
Hening.......
Darius masih memeluk tubuh polos Tiara, mereka saling menatap lewat cermin, posisi ini sangat intim dan panas, Tiara pikir pria ini akan memintanya bercinta lagi dengannya seperti yang sudah-sudah, ketika Darius datang ke kamarnya pasti ingin sesuatu darinya..hingga airmata wanita itu menetes..dalam sekejap saja ia menghempaskan pegangan Darius lalu mereka saling menatap tajam...
''Untuk apa kau kemari, kau ingin tubuhku ia.....''tatap Tiara dengan airmatanya yang jatuh....
Darius hanya diam mendengar kemarahan Tiara yang meluap.....
''Baiklah....aku mengalah, karna selama kehamilanku kau yang memberikan segalanya, kebutuhanku, makananku, uang dan segalanya maka kau berhak untuk menyentuh aku kan...ayo lakukan saja......lakukan dengan cepat......'' jerit Tiara dengan kesedihan yang tergambar jelas disana..
Hening...............
Darius sama sekali tidak menjawab Tiara, sebaliknya ia melangkah ke lemari mengambil jubah dan mendekati Tiara dan menutup tubuhnya hingga Tiara begitu terkejut...
''Aku ingin kita bicara Tiara...''
''Hah......''
''Aku akan menunggumu selesai berpakaian, kita akan makan di luar....sementara itu aku akan bersiap-siap..''
Tiara sungguh terkejut namun memilih diam..kerutan di dahinya semakin dalam ketika melihat keluar dari kamarnya....
Ketika Darius sudah pergi, Tiara hanya mampu menghela nafas...apa yang akan terjadi mengapa ia takut sekali...ini pertama kalinya Darius mengajaknya makan di luar,....mau tak mau ia menjadi sangat gugup...
******************
Sebuah Restoran di pinggir laut yang privat menjadi pilihan Darius untuk makan malam, sementara,...Tiara melangkah di sisi Darius meski sedikit malu, bagaimanapun ia merasa tak pantas melangkah bersama seorang pria pengusahan sukses dan terkaya di kota ini..meski usia Darius sudah tak muda namun dia sangat gagah, aura wibawanya bahkan membius para gadis yang melihatnya...seorang Darius adalah pria sejati yang tak akan pernah kehilangan pesona di balik tampilannya...
''Silahkan masuk....tuan dan nyonya Hugo..'' ucap sang pelayan mempersilahkan keduanya masuk.
Tiara sedikit terkejut dengan penyebutan nama nyonya Hugo..mungkin dia harus mengoreksi jika pelayan ini menyebut kata nyonya Hugo kepadanya...
Darius membimbing Tiara untuk segera duduk, karna kehamilannya yang semakin membesar ia sudah kesulitan...
Tiara sedikit terkejut ketika melihat ada dua kursi kosong...padahal mereka makan berdua..namun pertanyaan Tiara segera mendapat jawabannya ketika melihat dua orang pria yang di kenalnya yaitu Darren dan Erland, Tiara sangat terkejut hingga sedikit malu, karna ia bukan orang baru di keluarga Hugo lagi pula..ia pernah menyukai Darren meski perasaan itu telah mati ketika ia mencintai Darius...
Hati Tiara merasa sedikit nyeri melihat apa yang terjadi pada Darren, pria yang gagah itu benar-benar berubah, ia terlihat berantakan dan begitu kusut, penampilannya sembarangan dan mulai merokok, padahal Darren yang dulu tidak pernah menyentuh rokok sedikitpun...Tiara sudah mendengar tentang apa yang terjadi pada rumah tangga Darren dan ikut menyesal,.....ia benar-benar mendoakan yang terbaik untuk Darren, ia masih berharap keluarga Darren bersatu lagi meski ia tak tau jejak Alea sekarang.....
''Hay Tiara..sapa Darren dengan lembut,..''
''Kakak...kau harus mulai terbiasa memanggilnya ibu..'' bisik Erland tersenyum.
Sontak Tiara semakin bingung, ia menatap ke arah Darius...yang hanya tersenyum...
''Maaf..tapi aku sama sekali tak mengerti....'' balas Tiara dengan tatapan polos..
__ADS_1
Darius menatapnya dengan tajam, lalu mengeluarkan sebuah cincin berlian dan menatap mata Tiara yang bening...
''Kita berdua adalah sepasang manusia yang penuh dosa di masa lalu, dan aku pikir...aku sudah terlalu tua untuk bermain-main ketika..aku menemukanmu Tiara....yah..meski usia kita berbeda...namun, hari ini aku mencoba memberanikan diri untuk melamarmu menjadi istriku Tiara,...di hadapan anak-anakku dan anakku yang sedang berada di dalam perutmu....aku mencintaimu Tiara dan aku...ingin menikah denganmu...''
Deg!!!!!
Seperti mimpi bagi Tiara...ia sungguh tak menyangka jika Darius benar-benar melamarnya, Tiara terlalu terkejut ketika matanya menjadi panas...ia menatap ke arah Darren dan juga Erland yang sudah memberi restu...rasanya ia di penuhi kebahagiaan...
Tiara seakan tak percaya jika ia akan di lamar semanis ini oleh seorang pria dewasa yang terhormat...betapa hidupnya sangat kacau dulu...betapa dia hanya hidup dengan pestapora dan segala pergaulan yang buruk dan rusak..
Ohh..sungguh Tuhan terlalu baik kepadanya.....
''Maukah kau menikah denganku Tiara....''
Hening....sebelum Tiara mengangguk penuh airmata....
''Aku mau Darius aku mau...aku sangat mencintaimu....'' isak Tiara dengan isakan sedih......
Darius semakin bahagia mendapat senyum tulus dari kedua anaknya, tak pernah ia sebahagia ini...menikmati waktu bersama keluarganya...ia akan segera menikahi Tiara....
''Selamat kepada ayah dan ibu...'' ucap Darren bertepuk tangan di ikuti Erland...meski saat ini rasanya hati Darren begitu kosong..
Rasa sakit hari demi hari semakin besar saja,...sudah lebih dari sebuualn Alea pergi entah kemana....dan meningglkan penyesalan besar di hati Darren, Tuha telah menghukumnya....
''Terimakasih Darren, aku sungguh mendoakan yang terbaik untukmu dan Alea,....'' ucap Tiara dengan tulus....
Erland menoleh menatap sang kakak dan hanya menghela nafas, ia sudah menyaksikan betapa kakaknya sangat hancur..ia kehilangan berat badannya karna stres...ini lebih dari sekedar menangis darah..Erland menggeleng....semoga kakaknya sadar....dan mendapat kebahagiaan..
Mereka pun makan malam bersama dengan akrab......
''Kakak...aku mendapatkan berkas perceraian yang di kirimkan oleh pengacara kak Alea,...apa yang harus kulakukan....''
''Buang saja Erland...aku tak akan melepaskannya aku tak akan menceraikannya walau 1000 berkas perceraian di kirimkan padaku...''ucap Darren dengan tegas,,...
Erland hanya mengangkat bahu...
Darius menatap putranya dengan tajam...ia cukup terpukul melihat ke adaan putra kebanggaannya sekarang.....ia tampak stres dan tidak bisa mengendalikan emosinya....
hal yang sama di rasakan Tiara, ia sangat sedih melihat Darren yang tampak begitu terluka dan kehilangan...
''Kakak akan menemukannya...aku yakin...'' ucap Erland tajam...
Darren hanya mengangkat bahu...ia masih tidak yakin...apakah Kenan sudah menyerah atau bahkan mereka sudah menikah.....namun Darren akan tetap mencari Alea bahkan walau harus menunggu seumur hidup dengan menanggung hukuman..
***********************************
__ADS_1
Disuatu kota....
4 tahun kemudian....
Alea menggelengkan kepalanya menatap si kembar yang tampak sedang saling memukul..
''Mommy.......'' tangis salah satu kembar ketika ia mendapat siksaan dari sang adik....
Alea yang sedang menyiapkan bekal sarapannya hanya menghela nafas...
''Alana....berhentilah menyiksa kakakmu Alan..''
Alana menggeleng dengan wajah polosnya...
''Kakak merebut mainanku...''jeritnya tak mau kalah..
Alana kembali menangis hingg Alea harus turun tangan..ia mendekat dan langsung memeluk sang putri....
''Mommy bilang apa jika Alana salah...minta maaf sama kakak...'' ucap Alea berusaha tegas...
''Tidak mau......Alana tidak salah kakak yang salah...'' gadis kecil itu terus menangis tak ingin kalah...
Namun Alea tak ingin Alana bersikap egois meski masih kecil, Alana adalah si ratu drama...Alan bahkan tak bisa menyentuhnya sedikit saja dia akan menjadikan alasan agar Alan bersalah....
Alan yang tak tega melihat sang Mommy memarahi adiknya lalu berdehem..
''Mom....aku tidak apa-apa, aku tidak sakit kok...jangan marah Lana lagi...'' suara kecil itu begitu menggetarkan hati Alea...
Ia menatap sang putra dengan senyum...
''Aturan Mommy sangat jelas....siapa yang bersalah dia harus minta maaf...''
''Jadi Alana.....''
''Maaf kakak.....Lana salah...'' desah Alana mengerucutkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca...
Alan menganggukan kepala lalu memeluk sang adik dan merekapun berbaikan...
Alea hanya mampu terdiam......sembari menggigit bibirnya yang bergetar...ia juga menahan sedih dan haru...
Mereka adalah malaikatnya yang berharga....
Suara ponsel yang berdering mengejutkan Alea, ia lalu mengangkat ponselnya dan tersenyum,....
''Kakak..........'' desahnya dengan mata berkaca-kaca....
__ADS_1