
“Jadi, apa kamu akan menyerah sekarang?” ucapnya dengan kesombongan.
“Hih, kita belum bertarung! Jadi aku tidak akan mengakui kekalahan!”
“Hah, baiklah. Sekarang kamu ingin kita bertarung dimana?”
“Menurutmu? Sebaiknya kamu punya empat yang aman!”
“Hah, mudah saja! Bagaimana kalau di Glasland? Disana tidak akan ada seorang pun yang akan menghalangi kita!”
“Wow, ide bagus!” ucapku menyetujuinya.
Mendengar ide temannya itu, salah satu dari ke empat gadis berucap “Tapi bagaimana caranya agar kita bisa kesana? Jika kita ke aula sekarang, mungkin Ibu Oshaberi akan menaruh rasa curiga!”
“Hah, itu tidak akan terjadi!” ucapnya membantah ucapan temannya sendiri.
Aku tersenyum manis, ya seperti sifatnya dia keras kepala. Aku pun terpaksa mengikuti kemana mereka pergi, mereka membawaku ke aula dan menuju Glasland yang di anggap mereka adalah dunia tanpa penghalang.
Glasland.
Dunia yang indah, tanpa penghalang bahkan manusia sekalipun. Tetapi di tempat ini ternyata banyak teman- teman akademi yang menghabiskan waktu mereka disini. Aku dan mereka pun pergi ke tempat yang lebih sepi dan luas untuk berduel. Ya, tapi aku tidak menganggapnya sebagai berduel, ya karna ini satu lawan empat bukan satu lawan satu.”
__ADS_1
“Hah, baiklah. Sekarang kamu ingin kita bertarung dimana?”
“Menurutmu? Sebaiknya kamu punya empat yang aman!”
“Hah, mudah saja! Bagaimana kalau di Glasland? Disana tidak akan ada seorang pun yang akan menghalangi kita!”
“Wow, ide bagus!” ucapku menyetujuinya.
Mendengar ide temannya itu, salah satu dari ke empat gadis berucap “Tapi bagaimana caranya agar kita bisa kesana? Jika kita ke aula sekarang, mungkin Ibu Oshaberi akan menaruh rasa curiga!”
“Hah, itu tidak akan terjadi!” ucapnya membantah ucapan temannya sendiri.
Aku tersenyum manis, ya seperti sifatnya dia keras kepala. Aku pun terpaksa mengikuti kemana mereka pergi, mereka membawaku ke aula dan menuju Glasland yang di anggap mereka adalah dunia tanpa penghalang.
Glasland.
Dunia yang indah, tanpa penghalang bahkan manusia sekalipun. Tetapi di tempat ini ternyata banyak teman- teman akademi yang menghabiskan waktu mereka disini. Aku dan mereka pun pergi ke tempat yang lebih sepi dan luas untuk berduel. Ya, tapi aku tidak menganggapnya sebagai berduel, ya karna ini satu lawan empat bukan satu lawan satu.”
Teriakan gadis vampir itu di ikuti oleh kedua temannya, sementara Yunba sudah tidak sadarkan diri. Mendengar ocehan mereka, aku segera menggunakan kemampuanku sebagai pengendali darah menutup mulut mereka rapat- rapat. Menggenggam tanganku erat- erat, sama dengan aku menutup mulut mereka rapat- rapat.
“Baiklah, aku akan kulanjutkan perkenalan kita. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti anak kalian, aku akan mengembalikan Yunba kesedia kala. Tetapi aku ingin anak gadis kalian menetapi janjinya padaku, dan orang tuanya sebagai saksi. Orang tuanya harus melakukan perjanjian ini!”
__ADS_1
Orang tua dari gadis vampir pun berucap, “Nona Aresha, namamu Aresha kan?”
“Ya, Tuan!”
“Saya ingin bertanya pada Nona Aresha, apa boleh?”
“Ya tentu, Tuan!”
“Apa kesalahan putri saya sehingga Nona Aresha melakukan hal ini? Kami semua menanyakan masalahnya! Kami tidak akan menyerang dan menyakiti Nona Aresha, jika Nona Aresha menjelaskan pada kami apa masalahnya”
“Tuan, Tuan sangat baik. Baiklah, saya akan menjelaskannya! Mohon perhatikan apa yang akan saya perlihatkan pada Tuan-Tuan disini!”
Semua orang tua dari ke empat gadis itu pun menganggukan kepala sebagai tanda setuju, sementara orang yang ada di samping mereka tidak setuju dan ingin menyerangku. Tetapi orang tua ke empat gadis menyikapi kejadian ini dengan kepala yang dingin meski salah satu dari mereka melihat anak gadis tercinta tak sadarkan diri.
Aku telah diberikan kesempatan yang baik, aku pun mengendalikan air dan menyebarkannya ke seluruh orang- orang disini mengeliling mereka. Lalu aku mulai memperlihatkan bayangan, sebuah bayangan yang terbentuk oleh air. Percakapan kejadian bagaimana perkelahian ini terjadi.
Air- air yang membentuk manusia, suara percakapan diriku, Xia dan ke empat gadis ini terdengar jelas. Ini adalah sebuah pertunjukan seperti melihat sebuah rekaman. Tetapi ini murni di lakukan oleh sihir. Percakapan itu menarik perhatian semua orang, dan tak seorang pun bicara, mereka memperhatikan apa yang terjadi.
Air- air itu menunjukan sebuah pertunjukan yang hebat, dan berakhir dengan lenyap begitu saja.
“Jadi, apa ada yang ingin menyampaikan sesuatu? Aku yakin kalian adalah orang yang terhormat dan tidak akan mengingakari perjanjian ini!”
__ADS_1
Salah satu dari orang tua ke empat gadis itu pun berucap, “Saya mengerti, saya minta maaf! Sungguh tidak pantas apa yang telah di lakukan oleh keluarga saya. Saya akan melakukan seperti apa perjanjian ini. Terima kasih telah memberikan kehidupan pada anak saya!”
Salah secara bergantian satu persatu dari orang tua ke empat gadis ini mengatakan sesuatu padaku.