
“Ya baiklah, kita juga harus mulai berjuang kan?” ucap Netta yang kemudian menggunakan kemampuannya sebagai bagian dari klan vampir. Ia menggelilingi puing- puing bangunan istana dengan cepat dan berusaha mencari petunjuk dimana kristal pelindung itu di simpan.
VA yang mengetahui apa yang harus dilakukan pun ikut mencari kristal pelindung, sementara peserta yang mengikuti ujian ability magie terdiam. Mereka tidak mengerti apa yang harus dilakukan di tempat seperti ini.
“Ini bangunan tua! Mengapa kita harus kemari?”
“Hah, ya ampun melelahkan saja! Memang kristal pelindung dan kristal klan vampir ada di tempat seperti ini apa? Aneh sekali!”
“Hey, lihat! Bukankah itu anggota VA? Mengapa mereka bertingkah konyol seperti itu? Buang- buang tenaga saja!”
“Ya ampun! Mengapa kita tidak ke mall saja? Tempat macam apa ini? Menyusahkan saja!”
“Ya ampun! Tentu saja apa yang dikatakan Ethan itu benar. Tapi apa mungkin kristal itu masih ada disini, Ethan?” ucap Steven.
“Mungkin saja!” jawab Ethan tidak menyakinkan.
“Hah, ya itu mungkin saja! Soalnya kristal itu bisa hancur karna terkena puing- puing bangunan istana ini. Aku akan terbang untuk mencari petunjuk, kalian bisa bekerja sama dengan kemampuan kalian sendiri!” ucap Akira yang kemudian dia menggunakan kemampuan terbangnya sebagai klan hybird.
__ADS_1
“Ya baiklah, kita juga harus mulai berjuang kan?” ucap Netta yang kemudian menggunakan kemampuannya sebagai bagian dari klan vampir. Ia menggelilingi puing- puing bangunan istana dengan cepat dan berusaha mencari petunjuk dimana kristal pelindung itu di simpan.
Mereka yang kesal tidak sengaja menginjak sesuatu hingga bebatuan di tanah bergerak dan mengeluarkan cahaya yang merambat ke tanah. Mereka yang melihat cahaya yang merambat ini pun segera menyingkir.
Cahaya yang merambat itu tak hanya sekedar cahaya, melainkan cahaya yang memotong tanaman liar yang tumbuh di puing- puing bangunan. Akira yang terbang pun kaget melihat ada cahaya yang bergerak. Cahaya yang datang tiba- tiba itu hampir saja memutuskan sayap Akira, beruntung Akira bergegas menjauh. Cahaya itu memiliki warna yang indah bagaikan pelangi tetapi juga mematikan. Beberapa bulu di sayapnya terpotong dan berjatuhan ke bawah. Ia pun segera turun dan melihat sayapnya. Beberapa bulu telah lepas.
Netta yang melihat kejadian itu bergegas mendekati Akira, ia juga melihat sayap Akira yang terpotong.
“Astaga, apa kamu baik- baik saja?” tanya Netta mengkhawatirkan.
“Ya, dewa kehidupan masih melindungiku. Apa yang terjadi?” jawab Akira sembari mengubah dirinya menjadi manusia.
Akira dan yang lain pun mulai melihat puing- puing bangunan dan tanaman yang terpotong.
“Ya ampun! Apa diantara kalian ada yang terluka?” tanya Roman mengkhawatirkan peserta ujian ability magie.
“Tidak, kami baik- baik saja!”
__ADS_1
“Ya, maafkan aku! Aku tidak sengaja menginjak sesuatu” ucap seseorang yang telah membuat jebakan itu bekerja.
“Ya tidak apa, lagi pula tidak ada korban disini. Ya sebaiknya kita semua mulai berhati- hati sekarang!” jawab Roman.
“Sepertinya tempat ini ada jebakannya, oh ya ampun! Sebaiknya mulai berhati- hati sekarang. Roman?” ucap Akira memanggilnya.
“Ya, ada apa?”
“Pengawas Akademi Yexiao kan?”
“Ya tentu saja, memang ada apa?”
“Mulai sekarang awasi peserta ujian ability magie di akademimu sendiri. Ya jika mereka tidak mau berhati- hati dan tidak mau mendengar perintahmu maka nyawa adalah taruhannya. Ya sepertinya tempat ini ada perangkapnya. Kami akan mengawasi peserta dari Buniv sendiri!” ucap Akira.
“Ya, apa yang dikatakan Akira benar Roman! Awasi pesertamu!” sambung Steven.
“Hei kalian semua? Sudah dengar kan apa yang dikatakan oleh VA? Jika tidak setuju silahkan jalan sendiri dan jangan salahkan kami jika ada yang terluka!” ucap Roman dengan suara keras.
__ADS_1
“Ya, senior! Kami akan menurut apa perintahmu” teriak seluruh peserta.