
Pagi itu juga...semua para pelayan di kumpulkan dari yang bertugas di peternakan dn juga di dapur utama...ada Lisa, Mosa dan juga Geri yang sangat baik dan selalu membantunya...
Mereka menunduk hormat pada sang nyonya yang baru,...sementara Mosa dia terlihat sangat gusar dan sedikit tidak menerima kenyataan, dan pandangan itu tidak luput dari pandangan Genka..
''Ehm....kalian tau mengapa aku mengumpulkan kalian semua disini...''
Mereka saling menatap satu dengan yang lain dan menggeleng,
''Kami tidak tau alasannya nyonya Genka..apakah kami melakukan kesalahan...'' ucap Lisa dengan wajahnya yang polos...
Sementara Geri hanya terlihat pasrah...
''Aku ingin mengatakan kalau...aku akan mengadakan roling, artinya kalian akan saling bertukar pekerjaan...''
Mereka saling memandang dengan kerutan di dahi....
''Apa maksud nyonya...''
Genka berdiri dengan senyuman lembutnya....
__ADS_1
''Para pelayan di rumah utama selama ini hidup dengan makmur, jadi kenbanyakan dari mereka bertubuh besar karna kurangnya pekerjaan, jadi aku memutuskan mulai sekarang...
''Lisa akan menjadi kepala pelayanku...sementara Geri akan menjadi supir pribadiku...lalu Mosa..karna usiamu sudah sedikit lanjut aku membebaskanmu dari pekerjaan dan akan mengirimmu pulang ke kampung keluargamu...''
Mosa sungguh terkejut.....mendengar ucapan sang nyonya baru yang baru naik status dari pelayan rendahan menjadi Nyonya besar,...darah Mosa mendidih walau ia masih berusaha menahan emosinya....
''Apa maksudmu nyonya......aku tidak terima..tuan Kenan,...aku telah bekerja pada tuan Kenan dalam waktu yang lama....bukankah ini penghinaan nyonya aku tidak mau keluar dari rumah ini....'' Mosa terlihat menantang...
Dan Genka mengepalkan tangannya...
''Aku tau selama ini kau selalu melakukan tindakan kejam kepada para pelayan lain dan selalu menebar intiidasi..kau pikir aku tidak tau ucapannku....ucapanku adalah ucapan suamiku..apa kau mengerti...''
Paaacckk!!!!
Tubuh Mosa terlempar sampai jatuh membentur lantai dan ruangan menjadi hening..ketika sosok sang tuan besar Kenan tiba-tiba muncul dan mengejutkan dirinya...
''Lancang.....beraninya kau membantah kata-kata istriku...beraninya kau...menghinanya...'' suara Kenan meninggi di dalam ruangan..
Para pelayan menjadi ketakutan...
__ADS_1
''Tuan Kenan........''
''Karna aku seorang wanita dan usiamu lebih dariku jdi...aku masih menahan diriku Mosa, tapi kau keterlaluan..kejahatanmu sudah terlalu banyak...dan aku tak akan membiarkan kau terus melakukan kejahatan itu...''
Mosa sungguh ketakutan dan tidak bisa membela diri lagi...kejahatannya terbongkar ketika satu persatu pelayan mulai berkata jujur tentang dirinya..bahkan Mosa menyiksa mereka sewaktu Kenan dan Genka pergi...jadi tak ada alasan membiarkan Mosa tinggal...
''Geri...bawa wanita ini keluar bersama para pelayan lain sebagai pengikutnya aku tak ingin memelihara ular disini...'' teriak Kenan dengan lantang....
Geri mendekat bersama beberapa anak buah Kenan yang lain, tubuh Mosa lalu di seret keluar dari rumah besar itu walau dengan berbagai drama..namun Kenan tidak memberi ampun...
Ia lalu menatap seluruh pelayannya...
''Aku ingin kalian semua menghormati istriku dari sekarang...jika kudapati kalian berhianat maka kalian semua akan berhadapan dengan kemarahanku...''
Semua yang ada di ruangan itu menunduk hormat...mereka sungguh lega melihat Mosa telah pergi dan tentunya senang dengan sang nyonya yang baru..apalagi nyonya Genka begitu baik....
''Kami menghormati nyonya Genka....'' teriak mereka serentak dan Genka tersenyum,......
Sementara Kenan memeluk istrinya dengan sayang.....
__ADS_1