
Keberadaan Aresha.
Diriku melihat Alecia datang mendekat. Ia pun berdiri di sampingku sembari melihat ke depan dimana Romeo dan Sofie berjalan menuju panggung.
“Bagaimana?” tanyaku pada Alecia sembari meminum segelas minuman yang ada di tanganku.
“Hah, rencana ini tidaklah buruk. Aku pikir dia akan cepat mengenal ku, tapi malah sebaliknya. Ah, ya ide Lady Dandelion itu cukup gila. Tapi sihir ini memang sangat berguna. Suaraku tidak dikenalnya sekarang. Sampai kapan efek suara ini akan berakhir?”
“Apa Lady Dandelion tidak mengatakan hal lain tentang sihir suara itu?”
“Tidak, dia hanya mengatakan sihir suara ini akan membantuku dalam mendekatinya.”
“Hah, ya ampun! Minta lah Lady Dandelion untuk memberikanmu sihir, itu akan membantumu dalam menjalankan misi ini.”
“Apa? Apakah ada yang salah dengan sihir suara ini?”
“Ya, begitulah!”
__ADS_1
“Hah, benarkah? Apa yang salah? Apa aku akan baik- baik saja?”
“Ya kamu akan baik- baik saja, bertanyalah pada Lady Dandelion, dia akan membantumu sepenuhnya!”
Tiba- tiba saat kami berbicara, terdengar suara keras dari mikrofon. Suara pembawa acara di pesta ini, ya acara telah dimulai. Pembawa acara menyampaikan sesuatu, lalu memberikannya pada Sofie dan Romeo.
“ Selamat malam semuanya, saya ucapkan terima kasih telah datang ke pesta mewah ini. Pesta mewah ini diadakan bukan semena- mena untuk kesenangan semata. Tetapi pesta mewah ini diadakan untuk sebuah karya seni yang luar biasa. Dimana kalian semua dapat melihat karya seni yang luar biasa ini di depan mata. Sebuah karya seni yang dibuat oleh tangan seorang desainer yang profesional. Kalian bisa melihat karya seni yang mewah ini di depan mata kalian, lihat lah dalam kotak kaca itu. Itu adalah karya seni yang luar biasa. (Terhenti sesaat, beberapa orang berpakaian hitam seperti bodyguard. Mereka mengangkat kotak kata berisi topeng emas dengan berlian, membawanya ke atas panggung untuk di pertontonkan. Lalu Sofie kembali melanjutkan ucapannya). Ini adalah topeng yang dibuat dari emas dan berlian. Seperti yang kalian lihat. Sebuah karya seni yang dibuat satu- satunya di dunia. Malam ini, pesta ini tidak hanya untuk mempererat kerja sama perusahaan saja tetapi malam ini juga akan di adakan lelang seperti yang sudah kalian ketahui. Lelang akan dimulai sekarang!” ucapnya yang kemudian dirinya di beri tepuk tangan yang sangat meriah oleh undangan yang datang.
Lalu acaranya di lanjutkan oleh lelang topeng emas dengan berlian itu. Berlian yang langka, dan bermacam- macam berlian turut menghiasai topeng emas itu. Semua orang yang datang telah mendapatkan brosur mengenai topeng emas ini hingga tak heran tidak ada pertanyaan dalam penyambutan ini.
Selanjutnya, Romeo dan Sofie menyaksikan lelang itu. Mereka berdua duduk di atas panggung, tidak jauh dari keberadaan topeng emas itu.
Keberadaan Aresha.
“Apa? Tentang apa?” tanyaku.
“Dia mengatakan dirinya tidak memiliki perasaan apapun pada Sofie. Apakah dia serius atau hanya bercanda?” ucap Alecia meragukan ucapan Romeo.
__ADS_1
“Hah, playboy itu selalu mengatakan hal seperti itu. Jangan bodoh! Tidak perlu membawa perasaan apapun di saat seperti ini. Cinta sejatimu bukan ada padanya. Bisa aku lihat kartu nama perusahaanya?” pintaku.
Alecia pun mengambil kartu nama perusahaan yang diberikan Romeo padanya, lalu memberikannya padaku sembari berucap “Dia juga mengatakan hal lain tentangnya. Kau tahu! Dia ingin bertemu denganku di tempat lain. Dia menanyakan apakah aku mau bertemu dengannya lagi? Jadi, aku jawab saja ‘ ya aku mau’ tapi masalahnya sekarang adalah wajahku. Ia akan mengenal aku kan? Ia pasti akan membenciku!”
“Hah, tenang saja. Aku sudah mengatakannya kan tadi, minta lah pada Lady Dandelion. Dia akan membantumu” jawabku sembari melihat kartu nama perusahaan.
Aku tersenyum senang setelah melihat kartu nama perusahaan ini, Alecia telah berhasil menggoda pria itu. Dia tidak hanya memberikan kartu nama perusahaan tetapi juga nomor ponsel barunya di balik kartu nama perusahaan. Pria ini memang benar- benar pria bajingan.
Sementara itu keberadaan Sha.
Pria itu terus memperhatikan Sofie, ia mencoba menarik perhatian perempuan cantik nan kaya itu. Saat acara lelang topeng emas dengan berlian itu berlangsung, Sha ikut serta dalam pelelangan. Ia tidak mau kalah dengan peserta lelang lainnya, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan topeng itu. Ia bahkan rela menaruh harga tinggi hanya untuk harta yang tak berharga baginya. Sha tidak menginginkan topeng emas dengan berlian itu tetapi ia hanya ingin menarik perhatian perempuan itu, Sofie.
Ketika lelang dimulai semua peserta atau tamu undangan mempersiapkan diri untuk memperebutkan topeng emas dengan berlian itu. Topeng yang dibuat hanya satu di dunia oleh perusahaan desainer ini.
Orang- orang penting yang datang, mereka tidak lain adalah perwakilan dari sebuah perusahaan. Orang- orang terpercaya dari bos besar dan ada pula yang datang tanpa perwakilan. Mereka memiliki tujuan yang sama yakni mendapatkan topeng emas dengan berlian itu. Mereka harus berjuang dan mempertimbangkan keuangan mereka dengan baik untuk mendapatkannya.
“Topeng emas dengan berlian langka dan beberapa berlian lainnya yang menghiasi topeng emas ini akan dibuka dengan lelang seharga empat ratus lima puluh juta. Siapa yang berani melelangnya dengan harga yang lebih tinggi, maka dia lah pemiliknya!” ucap seorang pembawa acara dengan ketok palu di tangannya.
__ADS_1
Tak perlu menunggu waktu yang lama, beberapa orang mulai berebutan untuk melelangnya dengan harga yang lebih tinggi. Mereka secara bergantian menyebutkan harganya.