Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 102


__ADS_3

Makam  perlahan-lahan  terbelah  dan  memperlihatkan  peti. Peti terbuka dan memperlihatkan isinya. Tulang manusia yang diselimuti   darah   dari   hujan.   Perlahan-lahan   membentuk daging dan menjadi manusia. Tubuhnya semakin kuat untuk berdiri tegak, tubuh yang telah sempurna. Dengan minuman kesegaran dari darah hujan. Matanya bewarna merah darah dengan gigi taring yang haus akan darah melompat ke atas. Pria itu tersenyum manis seraya berucap “ Aku datang, aku


 


 


 


 


kembali! Aku akan membalas perbuatanmu….aku akan mencarimu dan membunuhmu….hahahaha..”.


 


 


Angin  datang  menghembus  dan  pria  itu  menghilang  tanpa jejak. Hujan darah telah berhenti dan langit kembali cerah. Dunia yang tenang dan damai.


 


 


**Jangan lupa klik bintang\, dan rate ya!**


 


 


 


 


 


 


Langit yang cerah berubah menjadi mendung, di sebuah makam tua air hujan jatuh


membasahi. Tetesan hujan berubah menjadi tetesan darah yang diserap oleh tanah.


Makam perlahan-lahan terbelah dan memperlihatkan peti. Peti terbuka dan


memperlihatkan isinya. Tulang manusia yang diselimuti darah dari hujan.


Perlahan-lahan membentuk daging dan menjadi manusia. Tubuhnya semakin kuat untuk


berdiri tegak, tubuh yang telah sempurna. Dengan minuman kesegaran dari darah


hujan. Matanya bewarna merah darah dengan gigi taring yang haus akan darah


melompat ke atas. Pria itu tersenyum manis seraya berucap “ Aku datang, aku


kembali! Aku akan membalas perbuatanmu….aku akan mencarimu dan


membunuhmu….hahahaha..”.


 


 


Angin datang menghembus dan pria itu menghilang tanpa jejak. Hujan darah telah


berhenti dan langit kembali cerah. Dunia yang tenang dan damai.


 


 


 


 


 


 


Pagi di sekolah, kulihat orang tua siswa yang mengalami insiden kemarin datang dan


menuntut sekolah. Kepala sekolah mencoba menanangkan mereka. Sementara kami


hanya melihat kejadian itu dari kejauhan.


 


 


Aksara datang dan berada di sampingku, “ Kasihan sekali keluarga itu, memang apa yang


terjadi kemarin?”,


 


 


“Itu, aku kurang tau. Tapi ia jatuh dari atas gedung dan tewas. Kulihat ia mati tak


mawar, itu menurutku”jawabku


 


 


“Huh, apa ini pernah terjadi sebelumnya?”,


 


 


“Tidak, ini pertama kalinya. Hal biasa yang terjadi di sekolah ini hanyalah masalah


pelajar. Hal biasa dan normal. Sudahlah aku mau ke kelas”, pergi meninggalkan


Aksara yang tak lama kemudian Aksara juga pergi.


 


 


Bel


berbunyi tanda masuk kelas dan pelajaran di mulai.


 


 


Pak guru


masuk, “ Selamat pagi anak-anak!”,


 

__ADS_1


 


“Pagi


Pak!”,


 


 


“Sebelum


pelajaran di mulai, kita berdoa lebih dulu. Baiklah, menurut kepercayaan


masing-masing berdoa di mulai”,


 


 


…..


 


 


“Berdoa selesai! Seperti yang kita tahu teman kita bernama Mine meninggal dunia. Pergi


meninggalkan kita semua. Bapak turut berduka cita.  Bapak harap kejadian ini tidak lagi terulang,


saya harap kalian selalu berhati-hati. Baiklah, buka buku pelajaran kita hari


ini di halaman 200”,


 


 


Kami pun mulai membuka buku, dan pelajaran di mulai.


 


 


***


 


 


Ketika bel berbunyi, Aksara mengajakku ke kantin bersama-sama. Sambil berjalan menuju


kantin Aksara melontarkan beberapa pertanyaan tentang sekolah ini padaku.


 


 


“Boleh


aku tahu siapa di sekolah ini yang berkuasa?”,


 


 


“Maksudmu?”,


 


 


maksudku adalah orang-orang yang ditakuti. Kamu pasti mengerti apa yang


kumaksud!”,


 


 


“Ya aku


mengerti, ada sih bagi beberapa orang tapi aku ngak takut sama sekali. Geng


Wen, memang kanapa kamu bertanya tentang mereka? Jangan cari masalah dengan


mereka nanti kamu bisa dikeluarkan dari sekolah”,


 


 


“Tidak,


tidak. Aku tidak mencari masalah dengan mereka cuman mau menghindari kalau aku


ngak tahu dan ngak sengaja cari rebut kan bisa jadi masalah. Kalau sudah kamu


beritahu aku jadi bisa menghindari masalah dengan mereka”,


 


 


“Iya


benar juga katamu!”,


 


 


Setiba di


kantin kami membeli beberapa makanan dan minuman lalu duduk di kursi. Meletakan


makanan dan minuman di atas meja, seketika itu juga geng yang baru saja di


bicarakan datang. Mereka membuat takut siswa, dan membuat orang menjauh dari


kantin. Sering kali mereka suka merampas jajanan orang-orang atau bahkan


memalak.


 


 


Baru saja


mencicipi sedikit minuman ketua geng Wen datang menghampiri.

__ADS_1


 


 


“Hey,


kamu murid baru itu kan?”,


 


 


“Ya


benar,”jawab Aksara


 


 


“Em, ini


buat aku akan?”,


 


 


Aksara


hanya tersenyum manis, “ Iya untukmu, aku baru saja membelinya agar kamu tidak


mengantri. Ayo silahkan duduk!”. Aksara berdiri dan mempersilahkan Wen duduk di


kursinya. Wen membisikan sesuatu di telinga Aksara, “ Kamu sudah mengerti juga


ya! Bagus”.


 


 


Aku pun


menatap Wen sebentar lalu berdiri,


 


 


“ Kamu


mau kemana?’,


 


 


“Kak Wen!


Aku pikir ini tempat untuk Kak Wen dan teman-teman. Silahkan duduk! Ini semua


kami belikan untuk Kak Wen,”ucapku sambil tersenyum.


 


 


Tanya


berterima kasih sama sekali, mereka segera duduk dan menyantap makanan itu. Aku


pun pergi dari sana bersama Aksara. Berjalan ke taman sekolah.


 


 


Duduk


melihat bunga-bunga yang bermekaran sambil mengelus-elus perut. Tanpa kusadari


pria itu memperhatikan tingkahku.


 


 


“Kamu


lapar ya?”,


 


 


Aku melihat ke arahnya, lalu melihat ke tempat lain. “ Tidak!”,


 


 


“Mau aku belikan makanan?”,


 


 


“Ngak usah!”,


 


“Tunggu sebentar ya disini!”


 


 


“Kamu mau kemana?”,


 


 


“Tunggu saja!”, Aksara pergi sementara aku hanya melihat rumput di kaki. Warna hijau tua dan cerah. Dalam hatiku berucap “ Kakak kemana ya? Kenapa kakak belum beri kabar padaku? Ini sudah hampir sebulan yang seharusnya kakak mengirimkan uang padaku. Di rumah sekarang hanya tinggal beras, hah….sedikit lagi. Mungkin hari ini terakhir makanku. Aku harus cari kerja pulang sekolah nanti”.


Tak lama kemudian Aksara datang dengan membawa burger dan minuman.


“Ini untukmu, makan!”,


Kuambil pemberian Aksara lalu memakannya, “ Terima kasih”.

__ADS_1


 


 


__ADS_2