ola.......''


''Selamat pagi kak Erland......'' Ola tersenyum dengan sangat sopan..


Erland tersenyum.....sembari melirik jam di tangannya tampak tidak sabar.......


''Ehm.....kita akan terlambat bukan, 30 menit dari sekarang..aku akan mengenalkanmu dengan rektor di kampus yang akan kau masuki Ola...''


Mata Ola membulat sempurna dengan ekpresi terkejut,.....


''Yah...aku terlambat....''


''Waktu mandimu 15 menit dari sekarang...''


Ola mengigit bibirnya dengan begitu cemas..


''Aku akan lebih cepat dari itu,.....''


''Hah........'' Erland terkekeh...geli..sambil menggelengkan kepalanya, gadis yang unik..


Seorang gadis cantik bersiap kurang dari 15 menit...? Erland baru pertama kalinya mendengar tentang itu dan sungguh ia semakin terpesona..


Pria itu menatap semua bunga segar yang di tata sendiri oleh Ola dan tersenyum...gadis ini sangat berbakat dalam hal menata...


Erland lalu menangkap salah satu bunga mawar yang hanya satu tangkai, dia terlihat indah dengan kelopak yang terlihat masih kecil namun menawan hatinya, pria itu lalu mendekat dan mengambil salah satu kembang disana..


Dan pada saat yang sama Ola keluar dari dalam ruangannya, gadis itu melangkah mendekat dan..tersenyum..


''Kakak....'' bisiknya dengan senyuman..


Dan disaat yang sama......


Erland membalikan tubuhnya dan menemukan senyum manis Ola yang terlihat begitu menawan hatinya....


Sambil mendekat ia menyerahkan tangkai mawar tadi di tangan Ola hingga keduanya saling menatap....


''Kak Erland.....''


''Untukmu..bunga ini terlihat indah sepertimu...''


Deg!!!!!


Ola terdiam sebentar dan menilai arti dari pemberian bunga ini..apakah..itu berarti kak Erland menyukainya begitu...?


Mengapa hatinya merasa tidak enak,.....hatinya berada di tempat lain dan sungguh tak siap untuk hati yang baru apalagi seorang tuan Erland....pria yang sangat kaya raya dan adik dari tuan Darren...sungguh tidak mungkin bagi Ola untuk menerimanya....


''Bunga yang indah....'' ucap Ola mulai menjaga sikapnya..ia tak ingin terlihat menggoda Erland..


''Baiklah ayo kita pergi Ola...''


''Baiklah........''

__ADS_1


Mereka pun keluar dari sana dan tanpa sepengetahuan Ola kalau Lukas sedang menatap kebersamaan mereka dengan tatapan yang dingin...


Bagaimana bisa...dia dibandingkan dengan tuan Erland..bukankah seperti bumi dan langit...? Lukas memutuskan kalau ia akan memilih mengalah..lagi pula Ola akan bahagia ketika menjadi bagian dari keluarga Hugo yang kaya raya.....


Lukas lalu melangkah meninggalkan tempat itu dengan satu tekad yang kuat......


******************************


Pagi ini Darren di kejutkan dengan ucapan Lukas kepadanya..mereka masih bertatapan tajam di dalam ruang kerjanya...


''Lukas katakan kalau apa yang aku dengar ini tidaklah benar...''


Lukas menundukan kepalanya.......


''Aku benar-benar serius dengan perkataanku tuan Darren.....aku akan kembali ke kota asalku..''


''Apa semua karna seorang gadis...''


Lukas terdiam.....


''Tidak....ini bukan seperti itu tuan Darren.....''


Darren bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Lukas, dia juga telah menganggap Lukas seprti adik kandungnya sendiri...bagaimana bisa ia melepas pria ini..? Lukas telah menemaninya selama belasan tahun dan ia tau betul apa yang sedang di pikirkan pria ini...


Darren menyandarkan tubuhnya di meja kokohnya dan bersedekap....


''Apakah ini semua tentang Ola...''


Deg!!!!!


''Tuan Darren.......''


''Apakah kau mencintainya dan menjadi tidak enak karna yang aku lihat Erland juga mendekatinya....''


Lukas menundukan kepalanya lagi...walau akhrnya ia mengangguk..


''Gadis itu membenciku karna kesalahanku di masa lalu, kini aku bertemu dengannya lagi namun....aku mendapati perasaanku berbeda...aku mulai menyukainya tapi sebaliknya dia membenciku.....''


Darren menganggukan kepala mendengarkan..


''Lalu...mengapa kau memilih menghindar Lukas, kau seorang tangan kanan Darren Hugo...kau adalah pria pertama yang aku percaya sebelum Erland..kita berdua telah melalui banyak hal aku..hanya tak bisa terima kau memperlihatkan sisi lemahmu..Lukas...kau bisa mendampingiku selama ini karna...kau dan aku punya sikap dan sifat nyaris sama...kau pria istimewa kau cukup kaya......aku hanya ingin kau dengar ini....kejarlah dia kalau dia juga mencintaimu...bersainglah dengan adil...jika Ola di takdirkan untukmu dia pasti bersamamu....tapi jika tidak maka kau akan kehilangannya namun.....aku tak akan melepasmu Lukas.....''ucap Darren panjang lebar....


Lukas mengangguk.......


'' Mengapa aku seperti mendapat kekuatan darimu tuan Darren...''


Darren tersenyum bangga.....


''Aku adalah Darren Hugo...siapa yang bisa menandingiku...''


Lukas tersenyum dan menganggukan kepala, ia menunduk penuh hormat...


''Terimaksih tuan Darren, terimakasih untuk bersikap adil karna kali ini adikmu juga menyukai gadis yang sama denganku...''

__ADS_1


Darren mengangguk........


''Ketika bersama Alea..aku belajar banyak hal, ketika aku kehilangan Alea..aku juga belajar banyak hal.....apa artinya bersikap adil....''


Lukas kembali menundukan kepalanya, kali ini ia benar-benar menaruh hormat kepada Darren......


************


Ola dan Erland keluar dari kampus dengan senyuman....


''Aku di terima...astaga, itulah sebabnya mempunyai koneksi akan mempermudahmu...terimakasih kak Erland...''


Erland lalu mengangguk....


''Tentu saja....bagaimana kalau kita makan siang....''tawar Erland dengan penuh harap..


''Tentu saja...aku juga sangat lapar...'' ucap Ola...


Erland dan Ola baru saja hendak menghampiri mobil ketika sebuah telp mengalihkan perhatian Erland, pria itu meminta waktu untuk menerima telp....sementara Ola menunggu di parkiran kampus...


Tak berapa lama kemudian Erland datang dengan wajah sedikit kesal..


''Maaf Ola..kita tidak bisa makan siang lebih dahulu...kaka menelfonku agar segera ke perusahaan,..''


''Pergilah..kita masih punya banyak waktu...''ucap Ola mengerti..


''Aku akan panggilkan taxi...''


''Tidak usah...aku akan mampir ke toko buku sebentar, aku akan baik-baik saja..'' balas Ola dengan senyuman lembut....


Erland akhirnya mengangguk pasrah..lalu meninggalkan tempat itu meninggalkan Ola yang berdiri di tengah jalan...


Gadis itu lalu menaiki taxi untuk menuju restoran cepat saji, dia menyukai hamburger dan ingin melahapnya dengan beberapa kentang goreng,....


Ola akhirnya sampai di restoran cepat saju dan segera masuk...ia mengambil tempat duduk di paling sudut setelah mengambil pesanannya..gadis itu mulai membuka pesanannya dengan mata berbinart, dia lapar sekali...


Ola baru saja ingin makan namun, pandangannya jatuh pada kemesraan pria yang begitu ia kenal..Lukas..duduk bersama seorang wanita yang cantik dan sexy mereka sedang makan bersama dan tampak akrab...


Ola gemetar...rasa laparnya mendadak hilang, di ganti perasaan aneh yang tidak enak di dadanya..


Ola bangkit dari tempat duduknya walau ia belum sempat makan dan hanya minum saja..gadis itu hendak melangkah namun ia malah menubruk minumannya sendiri dan minuman itu tumpah dan mampu membuatnya menjadi pusat perhatian, tak terkecuali Lukas dan juga teman wanitanya..pandangan mereka bertemu...


Namun Ola lebih dahulu memutus tatapannya dan melangkah keluar dari restoran dengan berjuta perasaan di dadanya.....


Sedangkan Lukas tersenyum..ia menatap ke arah teman wanitanya dan tersenyum...


pria itu lalu keluar dengan cepat mengikuti Ola yang sudah lebih dahulu keluar...


Ola menyetop taxi sembarangan....namun ketika taxi itu berhenti dan ia ingin masuk..sebuah tangan menutup pintu tax dan menarik tubuh Ola berbalik..


Deg!!!!


Lukas bisa melihat tatapan rapuh itu menyiksanya......

__ADS_1


''Ola...........'' bisik Lukas dengan tatapan beku...


__ADS_2