Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 156


__ADS_3

Malam hari yang indah, bulan dan bintang telah bersinar di atas langit tanpa ada cuaca mendung. Keduanya membuat langit semakin indah di malam hari. Malam ini bulan membuat lingkaran pelangit di sekitar dirinya dan dapat di lihat oleh semua orang. Angin berembus menerpa dedaunan dan menjatuhkan daun tua. Ketika itu semua klan di Akademi Yexiao ini sedang belajar.


Angin berhembus membawa dedaunan pergi hingga ke taman Akademi Yexiao. Daun tua jatuh ke tanah tepat tidak jauh dari keberadaan dua orang pria. Taman akademi itu sedang sepi sekarang ini. Di taman ini terlihatlah Roman dan Ethan. Keduanya sedang duduk di bangku taman.


“Jadi, apa yang kamu rencanakan?” tanya Roman pada Ethan yang duduk di sampingnya.


“Ah, aku tidak merencanakan apa- apa! Aku hanya ingin kehidupan para klan menjadi lebih baik. Kau tahu dimana anak baru yang bernama Aresha itu tinggal?”


“Anak baru, Aresha? Tidak, tetapi aku yakin dia juga ada di asrama ini!”


“Apa dia mendaftar di ujian ability magie?”


“Tidak, dia belum mendaftar di ujian itu. Kenapa? Kenapa kamu bertanya tentangnya?”


“Hah, aku hanya ingin bertanya saja. Apa itu tidak boleh? Aku bertemu dengannya di perpustakaan kota. Dia membaca buku tentang vampir, dan aku rasa dia bisa membawa buku rahasia yang tidak mungkin bisa di baca oleh orang lain. Manusia biasa!”

__ADS_1


“Kamu tertarik dengan gadis itu ya?”


“Ya kuakui aku memang tertarik dengannya!”


“Sebenarnya kamu mengajakku bertemu untuk apa? Kamu seperti telah membuang- buang waktuku saja!”


“Hei, tidak perlu kesal begitu! Aku kemari bukan untuk membuang- buang waktumu, tapi dengarkan aku ya Roman! Dengarkan baik- baik, beberapa hari ini klan vampir kegelapan sedang tidak masa tenang. Apa kamu sudah merasakan keanehan?”


“Apa? Klanku tidak merasakan keanehan apapun!”


“Beberapa hari ini kalan kami mengalami masalah di dunia Glasland. Kami menyembunyikannya dari Buniv, tetapi kami tidak mau ada korban lagi. Beberapa akademia Buniv diserang oleh orang tidak di kenal saat mereka berlatih di dunia Glasland. Sebenarnya dunia Glasland itu muncul karna apa? Apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari klan kami?”


“Ya bisa dikatakan seperti itu. Tetapi aku tidak mau ada perang lagi di antara klan kita, maka dari itu aku menanyakan ini padamu. Apa kamu tahu dan merasakan keganjilan di dunia Glasland? Awalnya dunia itu memang damai dan bisa di gunakan untuk ujian ability magie. Tetapi perlahan – lahan dunia itu menampakan sisi gelapnya. Beberapa akademia Buniv yang berlatih telah di serang oleh orang tidak di kenal. Kami, klan kami tidak mau membuat semua orang panik jadi kami menutupinya dari banyak klan. Kami hanya bisa mengawasi tempat itu saat ujian ability magie nanti.”


Mendengar penjelasan Ethan, Roman jadi teringat akan perempuan bercahaya yang memasuki dunia Glasland bersama seorang pria. Roman ingin mengatakannya pada Ethan, tetapi dirinya teringat akan sisi gelap Ethan yang menginginkan kekasihnya mati.

__ADS_1


“Hey, apa yang kamu pikirkan?” tanya Ethan melihat Roman melamun sembari menepuk pundak Roman.


Roman tertegun dari lamunannya dan menjawab “Tidak, maaf! Aku akan berusaha menyelidikinya, tetapi saat ini tidak ada yang di serang seperti itu. Apakah ini mungkin permasalahan antara korban dan pelaku?”


Ethan memikirkan sesuatu mengenai ucapan Roman, dan menjawab “Ya, awalnya aku juga menduga seperti itu. Tetapi korban tidak mengatakan akan ada permasalahan. Klan kami juga menyelidiki korban beberapa hari ini. Nanti akan kuberi tahu jika ada kabar terbaru dari klan mata- mata kami!”


“Ya, semoga permasalahan ini tidak menyebar dan ujian ability magie tetap aman!”


“Ya, aku juga berharap begitu! Ya sudahlah, aku akan pergi ke Buniv. Aku akan mengurus ujian ability magie nanti. Aku harap tim kalian juga bisa bersiap- siap menghadapi kendala yang mungkin nanti akan terjadi saat ujian ability magie berlangsung!”


“Ya, terima kasih telah memperingatiku!”


“Hah, tidak masalah!” jawab Ethan yang kemudian dirinya pergi meninggalkan Roman.


Ethan pergi meninggalkan Akademi Yexiao, sebelum masuk ke mobil Ethan memperhatikan asrama yang berdiri tinggi. Ia melihat ke lantai atas, memperhatikan kamar yang berada di tengah- tengah gedung asrama. Ia merasa dirinya telah di perhatikan dari sini. Ethan tidak memperdulikan itu, ia pun segera masuk ke mobil dan pergi meninggalkan tempat ini menuu Buniv.

__ADS_1


Sementara itu keberadaan Roman, ia masih berada di taman Akademi Yexiao. Roman terpikirkan akan ucapan Ethan. Ia mulai mencurigai Ethan.


“Ethan memberitahuku soal masalah ini, bukannya ia baru saja mengatakan bahwa klannya menyembunyikan masalah ini. Tetapi mengapa memberitahuku? Ah, apa mungkin ia berusaha membuatku takut dengan kejadian seperti itu? Aku tidak akan takut, aku akan siap menghadapi masalah yang terjadi di ujian ability magie nanti. Ya walau risikonya besar, aku dan timku akan berusaha sebaik mungkin!” ucapnya pada dirinya sendiri.


__ADS_2