
Lisa terbangun dari tidurnya, sambil mengusap matanya...ini masih malam atau sudah pagi...??Lisa lalu membuka matanya pelan dan sedikit terkejut melihat Safia sedang duduk dan menatapnya, betapa malunya Lisa menyadari jika dia hanya memakai selimut untuk menutup tubuhnya yang polos..
Lisa segera bangun perlahan dan menatap Safia...ia merasa heran mengapa tengah malam begini Safia malah berada di kamarnya....dimana Luke...?
Melihat Lisa terbangun Safia lalu mendekatinya...
''Kau sudah bangun, mengapa sudah bangun,...ini masih malam...''ucap Safia..
''Tidak....dimana Luke...''
Safia berdehem.....
''Luke berada di bawah, dia dan Devan sedang bicara.....''
Lisa memejamkan matanya dan memijit pelipisnya..ia kemudian menatap Safia...
''Maafkan aku..kau melihatku dalam keadaan begini, aku malu Safia..'' Lisa tersenyum....
Sementara Safia menatapnya penuh pengertian....
''Itu bukan masalah anggaplah aku kakak perempuanmu Lisa...''
Deg!!!!!
Lisa menatap Safia yang terlihat tulus...
''Terimakasih Safia...''
''Yah....bagaimana kalau aku membantumu ke kamar mandi...''ucap Safia tersenyum penuh arti dan Lisa hanya terkekeh...
''Baiklah....''
__ADS_1
************
Lisa akhrinya keluar dari kamar mandi namun perasaannya tidak enak, lalu dengan iseng melangkah mendekati Jendela dan...mengintip keluar...
Deg!!!!!
Lisa begitu terkejut ketika melihat ada banyak pria bersenjata sepanjang pantai..wajahnya memucat..Lisa lalu bergerak ke sisi Jendela di seberang kamar dan mengintip lagi...matanya melebar seakan tak percaya melihat seorang Kenan Renov sedang memukul seseorang yang ia yakin itu Luke.....
''Oh Tidak...Luke....'' Lisa menggeleng ketakutan...
Lisa menyambar gaun di dalam lemari dan memakainya dengan cepat...
''Lisa.....''
Safia yang baru dari kamar mandi mendekati Lisa dan menatapnya...
''Safia....mengapa kau tidak memberitahuku kalau Tuan Kenan datang di pulau....mengapa...'' teriak Lisa histeris...
Safia memejamkan matanya...
''Jika aku tidak keluar mungkin Luke akan mati.....'' jerit Lisa gemetar,...
Safia membeku dengan wajah pucat...
''Apa maksudmu....''
Lisa menoleh lagi...
''Kau ingat jika aku bilang bahwa tuan Kenan menjadi musuh Luke...mereka akan saling membunuh...''
Lisa tak sempat menata rambutnya.....memakai gaun tidur berwarna putih, rambutnya tak sempat ia rapikan, Lisa bergerak berlari menuju pintu....sementara Safia mengikutinya dari belakang....
__ADS_1
''Lisa....bagaimana kalau mereka menembak kita...?'' ucap Safia ketakutan...
''Tuan Kenan bukan pria yang sembarang menembak....kau tenang saja Safia...kita harus segera kesana...'' ucap Lisa dengan rasa cemasnya yang besa...
Gadis itu menuruni tangga dengan cepat sementara Safia mengikutinya dari belakang....
************
Luke mengerang ketika sadar Kenan mendekat, meraih tubuhnya....dan kembali memukul wajah dan tubuh Luke dengan begitu kuat hingga Luke kembali jatuh ke tanah...
Kenan merasa kesal karna Luke tidak membalas sama sekali pukulannya...
''Mengapa kau tidak membalasku....mengapa Luke...'' teriak Kenan dengan suara keras..
Sementara Luke mengerang ketika tubuhnya sudah lemah...perlahan ia menaikan wajahnya menatap mata Kenan yang terlihat membara..
''Ibuku pernah bilang.....Jika kau bersalah maka kau harus diam.........''
Hening.....
Kenan membeku ketika ia mendengar ucapan Luke yang familiar.....mengapa ia seolah pernah mendengar kata-kata itu....
Kenan tersenyum kejam lalu mendekat....
''Baiklah..karna kau bersalah maka kau memang harus diam...''
Kenan mendekat dan meraih ujung kemeja Luke...ia baru akan menarik tangannya untuk memukul...tangannya sudah berada di udara...namun seketika itu juga Kenan membeku melihat sebuah liontin berbentuk hati yang tersembuyi dalam kemeja Luke...
Tubuh Kenan bergetar...segera merebut kalung panjang di leher Luke dan memegangnya dengan gemetar....Kenan membeku berdiri di tempatnya dengan gusar....
Ia lalu menatap Luke lagi....
__ADS_1
''Darimana kau mendapatkan kalung ini...katakan....''
Luke membeku di tempatnya......