
Tanaman rambat kembali menyerang, kali ini jumlah serangan semakin banyak. Xia dan yang lain pun mengeluarkan kemampuan yang mereka miliki. Tanaman rambat ini seakan- akan tidak ada habisnya.
Saat melawan tanaman rambat ini, Xia teringat akan terjadi sesuatu seperti dulu. Ia kehilangan Zanko, Eun dan teman- teman. Xia tidak mau itu terulang lagi. Ia pun mengerahkan seluruh kemampuannya dan membantu teman- teman yang hampir terseret di bawa oleh tanaman rambat.
Tapi tiba- tiba Xia merasa ada yang aneh, semakin dirinya melawan semakin kuat lah apa yang dilawannya.
Saat serangan tanaman liar terjadi, bersamaan dengan serangan itu kabut tebal tiba- tiba datang dan menyelimuti mereka semua. Xia pun tidak bisa melihat keberadaan teman- temannya.
“Zanko, Eun. Kalian dimana?” teriak Xia memanggil dua teman sekelompoknya.
Tetapi tidak ada jawaban, ia pun kembali memanggil dua teman kelompoknya.
“Zanko, Eun. Kalian dimana?” teriak Xia memanggil dua teman sekelompoknya.
Tiba- tiba kabut kembali menghilang secara perlahan- lahan, dan Xia dapat kembali melihat keadaan di sekitarnya.
Ia melihat dirinya sendiri yang sedang bersama Zanko, Eun dan teman- teman peserta ujian ability magie. Tetapi sayangnya Xia tidak terlihat oleh mereka. Xia melihat kembali sesuatu yang telah terjadi di masa lalu, dia dibuat melihat dirinya sendiri dan merasakan apa yang ia rasakan. Dirinya melihat sesuatu yang terulang. Ia melihat dirinya sendiri.
Ia bersama Eun dan Zanko menuju hutan Argon. Tetapi ditengah perjalanan mereka, mereka bertemu dengan peserta ujian ability magie dari Buniv dan Akademi Yexiao.
“Zanko, kalian mau kemana?” sapa seorang laki- laki dari Akademi Yexiao yang juga salah satu peserta ujian ability magie.
Zanko dan Eun menghentikan motor mereka, dan mampir sebentar.
“Kami akan ke hutan Argon, bagaimana dengan kalian?” tanya Zanko.
“Kami akan ke labirin, kami mendapatkan petunjuk dari Akademi Yexiao untuk ke labirin. Dari peserta Buniv juga akan ke labirin, jadi kami sama- sama kesana. Bagaimana denganmu, Zanko? Apa kalian akan kesana juga?”
“Kami akan ke hutan Argon, petunjuknya mengatakan begitu!”
“Oh, memang ada apa disana? Bukannya harus ke labirin ya?”
“Entahlah, tapi tidak masalah. Eun, bagaimana ini? Kita ke labirin atau hutan Argon?” jawab Zanko sembari bertanya pada Eun.
“Entahlah, bagaimana ini Xia?” jawab Eun sembari melemparkan pertanyaan pada Xia.
“Menurutku sih bagaimana kalau kita ikuti saja mereka, lagi pula misi kita hanya menemukan dua kristal kan? Jadi ini tidak akan mungkin mempengaruhi nilai!”
“Oh ya, Zanko?”
“Ya, ada apa?”
“Sudah dengar apa yang dikatakan oleh Xia?”
“Tentu saja!”, lalu Zanko bicara dengan orang yang menyapanya.
“Ya seperti yang kamu dengar, kami akan ikut bersama kalian semua!”
“Oh baiklah, itu bagus!”
Kemudian mereka semua mulai pergi ke labirin. Mereka semua mengendarai motor dan mobil untuk menuju tempat itu. Labirin ini tidaklah berada di pusat kota tetapi cukup jauh dari keberadaan pusat kota itu sendiri.
__ADS_1
Tiga puluh menit di perjalanan, akhirnya mereka tiba di labirin. Mereka bergegas membeli tiket dan masuk bersamaan ke dalam labirin. Mengelilingi labirin sembari menuju pintu keluar. Mereka semua tidak memisahkan diri.
“Ya sepertinya tempat ini tidak ada apa-apanya!”
“Hem... tapi kenapa petunjuknya meminta kita datang kemari? Apakah mungkin Akademi Yexiao salah memberi informasi?”
“Hei, itu tidak mungkin salah! Lalu bagaimana dengan Buniv, apakah Buniv juga salah? Tidak mungkin kan?”
“Ya, ucapanmu benar juga!”
“Ya ampun, sejak kapan kalian akrab? Bukannya Buniv dan Akademi Yexiao selalu bertengkar ya?”
“Apa maksudmu? Sekarang bukan waktunya untuk berdebat. Tapi waktunya bekerja sama tau!”
“Ah, ya maaf maaf....!”
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga tiba di tengah- tengah. Mereka kembali berhenti. Seseorang melihat kebelakang, ia sejak tadi berjalan dengan temannya. Temannya berada di belakang.
“Zhe.... jadi bagaimana menurutmu?” ucapnya meminta pendapat temannya yang berada di belakang.
Tidak ada jawaban, ia pun menoleh kebelakang. Ia terkejut Zhe, temannya sudah tidak ada.
Ia pun berteriak memanggil Zanko, “Zanko! Zhe tidak ada!.”
Zanko pun menoleh ke belakang, ia mengarahkan pandangannya pada orang telah yang telah memanggil dirinya.
“Ya, ada apa?”
“Zhe tidak ada! Tadi dia bersama kita”
“Tidak, Zhe dan aku tidak pernah terpisah. Jika Zhe ketinggalan ia pasti sudah berteriak memanggil namaku!”
“Oh, mungkin ada sesuatu yang terjatuh jadi ia tidak sempat memanggilmu!”
“Hah, begitu ya?!”
“Zanko, Yunan juga tidak ada. Dia bersamaku tadi!” keluh seseorang.
“Ada berapa orang yang hilang?”
Mereka pun secepatnya menghitung, dan mulai menyadari ada temannya yang tertinggal di jalanan.
“Zanko, aku rasa hanya ada tiga. Seorang gadis rocker pendiam itu juga menghilang!”
“Hah, menghilang?”
“Ya, bagaimana ini?”
“Kita berpencar saja, beberapa sebagian kembali ke pintu masuk dan yang lain tetap maju ke depan!” saran Zanko.
Kemudian kelompok itu pun dibagi, Xia dan Eun ikut dengan mereka yang menuju pintu masuk. Sementara Zanko melanjutkan perjalanannya mencari petunjuk lainnya mengarah pada pintu keluar labirin.
Saat beberapa langkah jauh dari kelompok, terdengar suara dengusan binatang buas dan suara yang mengerikan. Kedua kelompok itu menghentikan langkahnya, dan tak seorang pun mengeluarkan kata- kata. Telinga mereka mulai menajam mendengarkan suara binatang buas yang baru saja mereka dengar. Mereka pun kembali mendengar dengusan. Entah binatang apa, tetapi dengusan itu seperti sangat dekat dengan mereka semua hingga dedaunan sebagai labirin itu mengering seperti telah terbakar oleh api.
__ADS_1
Tiba- tiba terdengar suara teriakan seseorang, suara teriakan seorang perempuan yang tidak lain adalah suara Zhe.
“Tolong!! Tolong aku, siapa saja. Tolong aku!”
Lalu terdengar suara Yunan, “Aaaa... Zhe!!!.”
Dua teriakan itu terdengar jelas, terdengar tak jauh dari keberadaan mereka. Mereka pun bergegas berlari ke sumber suara itu. Sumber suara itu berhenti di tengah labirin yang berjalan buntu. Beberapa tanaman yang menjadikan labirin telah hangus terbakar oleh api. Tetapi tidak ada Zhe dan Yunan disini. Tidak ada siapa disini, hanya kobaran api kecil yang kemudian lenyap begitu saja.
“Dimana Zhe?”, “Zhe.... Zhe!” teriak temannya yang mulai mengkhawatirkan Zhe.
“Yunan! Yunan! Ini kami, kamu dimana?” teriak teman- teman dari Buniv.
Tetapi tak ada jawaban. Zanko memperhatikan api yang membayar dedaunan di labirin ini sebelum padam, ia melihat api itu bukanlah api biasa melainkan api sihir. Tidak ada api yang mudah paham begitu saja kecuali api sihir yang telah dikendalikan oleh seseorang. Disini juga tidak ada hujan dan angin.
“Sebaiknya tetap bersama. Jangan ada yang berpencar!” ucap Zanko menyarankan.
“Bagaimana dengan Zhe?”
“Yunan! Dia tidak menjawab, bagaimana dengan Yunan?”
“Jangan khawatir, mereka berdua pasti baik- baik saja!”
“Baik- baik saja, katamu? Apa kamu tidak lihat apa yang baru saja terjadi? Mereka berdua berteriak, dengusan binatang buas dan api yang membakar teman ini! Dan kamu mengatakan ini baik- baik saja?” ucap teman Zhe yang mulai marah.
“Tenang lah! Kau lihat sendiri kan? Jika mereka terluka, bukankah sekarang mereka ada disini?”
“Tenanglah, kami akan membantumu menemukan Zhe dan Yunan. Kami tidak akan membiarkan seorang pun melukai kalian. Jadi tetaplah bersama!” sambung Eun.
“Sebenarnya apa yang telah menyerang tempat ini? Dengusan yang hangat!” tanya Xia.
“Menurut kalian apa? Ini terdengar gila tetapi ini seperti dengusan naga!” ucap Zanko membuat semua orang kaget dan mengkhawatirkan dua sahabat mereka yang hilang.
“Zhe!”
*“Yunan!”
Beberapa orang mulai menangis mengalirkan air mata karena kehilangan dua sahabat mereka.*
“Hei apa yang kalian sedihkan? Bukan berarti Yunan dan Zhe itu telah tiada. Mereka pasti sedang berlari sekarang. Sebaiknya kita mulai mencari mereka sebelum terlambat!”
Mereka yang menangis pun berhenti, dan segera mencari dua sahabat mereka bersama-sama.
Salah satu dari mereka menemukan syal yang dikenakan oleh Zhe, temannya mengenali syal itu.
“Hei, aku menemukan syal. Apakah kalian ada yang mengenal pemilik syal ini?” ucap salah satu dari mereka yang membawanya ke tengah- tengah.
“Oh, ini! Ini bukanlah milik Zhe. Kamu mendapatkannya dimana?” ucap teman Zhe sembari mengambil syal dari tangan orang yang telah menemukan syalnya.
“Di tanaman itu, tadi ada disana!” tunjuknya pada tanaman yang membentuk labirin.
“Zhe! Sebenarnya siapa yang melakukan ini pada Zhe?” ucapnya sembari melihat syal.
Tiba- tiba saat sedang sedih, dan memikirkan hilangnya dua sahabat mereka. Di langit yang terang dan tenang, burung- burung berterbangkan menuju arah mereka.
__ADS_1
*“Lihat! Mengapa burung- burungnya terbang ke arah kemari?” tunjuk seseorang ke langit.
Banyak burung- burung terbang ke arah mereka, burung- burung itu ketakutan seperti ada makhluk yang besar telah menyerang di balik hutan tak jauh dari labirin ini.*