Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 100


__ADS_3

Teng….teng…teng…teng…teng…teng…bunyi  jam telah mmenunjukan jam enam pagi. Aku segera bergegas bangun dan pergi mandi. Aku telah siap untuk melewati hari ini tetapi nampaknya pikiranku masih saja tertuju pada mimpi itu. Ya mimpi  itu  seolah-olah  nyata  bagiku  karna  aku  memegang cristal   biru   itu.   Bentuknya   seperti   diamond   yang   indah dengan warna biru laut yang menawan. Tetapi aku masih bingung, ada banyak pertanyaan dalam pikiranku sekarang ini.


 


 


Bergegas pergi sekolah adalah cara agar aku tidak terlambat meski  aku  adalah  orang  yang  tak  suka  terlamat dan  tak pernah  terlambat  datang  ke  sekolah  untuk  belajar. Berangkat dengan sepeda kesayangan menuju sekolah.


 


 


 


 


Seorang pria berjalan keluar gedung terlihat dari kaca yang tiap dilewatinya dari jauh. Pakaian serba hitam dengan matel hitam membuat dirinya terlihat keren seperti anak muda lainnya.  Gadis-gadis  yang  melintas  pun  tak  jarang  melirik


 


 


 


 


dirinya, apa lagi dengan status yang ia sandang saat ini. Lalu pria itu mengendarai motor sport kesayangannya menuju sebuah tempat.


 


 


Seorang  pria  dengan  pakaian  layaknya  anak  muda  dengan matel hitam berjalan cepat keluar dari rumah besarnya menuju mobil sport lalu pergi menuju tempat tujuan.


 


 


Bersamaan dengan itu, seorang gadis manis nan cantik juga dalam perjalanan dengan mobil sport merah menuju tempat tujuan.


 


 


Semuanya menuju sebuah kastil di tengah hutan. Semua tiba dalam waktu yang bersamaan dan bersama-sama masuk ke kastil   itu.   Mereka   berjalan   menuju   ruang   tengah   dan bertemu dengan seorang perempuan muda.


 


 


“ Jadi apakah tadi malam itu bukan mimpi? Bagaimana bisa manusia dipilih untuk menjaga benda itu dalam perperangan dunia kita?,”tanya Eriska.


 


 


“Aku tahu kalian tak akan setuju, tetapi itu bukanlah mimpi. Hanya  dengan  cara  itu  kita  berkumpul  lebih  aman  dari


 


 


 


 


serangan   musuh.   Kalian   tahu   bahwa   cristal   itulah   yang memilih bukan aku atau kalian,”jawab Emelia


 


 

__ADS_1


“Tapi   bagaimana   bisa   kami   menjaganya,   sementara   kami tidak tahu dia ada dimana?,”ucap Aira


 


 


“Itu mudah saja, kalian bertiga akan segera dipertemukan dengannya. Dunia ini tak begitu luas untuk vampire dan wolf,”


 


 


“Baiklah kami akan segera mencarinya,”ucap Tagao


 


 


“ Aku harap kalian menemukan  gadis itu sebelum pangeran kegelapan  datang,  jika  tidak  semua  akan  berakhir  seperti yang lalu”,


 


 


Sebelumnya….


 


 


Beberapa hari yang lalu, manusia tak sengaja menemukan dan membebaskan pengeran kegelapan. Area itu mendadak berubah   menjadi   gersang   nan   tandus,   semuanya   lenyap. Negeri vampire, wolf dan sihir dalam kegemparan mendengar hal ini terjadi. Mereka semua menakutkan akan terjadi hal buruk untuk manusia, penyihir telah mencoba melindungi makam  itu  hingga  manusia  tak  dapat  menemukannya  tapi


 


 


 


 


nampaknya takdir berkata lain. Dia telah bangkit, sang dewa kematian.


 


 


 


 


Setiba   di   ruang   kelas,   seperti   biasa   aku   lebih   suka menyendiri dibandingkan berbincang-bincang dengan teman- teman. Apa lagi setelah aku mengalami mimpi itu, aku bingung sekali. Kupegang cristal biru itu dan terus mengamatinya.


 


 


“Hah, kenapa kamu seperti nyata bagiku? Ada apa denganku memang?  Kenapa  kamu  memilihku?  Seperti  tidak  ada  yang lain saja. Bukankah dua pria dan satu wanita itu pantas untuk mendapatkanmu? Kau ini cristal macam apa?,”gumanku dalam hati.


 


 


Tiba-tiba teman-teman berlarian keluar, aku pun segera mengikuti langkah mereka dari belakang. Ya seperti ada yang penting, tetapi kali ini bukan sebuah pengumuman melainkan sebuah duka. Seorang siswa terjatuh dari atas gedung dan tewas mengenaskan. Anehnya ia mati secara tidak wajar, tubuhnya   mengering   seperti   tanaman   yang   mati.   Semua orang pun bertanya-tanya siapa penyebab semua ini.


 


 


 


 

__ADS_1


Seorang guru datang dan berucap, “ Jangan sentuh apapun, mundurlah! Biar polisi yang mengurus semua ini”.


 


 


Kami pun tidak mendekati mayat itu, kami hanya mengamati dan melihat ketika polisi melakukan mengurus jasad itu. Ini adalah kejadian pertama kalinya kulihat, pertama kalinya menimpa sekolah ini. Kemudian kami diminta untuk membubarkan diri dan kembali memasuki ruang kelas untuk belajar.


 


 


Untuk   pertama   kalinya   juga   kami   mendapatkan   siswa pindahan dari sekolah lain atau siswa baru. Seorang pria tampan dan keren, ya itulah dipikiran kami saat ini. Semua tertarik padanya. Ia memperkenalkan diri pada kami semua.


 


 


“Hay, kenalkan namaku Aksara. Aku pindah kemari karena pekerjaan kedua orang tuaku. Aku harap teman-teman mau berteman  denganku  tanpa  mengenal  latar  belakang.  Aku harap teman-teman juga mau mampir ke rumahku. Terima kasih”.


 


 


Kemudian ia dipersilahkan duduk, ia duduk di sampingku tapi tidak satu meja.


 


 


 


 


 


 


Jam pulang, di halaman sekolah. Kami kedatangan tamu, dua pria dan satu wanita. Mereka semua menarik perhatian kami, tetapi aku memutuskan untuk pulang lebih dulu.


 


 


 


 


Mencari  gadis  yang  membawa  cristal  biru  itu  sulit  meski telah mendapatkan petunjuk dari Emelia. Roman, Aira dan Eriska berpencar mencari gadis itu. Tetapi tidak menemukannya juga. Saat itu tanpa disadari Roman, gadis itu melintas   dekat   dirinya   pergi   meninggalkan   sekolah   ini. Mereka telah kehilangan jejak gadis itu perlahan-lahan.


 


 


Beberapa jam mencari gadis itu dan tidak menemukannya, mereka  memutuskan  kembali  menemui  Emelia  dan menanyakan lebih detail tentang gadis yang membawa cristal itu.


 


 


 


 


Berbaring di kasur empuk sambil mengamati cristal biru yang kudapat  dari  mimpi.  Aku  pun  mulai  berpikir,  “  Eh,  tunggu!


 


 


 

__ADS_1


 


Sepertinya  ada  yang  kelewat  dech.  Apa  ya?  Mimpi  tadi malam  bukannya  aku  melihat  dua pria  dan  satu  wanita  ya? Hem, wajah mereka seperti ngak asing deh. Em…tapi dimana ya? Ah yaudahlah, ngak usah di bahas. Hah…sekarang cuman ada aku dan kamu, cristal. Sebenarnya kamu ini apa? Kamu punya kekuatan? Coba aja kamu bisa menunjukan sesuatu padaku asal usul dirimu?”.


__ADS_2