
Genka dan Alana menatapnya dengan satu pandangan yang sama terutama pada kantong yang ia bawa...
Kenan tersenyum...
''Apa yang ayah bawa itu...''
''Coba tebak....'' tatap Kenan kepada ALana dan juga Genka..
''Eskrim...yey.....'' seru Alana melompat ke arah Kenan...
Pria itu memeluknya dengan erat dengan tawa lepas...sementara matanya menjebak Genka yang memandang dengan keinginan yang sama...
''Ayo kita duduk duduk dulu...'' ucap Kenan sembari duduk di bangku taman dengan memangku Alana yang manja..
Sementara Genka hanya berdiri dan mencoba tidak menatap ke arah kantung yang sungguh menggugah selera....
''Ada salad buah juga apakah untuk bibi Genka..'' tanya Alana menggoda....
Kenan hanya menganggukan kepalanya lalu menatap Genka..
''Duduklah Genka.....''ucap Kenan dengan suara lembut...
Genka akhirnya menyerah, dia terlalu tergoda dengan salad segar itu dan tak bisa menolak kehadirannya...
''Ini untukmu....''
Genka sungguh tak percaya...mengapa sikap tuan Kenan sangat berbeda...dia terlihat lebih perhatian, ataukah ini hanyalah kebetulan...yah..mana mungkin tuan Kenan akan melihatnya...??
__ADS_1
''Terimakasih tuan Kenan...''
''Makanlah........'' titah Kenan dengan sedikit memaksa...
Genka mengangguk lalu mulai memakan salad buah yang segar itu dan menikmatinya....pemandangan itu tak luput dari pandangan mata Kenan yang sedari tadi mengawasi Genka...
Perlahan ia tersenyum...
Pikiran Kenan terbang sendiri dan membayangkan jika suatu saat bayinya akan memanggilnya ayah...dan mereka akan bermain bersama..tapi apakah dia laki-laki ataukah perempuan...? meski Kenan berharap kembar seperti Alana dan Alan..
Lamunan Kenan begitu indah sampai Alana mengejutkannya dengan tepukan di bahu Kenan..
''Ayah.....Ayah.....'' teriak Alana...
''Yah...sayang...'' desah Kenan terkejut...
Kenan membeku....sudah di pastikan kalau kemungkinan besar Genka sedang hamil...Kenan tak bisa berharap dulu karna semuanya belum pasti dan satu-satunya jalan keluar adalah tes kehamilan, namun....ia tak ingin Genka tau...gadis ini akan pergi dengan cepat ketika ia tau kalau dirinya hamil..
Genka tak mengerti mengapa dia menghabiskan semuanya dengan cepat, dan membuat tatapan heran di wajah tuan Kenan dan ALana..
''Maaf...apakah tuan juga menginginkan salad ini...''
Kenan terdiam menatap salad yang di habiskan Genka tanpa tersisa...bagaimana anaknya di dalam sana...apakah dia senang ayahnya yang membelikan semua ini...? yah...anaknya harus tau perjuangan ayahnya...
''Aku tidak menginginkannya Genka aku memang membelikannya untukmu...''
''Cie...cie....so sweet,.....'' sambung Alana menggoda keduanya...
__ADS_1
''Alan tidak boleh seperti itu sayang..ayah hanya kebetulan membelikannya untuk bibi namun jangan berpikir hal yang lain...'' suara Genka terdengar lembut...
Alana hanya memutar bola matanya dengan ekspresi menggemaskan....
''Biarkan saja Genka...dia hanya anak-anak yang suka menggoda..''
Genka menunduk penuh permintaan maaf...
''Seminggu lagi kau akan kembali kerumah dan memulai sekolah sayangku, ayah akan merindukanmu....'' bisik Kenan dengan wajah sedih...
Wajah ALana dan Genka juga terlihat murung...
''Aku akan mengunjungimu kalau libur lagi ayah...jangan khawatir...'' bisik Alana memeluk tubuh Kenan dengan erat...
Genka pun menghela nafas,...jika ALan kembali maka dirinya akan pergi..ia tak ingin menjadi penganggu dalam hubungan tuan Kenan dan Nyonya Sandra...setiap kali mereka melintas, nyonya Sandra terlihat benci sekali kepadanya...mungkin ini saat terakhir dia benar-benar harus pergi...
*******
Genka baru saja keluar dari kamar Alan langsung di cegat Kenan...
''Tuan Kenan...''
''Aku ingin kau menampung urinmu dan di serahkan besok pagi...''titah Kenan tajam..
Genka mengerutkan kening ia sangat terkejut...
''Hah.....''
__ADS_1