
Tidak lama kemudian, Xia keluar dari ruang ganti. Ia mengenakan pakaian perinya bewarna hijau muda.
“Ya ampun, astaga! Kamu cantik sekali. Ini beneran Xia kan?”
“Ya tentu saja, ini aku Xia. Apa kamu lupa denganku?”
“Kamu cantik banget, kamu seperti peri sungguhan.”
“Terima kasih pujiannya, Aresha.”
“Aku tidak memujimu, aku mengatakan yang sebenarnya tau! Jadi kita berdua akan mengenakan pakaian ini kan? Aku yakin pacarmu itu akan jatuh cinta padamu setelah melihat penampilanmu ini.”
“Ya kamu juga, pasti Ethan menyukaimu?!”
“Apa? Xia.... kamu membuatku kesal!” ucapku kesal padanya.
“Hahahha.... maaf! Aku cuman bercanda” ucap Xia.
Xia gadis yang cantik, dan aku merasakan ada perubahan darinya setelah kembali ke akademi ini. Aku hanya berharap dia baik- baik saja.
__ADS_1
Angin sore berhembus, menerpa dedaunan hingga jatuh. Burung- burung berkicau mengarah ke cahaya matahari yang akan tenggelam dan di gantikan oleh bintang dan bulan. Detik demi detik, matahari mulai tenggelam dan memanggil kegelapan datang.
Malam ini memiliki aura yang berbeda dari malam sebelumnya. Semua orang di gemparkan dengan banyaknya kelelawar yang berterbangan menuju Glasland. Ya klan vampir lebih dulu menuju dunia itu dan mengisi tempat duduk penonton. Sebagai ketua klan vampir, Roman bersama rombongannya tiba lebih awal disana. Ketua werewolf juga tidak mau kalah. Mereka makhluk kegelapan datang lebih awal dari pada klan elemen pengendali. Bahkan penyihir bulan, yang di katakan satu – satunya penyihir di bumi ini juga ikut bergabung disana, Violin.
Ethan, ketua kegelapan itu juga tidak mau kalah. Ia datang bersamaan dengan klan vampir. Ia datang bersama rombongannya. Kehidupan kegelapan lebih gelap dari apa yang dibayangkan. Aura mereka di penuhi oleh aura kematian.
Kini Glasland di penuhi aura yang luar biasa. Aura yang berbeda- beda tidak pernah menjadi satu meski dalam lapangan ujian ability magie ini.
Aku dan Xia bergegas menuju aula utama Akademi Yexiao. Kami berdua bersama- sama menuju Glasland. Kami semua malam ini menuju Glasland, ya kami siap menunjukan siapa kami malam ini.
Cahaya putih itu mengelilingi diri kami hingga membawa kami ke Glasland. Kami pun bergegas menuju lapangan ujian ability magie. Tetapi di tengah perjalanan, Xia bertemu dengan keluarganya. Ya lebih tepatnya, klan dirinya berasal. Klan elemen air. Ia bertemu dengan kakaknya dan yang lain. Xia tampak sangat senang, ia tidak pernah terpikir akan dirinya bertemu semua orang disini.
Kuhentikan langkahku mengikuti langkah gadis itu, aku berhenti berjalan dan membiarkan diriku terhalang oleh orang- orang yang juga ke lapangan ujian ability magie. Kuperhatikan semua orang yang ada disini, dan perlahan- lahan aku menemukan sebuah jawaban tak terduga. Kupikir ujian ini hanya melibatkan kami yang berada di kelas istimewa atau kelas malam. Ternyata bukan itu, tidak seperti dugaanku. Ujian ability magie ini dihadiri oleh orang- orang dari klan mereka.
Aku hanya bisa menundukan kepala, dan mengingat ucapan orang- orang yang mempertanyakan dari mana diriku berasal, dari klan mana diriku?. Orang- orang malam ini akan meremehkanku yang hadir tanpa klan, tetapi yang kulakukan ini adalah demi rencanaku demi keluargaku dan demi ayahku.
Selama ini perjalananku hanya untuk mencari petunjuk kemana aku harus memulai dan menghindari tiap kesalahan yang akan terjadi, namun setiap langkah yang kuambil selalu saja menuai risiko.
Aku bahkan melihat Vera dan ketiga temannya ikut hadir disini. Mereka ikut bersama klan mereka, ini sangat menyebalkan sekali.
__ADS_1
Tetapi tekatku untuk mengubah hidup menjadi lebih baik lebih besar dari pada memanjang adanya klan. Aku pun melangkah memasuki lapangan ujian ability magie dan menyapa ibu Oshaberry yang menjaga pintu masuk.
“Malam, Ibu Oshaberry?” sapaku padanya.
“Malam!” jawab Ibu Oshaberry.
Begitu gadis yang menyapanya berlalu, ia baru menyadari akan sesuatu.
“Siapa yang baru saja menyapaku?” pikirnya mencoba mengingat sesuatu. Yang semakin lama dipikirkan, membuat Ibu Oshaberry penasaran dengan gadis yang telah menyapanya.
Selama ini perjalananku hanya untuk mencari petunjuk kemana aku harus memulai dan menghindari tiap kesalahan yang akan terjadi, namun setiap langkah yang kuambil selalu saja menuai risiko.
Aku bahkan melihat Vera dan ketiga temannya ikut hadir disini. Mereka ikut bersama klan mereka, ini sangat menyebalkan sekali.
Tetapi tekatku untuk mengubah hidup menjadi lebih baik lebih besar dari pada memanjang adanya klan. Aku pun melangkah memasuki lapangan ujian ability magie dan menyapa ibu Oshaberry yang menjaga pintu masuk.
“Malam, Ibu Oshaberry?” sapaku padanya.
“Malam!” jawab Ibu Oshaberry.
__ADS_1
Begitu gadis yang menyapanya berlalu, ia baru menyadari akan sesuatu.
“Siapa yang baru saja menyapaku?” pikirnya mencoba mengingat sesuatu. Yang semakin lama dipikirkan, membuat Ibu Oshaberry penasaran dengan gadis yang telah menyapanya.