
Makam perlahan-lahan terbelah dan memperlihatkan peti. Peti terbuka dan memperlihatkan isinya. Tulang manusia yang diselimuti darah dari hujan. Perlahan-lahan membentuk daging dan menjadi manusia. Tubuhnya semakin kuat untuk berdiri tegak, tubuh yang telah sempurna. Dengan minuman kesegaran dari darah hujan. Matanya bewarna merah darah dengan gigi taring yang haus akan darah melompat ke atas. Pria itu tersenyum manis seraya berucap “ Aku datang, aku
kembali! Aku akan membalas perbuatanmu….aku akan mencarimu dan membunuhmu….hahahaha..”.
Angin datang menghembus dan pria itu menghilang tanpa jejak. Hujan darah telah berhenti dan langit kembali cerah. Dunia yang tenang dan damai.
**Jangan lupa klik bintang\, dan rate ya!**
Langit yang cerah berubah menjadi mendung, di sebuah makam tua air hujan jatuh
membasahi. Tetesan hujan berubah menjadi tetesan darah yang diserap oleh tanah.
Makam perlahan-lahan terbelah dan memperlihatkan peti. Peti terbuka dan
memperlihatkan isinya. Tulang manusia yang diselimuti darah dari hujan.
Perlahan-lahan membentuk daging dan menjadi manusia. Tubuhnya semakin kuat untuk
berdiri tegak, tubuh yang telah sempurna. Dengan minuman kesegaran dari darah
hujan. Matanya bewarna merah darah dengan gigi taring yang haus akan darah
melompat ke atas. Pria itu tersenyum manis seraya berucap “ Aku datang, aku
kembali! Aku akan membalas perbuatanmu….aku akan mencarimu dan
membunuhmu….hahahaha..”.
Angin datang menghembus dan pria itu menghilang tanpa jejak. Hujan darah telah
berhenti dan langit kembali cerah. Dunia yang tenang dan damai.
Pagi di sekolah, kulihat orang tua siswa yang mengalami insiden kemarin datang dan
menuntut sekolah. Kepala sekolah mencoba menanangkan mereka. Sementara kami
hanya melihat kejadian itu dari kejauhan.
Aksara datang dan berada di sampingku, “ Kasihan sekali keluarga itu, memang apa yang
terjadi kemarin?”,
“Itu, aku kurang tau. Tapi ia jatuh dari atas gedung dan tewas. Kulihat ia mati tak
mawar, itu menurutku”jawabku
“Huh, apa ini pernah terjadi sebelumnya?”,
“Tidak, ini pertama kalinya. Hal biasa yang terjadi di sekolah ini hanyalah masalah
pelajar. Hal biasa dan normal. Sudahlah aku mau ke kelas”, pergi meninggalkan
Aksara yang tak lama kemudian Aksara juga pergi.
Bel
berbunyi tanda masuk kelas dan pelajaran di mulai.
Pak guru
masuk, “ Selamat pagi anak-anak!”,
__ADS_1
“Pagi
Pak!”,
“Sebelum
pelajaran di mulai, kita berdoa lebih dulu. Baiklah, menurut kepercayaan
masing-masing berdoa di mulai”,
…..
“Berdoa selesai! Seperti yang kita tahu teman kita bernama Mine meninggal dunia. Pergi
meninggalkan kita semua. Bapak turut berduka cita. Bapak harap kejadian ini tidak lagi terulang,
saya harap kalian selalu berhati-hati. Baiklah, buka buku pelajaran kita hari
ini di halaman 200”,
Kami pun mulai membuka buku, dan pelajaran di mulai.
***
Ketika bel berbunyi, Aksara mengajakku ke kantin bersama-sama. Sambil berjalan menuju
kantin Aksara melontarkan beberapa pertanyaan tentang sekolah ini padaku.
“Boleh
aku tahu siapa di sekolah ini yang berkuasa?”,
“Maksudmu?”,
maksudku adalah orang-orang yang ditakuti. Kamu pasti mengerti apa yang
kumaksud!”,
“Ya aku
mengerti, ada sih bagi beberapa orang tapi aku ngak takut sama sekali. Geng
Wen, memang kanapa kamu bertanya tentang mereka? Jangan cari masalah dengan
mereka nanti kamu bisa dikeluarkan dari sekolah”,
“Tidak,
tidak. Aku tidak mencari masalah dengan mereka cuman mau menghindari kalau aku
ngak tahu dan ngak sengaja cari rebut kan bisa jadi masalah. Kalau sudah kamu
beritahu aku jadi bisa menghindari masalah dengan mereka”,
“Iya
benar juga katamu!”,
Setiba di
kantin kami membeli beberapa makanan dan minuman lalu duduk di kursi. Meletakan
makanan dan minuman di atas meja, seketika itu juga geng yang baru saja di
bicarakan datang. Mereka membuat takut siswa, dan membuat orang menjauh dari
kantin. Sering kali mereka suka merampas jajanan orang-orang atau bahkan
memalak.
Baru saja
mencicipi sedikit minuman ketua geng Wen datang menghampiri.
__ADS_1
“Hey,
kamu murid baru itu kan?”,
“Ya
benar,”jawab Aksara
“Em, ini
buat aku akan?”,
Aksara
hanya tersenyum manis, “ Iya untukmu, aku baru saja membelinya agar kamu tidak
mengantri. Ayo silahkan duduk!”. Aksara berdiri dan mempersilahkan Wen duduk di
kursinya. Wen membisikan sesuatu di telinga Aksara, “ Kamu sudah mengerti juga
ya! Bagus”.
Aku pun
menatap Wen sebentar lalu berdiri,
“ Kamu
mau kemana?’,
“Kak Wen!
Aku pikir ini tempat untuk Kak Wen dan teman-teman. Silahkan duduk! Ini semua
kami belikan untuk Kak Wen,”ucapku sambil tersenyum.
Tanya
berterima kasih sama sekali, mereka segera duduk dan menyantap makanan itu. Aku
pun pergi dari sana bersama Aksara. Berjalan ke taman sekolah.
Duduk
melihat bunga-bunga yang bermekaran sambil mengelus-elus perut. Tanpa kusadari
pria itu memperhatikan tingkahku.
“Kamu
lapar ya?”,
Aku melihat ke arahnya, lalu melihat ke tempat lain. “ Tidak!”,
“Mau aku belikan makanan?”,
“Ngak usah!”,
“Tunggu sebentar ya disini!”
“Kamu mau kemana?”,
“Tunggu saja!”, Aksara pergi sementara aku hanya melihat rumput di kaki. Warna hijau tua dan cerah. Dalam hatiku berucap “ Kakak kemana ya? Kenapa kakak belum beri kabar padaku? Ini sudah hampir sebulan yang seharusnya kakak mengirimkan uang padaku. Di rumah sekarang hanya tinggal beras, hah….sedikit lagi. Mungkin hari ini terakhir makanku. Aku harus cari kerja pulang sekolah nanti”.
Tak lama kemudian Aksara datang dengan membawa burger dan minuman.
“Ini untukmu, makan!”,
Kuambil pemberian Aksara lalu memakannya, “ Terima kasih”.
__ADS_1