
Teng….teng…teng…teng…teng…teng…bunyi jam telah mmenunjukan jam enam pagi. Aku segera bergegas bangun dan pergi mandi. Aku telah siap untuk melewati hari ini tetapi nampaknya pikiranku masih saja tertuju pada mimpi itu. Ya mimpi itu seolah-olah nyata bagiku karna aku memegang cristal biru itu. Bentuknya seperti diamond yang indah dengan warna biru laut yang menawan. Tetapi aku masih bingung, ada banyak pertanyaan dalam pikiranku sekarang ini.
Bergegas pergi sekolah adalah cara agar aku tidak terlambat meski aku adalah orang yang tak suka terlamat dan tak pernah terlambat datang ke sekolah untuk belajar. Berangkat dengan sepeda kesayangan menuju sekolah.
Seorang pria berjalan keluar gedung terlihat dari kaca yang tiap dilewatinya dari jauh. Pakaian serba hitam dengan matel hitam membuat dirinya terlihat keren seperti anak muda lainnya. Gadis-gadis yang melintas pun tak jarang melirik
dirinya, apa lagi dengan status yang ia sandang saat ini. Lalu pria itu mengendarai motor sport kesayangannya menuju sebuah tempat.
Seorang pria dengan pakaian layaknya anak muda dengan matel hitam berjalan cepat keluar dari rumah besarnya menuju mobil sport lalu pergi menuju tempat tujuan.
Bersamaan dengan itu, seorang gadis manis nan cantik juga dalam perjalanan dengan mobil sport merah menuju tempat tujuan.
Semuanya menuju sebuah kastil di tengah hutan. Semua tiba dalam waktu yang bersamaan dan bersama-sama masuk ke kastil itu. Mereka berjalan menuju ruang tengah dan bertemu dengan seorang perempuan muda.
“ Jadi apakah tadi malam itu bukan mimpi? Bagaimana bisa manusia dipilih untuk menjaga benda itu dalam perperangan dunia kita?,”tanya Eriska.
“Aku tahu kalian tak akan setuju, tetapi itu bukanlah mimpi. Hanya dengan cara itu kita berkumpul lebih aman dari
serangan musuh. Kalian tahu bahwa cristal itulah yang memilih bukan aku atau kalian,”jawab Emelia
__ADS_1
“Tapi bagaimana bisa kami menjaganya, sementara kami tidak tahu dia ada dimana?,”ucap Aira
“Itu mudah saja, kalian bertiga akan segera dipertemukan dengannya. Dunia ini tak begitu luas untuk vampire dan wolf,”
“Baiklah kami akan segera mencarinya,”ucap Tagao
“ Aku harap kalian menemukan gadis itu sebelum pangeran kegelapan datang, jika tidak semua akan berakhir seperti yang lalu”,
Sebelumnya….
Beberapa hari yang lalu, manusia tak sengaja menemukan dan membebaskan pengeran kegelapan. Area itu mendadak berubah menjadi gersang nan tandus, semuanya lenyap. Negeri vampire, wolf dan sihir dalam kegemparan mendengar hal ini terjadi. Mereka semua menakutkan akan terjadi hal buruk untuk manusia, penyihir telah mencoba melindungi makam itu hingga manusia tak dapat menemukannya tapi
nampaknya takdir berkata lain. Dia telah bangkit, sang dewa kematian.
Setiba di ruang kelas, seperti biasa aku lebih suka menyendiri dibandingkan berbincang-bincang dengan teman- teman. Apa lagi setelah aku mengalami mimpi itu, aku bingung sekali. Kupegang cristal biru itu dan terus mengamatinya.
“Hah, kenapa kamu seperti nyata bagiku? Ada apa denganku memang? Kenapa kamu memilihku? Seperti tidak ada yang lain saja. Bukankah dua pria dan satu wanita itu pantas untuk mendapatkanmu? Kau ini cristal macam apa?,”gumanku dalam hati.
Tiba-tiba teman-teman berlarian keluar, aku pun segera mengikuti langkah mereka dari belakang. Ya seperti ada yang penting, tetapi kali ini bukan sebuah pengumuman melainkan sebuah duka. Seorang siswa terjatuh dari atas gedung dan tewas mengenaskan. Anehnya ia mati secara tidak wajar, tubuhnya mengering seperti tanaman yang mati. Semua orang pun bertanya-tanya siapa penyebab semua ini.
__ADS_1
Seorang guru datang dan berucap, “ Jangan sentuh apapun, mundurlah! Biar polisi yang mengurus semua ini”.
Kami pun tidak mendekati mayat itu, kami hanya mengamati dan melihat ketika polisi melakukan mengurus jasad itu. Ini adalah kejadian pertama kalinya kulihat, pertama kalinya menimpa sekolah ini. Kemudian kami diminta untuk membubarkan diri dan kembali memasuki ruang kelas untuk belajar.
Untuk pertama kalinya juga kami mendapatkan siswa pindahan dari sekolah lain atau siswa baru. Seorang pria tampan dan keren, ya itulah dipikiran kami saat ini. Semua tertarik padanya. Ia memperkenalkan diri pada kami semua.
“Hay, kenalkan namaku Aksara. Aku pindah kemari karena pekerjaan kedua orang tuaku. Aku harap teman-teman mau berteman denganku tanpa mengenal latar belakang. Aku harap teman-teman juga mau mampir ke rumahku. Terima kasih”.
Kemudian ia dipersilahkan duduk, ia duduk di sampingku tapi tidak satu meja.
Jam pulang, di halaman sekolah. Kami kedatangan tamu, dua pria dan satu wanita. Mereka semua menarik perhatian kami, tetapi aku memutuskan untuk pulang lebih dulu.
Mencari gadis yang membawa cristal biru itu sulit meski telah mendapatkan petunjuk dari Emelia. Roman, Aira dan Eriska berpencar mencari gadis itu. Tetapi tidak menemukannya juga. Saat itu tanpa disadari Roman, gadis itu melintas dekat dirinya pergi meninggalkan sekolah ini. Mereka telah kehilangan jejak gadis itu perlahan-lahan.
Beberapa jam mencari gadis itu dan tidak menemukannya, mereka memutuskan kembali menemui Emelia dan menanyakan lebih detail tentang gadis yang membawa cristal itu.
Berbaring di kasur empuk sambil mengamati cristal biru yang kudapat dari mimpi. Aku pun mulai berpikir, “ Eh, tunggu!
__ADS_1
Sepertinya ada yang kelewat dech. Apa ya? Mimpi tadi malam bukannya aku melihat dua pria dan satu wanita ya? Hem, wajah mereka seperti ngak asing deh. Em…tapi dimana ya? Ah yaudahlah, ngak usah di bahas. Hah…sekarang cuman ada aku dan kamu, cristal. Sebenarnya kamu ini apa? Kamu punya kekuatan? Coba aja kamu bisa menunjukan sesuatu padaku asal usul dirimu?”.