
Pagi Hari......
Alana turun dari lift dengan tubuh yang tidak bertenaga, mimpi itu masih sangat membakas di ingatannya...
Ini sudah seminggu sejak kepulangannya dari luar negri, beruntuntung para orangtuanya tidak terlalu bertanya tentang apa yang terjadi disana..karna ia dan Liam berhasil mengatakan kalau semuanya baik-baik saja...Alana bersiap menjalani hari-harinya dan berhenti menjadi seorang model...dan bergabung di dalam perusahaan bersama sang kakak Alan.
Ting!!!!
Alana keluar dari lift dan langsung di sambut tatapan tajam Alan..
''Tuan putri..jam berapa sekarang, kau akan mengacaukan perusahaan jika sering terlambat..''
Alana melirik sinis...
''Kau selalu saja mencari masalah denganku..'' ucap Alana melangkah cuek ke ruang makan..
Disana sudah ada Daddy, Mommy dan juga Kanaya yang baru saja memulai sarapan, Darren menatap putrinya...
''Alana....mengapa belum bersiap ke perusahaan...''
Alana melangkah malas dan menarik kursinya di dekat sang Daddy dan menyandarkan tubuhnya dengan manja..melihat hal itu Alea dan Alan juga Kanaya hanya menggeleng pasrah..
Alana yang egois...dan posesif...
''Daddy..aku bermimpi sangat buruk dan itu mengganggu pagiku, jadi bisakah aku tidak pergi sekarang....''
Alan mengangkat wajahnya...
''Bagaimana bisa kau melakukannya Alana...kau sudah menunda masuk perusahaan beberapa kali...''sambar Alan...
Alana pun tak tinggal diam dan segera menghasut sang Daddy..
''Kak Alan akan menyiksaku jika aku bekerja bersamanya Daddy lihatlah sikapnya itu...dia sangat kejam kepadaku...bagaimana kalau aku bekerja di ruangan Daddy saja..aku bisa belajar disana...''
Alan tertawa kesal..Alana benar-benar gadis yang menyebalkan...keduanya saling menatap tajam..hal itu sudah biasa bagi Alea dan Darren juga Kanaya yang mulai paham dengan si kembar ini..beruntung dia dan Kiano tidak seperti mereka yang selalu saja ribut jika bertemu..tapi jika berjauhan maka Alana akan seperti orang gila memikirkan adik kembarnya..setidaknya Kanaya sudah melihat betapa Alan merindukan Alana dan menjadi pendiam, ia tak pernah tersenyum dan tak berhenti khawatir dengan adiknya sampai, ia mendengar ALana akan pulang, Alan tanpa ragu menjemput Alana di bandara dan mulai saat itu ia sering tersenyum..walau tetap saja pertengkaran mereka akan selalu terjadi..
Kanaya hanya menggeleng sambil mengulum senyum..dan ketika ia mengangkat wajahnya gadis itu membeku melihat Alan menatapnya dengan tajam..
Deg!!!!
Senyum di wajah Kanaya menguap lalu kembali melanjutkan sarapannya dalam diam..
''Alan....jangan terlalu keras pada adikkmu..'' titah Darren tegas..
Permintaan Alana adalah kewajiban dirumah ini...
Alana menaikan sudut bibirnya tanda kemenangan kepada sang kakak...sementara Alan hanya menggeleng kesal..
''Baik Daddy tapi tolong bawa dia keruangan Daddy saja..jangan diruanganku aku tak akan tahan melihatnya..''
''Aku juga tak akan seruangan deganmu enak saja,...''
''Diam....mengapa sikap kalian berduia seperti anak-anak...lihatlah Kanaya dia adalah calon menantu Mommy yang baik..astaga..'' Alea bersuara dengan nada yang tinggi..
Ruangan menjadi hening....Darren memeluk Alana dan berbisik agar diam..atau Mommy akan mengeluarkan kemarahannya..Alana pun mengerti dan memulai sarapannya...
Sarapan selesai dan Alana bersiap kembali ke kamarnya dan akan tidur lagi..setelah bermimpi semalam...
Alea menatap Alan..
''Antar Kanaya ke sekolah Alan..itu tanggung jawabmu mulai sekarang..''ucap Alea tak ingin di bantah..
Alan hanya menganggukan kepala patuh, ia paling tak bisa membantah sang Mommy...
__ADS_1
''Baik Mom.....''
Kanaya mengangkat wajahnya..
''Mommy...aku yakin kak Alan repot jika harus mengantarkan aku ke sekolah..jadi biarkan supir saja...''ucap Kanaya merasa tak enak..
Alan menghela nafas..
''Aku tidak repot...jadi bersiaplah aku tunggu di mobil...'' ucap Alan dengan sangat tegas..
Kanaya lalu menunduk..
''Baiklah...''
Kanaya lalu berpamintan kepada orangtua Alan, dan juga Alana..lalu melangkah ke kamarnya mengambil semua peralatan sekolahnya,...
Sementara Alana membungkukan badan memberi hormat..
''Daddy dan Mommy aku pergi...''
Darren dan Alea tersenyum...
''Kau tidak menciumku..'' ucap Alana protes..
Kebiasaan mereka jika akan pergi wajip cipika dan cipiki..hal ini membuat Alan kesal dia tau Alana sedang mengerjainya..
''Alan....'' ucap Alea memberi isyarat...
Alan akhirnya melangkah dan mendekati Alana dan mencium adiknya..walau itu di lakukannya dengan sangat terpaksa..
''Aku pergi Alana...''
''Hati-hati kakakku sayang....'' balas Alana dengan lembut hingga menimbulkan geraman kecil yang hanya di mengerti keduanya..
''Daddy akan sedikit terlambat Alan..bisakah kau menangani rapat kali ini..''
''Baik Daddy..''
''Bagus...kau putraku yang aku banggakan..''
Alan pun tersenyum senang,..ketika mendapat pujian dari orangtua sendiri adalah kebanggaan yang tak bisa ternilai oleh apapun...
''Daddy jangan lupa jam 11 ada pertemuan kerjasama dengan perusahaan DA Group..''ucap Alan mengingatkan...
Darren tersenyum..
''Tentu saja...Daddy akan menemui mereka..kebetulan dia adalah putra teman lama Granddy Darius, jadi Daddy tak akan terlambat dalam pertmuan itu,...ucap Darren tersenyum..
Alan mengangguk lalu melangkah meninggalkan ruang makan..
''Perusahaan DA apa itu....''
''Mereka adalah cabang perusahaan di bidang komunikasi trbesar di luar negri, putrranya akan mengembangkan perusahaan di negara ini jadi Daddy akan mendampinginya..''
Alana menganggukk...
''Aku jadi pusing.....''
''Kau bilang akan mendampingi Daddy bukan..jadi besok ikutlah dalam pertemuan itu Daddy ingin kau mulai belajar disana..''
''Tapi Daddy...''
Darren menatap sang putri dan kembali memeluknya dengan sayang, jemarinya membelai rambut Alana...
__ADS_1
''Kau mau pilih bersama Daddy atau bersama kakakmu Alan.....''
Alana terkejut dan menatap mata Darren..
''Aku akan memulihkan diriku dan mendampingi Daddy besok..''
Darren tersenyum...
''Itu baru putriku yang cantik....'' ucap Darren tersenyum..
''Baiklah aku mau tidur..'' ucap Alana bangkit dan memeluk dan mencium sanga Daddy lalu Mommynya...
''Aku mau tidur Mom..jangan ganggu aku...''ucap Alana sambil memeluk Alea..
''Baiklah...karna kau akan mulai bekerja besok maka kau bebas hari ini..''
Alana melompat senang dan melangkah keluar kamar...sementara Darren mendekati Alea dan memeluk istrinya dengan sayang, dan melum** bibirnya....
''Jangan terlalu keras pada Alana...''bisik Darren..
Alea memutar bolamatanya jengah..
''Tuan Darren Hugo justru aku yang akan memberimu permintaan..bisakah kau tidak terlalu memanjakan Alea...lihatlah dirinya..''
Darren terkekeh....
''Dia permata hatiku sayang, aku tak bisa..dia sangat berharga bagiku..melihat dia sedih akan melukaiku...''ucap Darren pasrah...
Alea akhirnya tersenyum...
''Baiklah...aku mengerti,...puas..''
Darren tersenyum...
''Aku merindukanmu sayang...jadi bisakah kita........''
Alea hanya tersenyum...
''Kau sangat mesum...''
Darren mengangkat bahu...itulah dirinya...
***************
Kanaya sedikit terkejut ketika Alan menghentikan mobilnya di sebuah terminal..gadis itu menoleh dengann wajah polos...
''Kak Alan....''
''Turun.....''ucap Alan dengan dingin...
Kanaya sungguh terkejut,....
''Mengapa...''
''Kau benar sangat merepotkan aku Kanaya...jadi turunlah..mulai sekarang kau akan kuturunkan di terminal ini dan silahkan kau naik taxi sendiri...''ucap Alan dengan dingin...
Kanaya tak menyangka jika sikap Alan sangat kejam kepadanya bahkan ia hampir terlambat...namun Kanaya menolak bersikap keras dan lebih memilih mengalah...
''Baiklah..terimakasih tumpangannya...hati-hati di jalan kak Alan...'' Kanaya bahkan masih tersenyum walau ekpresi Alan sangat dingin....
Gadis itu keluar dari mobil dan melangkah menuju terminal dan mobil Alana meninggalkannya sendirian....
Kanaya hanya mampu menghela nafas.......
__ADS_1