
Terus memperhatikan Aira yang menyembunyikan kebenaran dariku, awalnya aku berpikir
dia adalah pria baik-baik namun nyatanya dia berubah dariku. Ada penyesalan dari dalam diriku mengapa aku harus bercerita padanya mengenai Tagao, seharusnya aku tidak bercerita padanya saat itu. Aku sangat mengkhawatirkan rakyat yang tak terurusi. Dia jelas berbeda dengan Tagao, meski Tagao selalu denganku.
Tagao masih bisa mengurusi janjinya pada rakyat. Aira yang sibuk dengan penyihir, sementara aku menyiapkan rencana pelarianku dari Aira. Aku diam-diam pergi ke air terjun, dimana dalam air terjun itu terdapat goa. Ya, tepat air terjun yang kukunjungi dengan Aira. Berdiri diterpian air, lalu menyentuhnya dengan tangan dan mengucapkan
“ Ayah, aku Aresha ingin bicara denganmu”. Secara ajaib dalam air itu keluarlah seorang pria dengan mahkota dikepalanya. Ia berjalan dipermukaan air menuju tepian. Ia tersenyum dan berucap “ Ada apa Putriku? Katakan apa masalahmu hingga memanggil ayah”.
“ Aira jahat padaku yah, dia membohongiku. Dia tak jujur padaku”
“ Semua orang pernah lakukan kebohongan sayang!”
“Ya, aku tahu tetapi tidak dalam rencananya. Aku ingin lari dari kehidupannya,
yah. Aku yakin ayah tak suka padanya. Apalagi ayah adalah raja sihir bawah air”
“Ya, kau sudah dapat menebak rupanya. Ayah memang tak setuju dari awal kau
bertemu dengannya. Tentang ibumu, maaf ayah tak dapat menolong”
“Ya, aku maafkan yah”
“Apa rencanamu sayang untuk lari dari wolf dan vampire?”
“Aku ingin ikut dengan ayah, aku yakin mereka tak akan bisa menemukanku dalam air. Aira mendapat surat dari Tagao untuk bersiap dalam penyerangannya malam ini. Saat itulah aku berlari ke air dan ayah membukakan pintu untukku”
“Baiklah, kau hanya perlu panggil ayahmu. Ayah akan segera membukakan pintu air untukmu. Para putri duyung akan sangat senang kau datang ke istana ayah”
“
Terima kasih, ayah” pelukku. Lalu ayah menghilang dalam pelukan dan aku kembali
ke istana.
***
Tak pernah kupikir, Aira menunggu
kedatanganku di singgasananya. “ Darimana saja kau, Aresha?” tanya Aira.
“
Aku baru saja jalan-jalan ke air terjun. Kupikir akan lebih baik jika aku
kesana. Aku sangat bosan terus sendirian, dia sana aku dapat mendengar gemercik
air”
Aira
tersenyum, mendekat dan berucap “ Lain kali ajaklah aku, aku sangat khawatir
padamu. Bagaimana nanti jika ada orang yang mau menyerangmu? Aku tidak ingin
__ADS_1
kau terluka”, memegang tanganku dengan sangat erat lalu menarik kekamar.
Kemudian mendorong tubuhku hingga jatuh kelantai, “ Jangan sekali-kali kamu pergi
lagi tanpa aku, mulai sekarang kamu harus tinggal disini selamanya” katanya
dengan kasar. Aira mengunci diriku di kamar ini. Aku hanya menatapnya dengan
dingin, “ Kekuasaan telah membutakanmu rupanya, bagaimana jika nanti
sebaliknya. Apakah kau akan ingat padaku?”. Di dalam kamar ini, aku terus
menunggu hingga waktunya penyerangan. Sementara itu, Aira dan penyihir sibuk
menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tagao dan pasukannya nanti malam.
***
Dalam keheningan malam Tagao beserta
pasukannya mulai menyerang istana Aira dengan bantuan kelelawar. Tagao
menyerang Aira dengan haus darah. Aira terluka dan berusaha bangkit melawan
Tagao. Dari dalam kamar, aku mendengar suara yang sangat berisik dari luar.
Tiba-tiba pintu langsung terbuka, dan seorang vampire menyerang diriku. Dengan
sudah tiba disini ya? Aku harus melihat di luar” gumanku. Berjalan menuju ruang
singgasana. Kulihat Tagao sedang berkelahi melawan Aira. Aira terluka parah dan
berupaya menghindari serangan Tagao. Aira berjalan membawa Tagao ke tepian
sungai. Disanalah Aira mati-matian mempertahankan dirinya. Aira tak berdaya
menghadapi Tagao hingga akhirnya Aira tak sadarkan diri. Kulihat dari kejauhan
Tagao ingin menghabisi nyawa Aira. Saat itulah kugunakan kekuatan untuk membuat
kabut hingga membuat penglihatan Tagao terhalang dan menyelamatkan Aira.
Menarik tubuhnya masuk ke sungai. Di dalam sungai, aku berusaha membuat Aira
tetap bernapas dengan kekuatan yang kumiliki.
Kabut cepat menghilang seiring
hilangnya Aira, Tagao kesal dengan menghilangnya Aira. Kemudian Tagao kembali
ke istana dan berhasil merebut kerajaannya kembali. Begitu merayakan
kemenangan, Tagao teringat dengan Aresha. Dia cepat mencari Aresha dikamar,
__ADS_1
namun Tagao tak menemukannya. “ Kemana kau pergi, Aresha? Aku akan mencarimu
sampai ketemu, aku janji” guman Tagao.
Begitu aku merasa aman, aku mulai
keluar dari air sambil menarik tubuh Aira ketepian sungai seberang. Melihat
jauh ke seberang sungai, melihat sebuah kenangan yang kelam. Lalu menarik Aira
menjauh dari tepian ke dalam hutan. Menyembuhkannya dengan kekuatan yang
kumiliki, lalu pergi meninggalkannya dalam kegelapan. Terus berjalan dibawah
dalam kegelapan hutan, entah menuju kemana melangkah yang pasti aku harus
meninggalkan mereka berdua dari kehidupanku.
Belum begitu jauh Aresha berjalan,
Aira telah sadar dan melihat Aresha pergi masuk ke hutan. Aira mencoba terus
memanggil Aresha, namun Aresha tak mendengarkan panggilannya. Ia terus berjalan
dan menghilang dari pandangan Aira. Aira menggeserkan tubuhnya agar menyandar
pada sebatang pohon, menatap sungai tak jauh darinya lalu tertidur.
***
Pagi, diriku terus berjalan. Aku
berharap langkahku sudah sangat jauh dari mereka. Aku melakukan ini demi
kebaikan diriku dan mereka juga. Sebuah pelarian dalam perang, terus melangkah
hingga akhirnya tiba di kerajaan manusia. Cukup untuk membangun kehidupanku
kembali, di wilayah kerajaan Felix. Meski aku tahu dia teman Tagao, tetapi aku
juga harus hati-hati disini. Membangun gebuk dan memulai kehidupan kembali.
Kadang kala, aku bicara pada ayahku di air. Dan, terus memintanya agar selalu
membukakan pintu untukku. Inilah yang
kusebut pelarian dalam perang, aku hanya ingin sebuah kedamaian. Aku sadar apa
yang telah aku lakukan dan sebuah penghianatan masih berbekas di hati ini.
Aira terbangun dan segera berjalan meninggalkan wilayah vampire mencari kehidupan yang baru. Demi keamanan Aira menyamar sebagai pria biasa dan menyembunyikan kekuatan yang ia miliki. Aira mengetahui
dirinya masih diburu oleh Tagao hingga kini. Menuju wilayah Raja Felix, mencari teman dan pekerjaan. Membangun kekuasaannya kembali, begitu juga dengan Tagao. Ia mencoba membuat rakyatnya kembali sejahtera dan mencari Aresha. Kehidupan kembali sejahtera, meski kejahatan masih terus ada. Memperbaiki kesalahan dimasa lalu dengan membangun yang lebih baik dimasa depan.
__ADS_1