
Kini mobil itu telah pergi, dan aku seorang disini di tempat ini. Kulihat ada beberapa orang yang juga datang ke tempat ini, mereka sedang memakamkan seseorang. Mereka semua mengenakan pakaian hitam.
Aku pun bergegas masuk ke area pemakaman, berjalan menuju makam seseorang. Langkahku terhenti di sebuah makam yang tergores namanya, nama yang tidak asing bagiku. Makam seorang perempuan dan seorang laki- laki yang pernah ada dikehidupanku.
Aku pun mendekati batu nisan, dan merendahkan diriku. Memegang batu nisan yang membuatku teringat dengan wajah- wajah dua orang ini. Makam ini adalah makam ayahku dan makam adik dari ayahku.
Aku ingat bagaimana adik dari ayahku menemaniku di masa kecilku, ia adalah gadis yang baik dan ramah. Ia menikah dengan seorang pria yang baik pula. Namun, di suatu malam saat ia mengandung suatu kejadian tak terduga menimpanya. Air mata ayahku tumpah, ia bahkan hampir di buat menangis darah. Ayahku sangat tertekan, ia telah kehilangan istrinya yang pergi meninggalkannya begitu saja dan sekarang harus kehilangan adiknya.
Ayahku mencari adiknya kemana- mana dan bertemu di sebuah rumah sakit, ia mencari dengan waktu yang lama. Sungguh kejadian waktu itu tak pernah dapat kulupakan begitu saja. Ayah membawaku pergi berkemah, ia mencoba melupakan apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Tetapi perkemahan itu berubah menjadi kejadian tak terlupakan, aku masih ingat akan kejadian itu. Kejadian itu pula yang membuatku sampai masuk rumah sakit, mengalami koma.
__ADS_1
Saat aku terbangun, aku telah kehilangan orang yang aku cintai. Aku pun tinggal bersama ibuku, ia selalu sibuk bekerja hingga akhirnya aku bertemu dengan Roman dan ingatan reinkarnasiku kembali.
“Ayah, aku datang. Tunggulah sebentar, aku akan segera datang dan membantumu menjalani hidupmu. Ayah adalah seorang pria yang baik. Begitu juga dengan bibi, bibi adalah perempuan hebat dan baik. Aku tidak akan mungkin melupakan kalian berdua. Ayah tidak perlu khawatir sekarang, mungkin ibu sedang bahagia. Dia pasti tinggal di rumah yang layak. Aku baik- baik saja disini, tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku telah menemukan orang yang telah membunuh ayah dan aku juga telah menemukan anak bibi. Dia tumbuh menjadi gadis yang baik, hanya saja dia sedikit ceroboh. Ya kecerobohannya membawa sial seumur hidupnya. Tapi aku ada disini, aku akan membantunya. Aku tidak akan membiarkan penyihir jahat itu merenggut keluarga kita lagi. Dia tak seharusnya di lahirkan!” ucapku sembari menghapus air mata yang telah kutahan.
Aku pun mencoba tertawa kecil di depan ayah dan bibi, aku hanya tidak ingin mereka mengkhawatirkanku. Aku hidup seorang diri disini sekarang, karna gadis itu telah mengambil yang tersisa dalam hidupku hingga aku tidak memiliki siapa- siapa lagi.
Aku tersenyum yang tidak lama kemudian aku mendapatkan pesan singkat dari Secret.
Pesan itu membuat senyumku semakin lebar, dan air mataku terhenti.
__ADS_1
“Ya baiklah. Ayah, bibi, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi!” ucapku bergegas pergi untuk melaksanakan rencana berikutnya.
Sementara itu keberadaan semua kelompok dari Buniv dan Akademi Yexiao. Mereka semua telah menerima pesan dari kepala akademi mereka masing- masing yang dikirimkan lewat burung merpati berwarna putih. Pesan itu berisi petunjuk yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan dua kristal.
Keberadaan Xia.
Ia dan timnya berada di bangunan kota yang tampak sepi. Di sebuah apartemen yang cukup asing. Xia pun mengambil pesan di kaki burung merpati, lalu membacanya.
“Pergilah ke dunia sihir, berada di hutan Argon.”
__ADS_1
“Ah, apa maksudnya ini? Apa kalian berdua bisa mencernanya? Petunjuk ini sedikit sekali!” keluh Xia tidak mengerti apa maksud pesan itu.