Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 141


__ADS_3

“Oh ya semoga saja kamu bertemu dengan mereka


secepatnya. Nanti jika sudah bertemu katakan padamu siapa idolamu di antara


mereka ya?”


“Idolaku?”


“Ya tentu saja, hampir semua anak perempuan


memiliki idolanya. Semeskinya kamu juga punya!”


“Ah ya, akan saya usahakan punya”


“Tidak perlu, jangan memaksakan diri. Jika kamu


tidak punya idola juga tidak masalah. Rumahmu dimana?”


“Aku tidak punya rumah tetap, sering berpindah


tempat tepatnya”


“Oh begitu, kamarmu nomor berapa? Aku nomor 25.


Bagaimana denganmu?”


“Ya itu juga kamarku!”


Terkejut, “Hah benarkah? Ya ampun ternyata kamu


adalah teman sekamarku, senangnya!” ucapnya memegang kedua tanganku sementara


dia melompat- lompat.


Begitu beberapa orang memperhatikan dirinya, ia


segera menghentikan tingkah lucunya itu. Segera melepaskan tanganku, dan


berucap “Maaf, maaf ya! Semoga kamu betah tinggal satu kamar denganku ya? Jika


kamu mengalami kesulitan aku akan membantumu, katakan saja apa masalahmu”


Aku tersenyum manis, dan menjawab “Ya terima kasih


pasti akan kuingat. Jadi namamu Xia, nama panggilan ya?”


“Idolaku?”


“Ya tentu saja, hampir semua anak perempuan


memiliki idolanya. Semeskinya kamu juga punya!”


“Ah ya, akan saya usahakan punya”


“Tidak perlu, jangan memaksakan diri. Jika kamu


tidak punya idola juga tidak masalah. Rumahmu dimana?”


“Aku tidak punya rumah tetap, sering berpindah


tempat tepatnya”


“Oh begitu, kamarmu nomor berapa? Aku nomor 25.


Bagaimana denganmu?”


“Ya itu juga kamarku!”


Terkejut, “Hah benarkah? Ya ampun ternyata kamu


adalah teman sekamarku, senangnya!” ucapnya memegang kedua tanganku sementara


dia melompat- lompat.

__ADS_1


Begitu beberapa orang memperhatikan dirinya, ia


segera menghentikan tingkah lucunya itu. Segera melepaskan tanganku, dan


berucap “Maaf, maaf ya! Semoga kamu betah tinggal satu kamar denganku ya? Jika


kamu mengalami kesulitan aku akan membantumu, katakan saja apa masalahmu”


Aku tersenyum manis, dan menjawab “Ya terima kasih


pasti akan kuingat. Jadi namamu Xia, nama panggilan ya?”


“Ya benar, nama asliku adalah Xia Moon. Aku


pengendali air, saat ini aku sedang berlatih menguasi dasar elemen air. Maaf ya


aku bukan yang seperti keinginanmu, kamu pasti ingin memiliki teman sekamar


yang hebat kan? Maaf, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan


ujian ability magie”


“Apa maksudmu? Aku hanya perlu teman yang baik dan


bisa saling memahami. Itu saja sudah cukup bagiku”


“Ah begitu ya, syukurlah. Tapi aku akan berusaha


sebaik mungkin agar kita bisa ke level tertinggi nantinya”


“Ah memang ada levelnya ya?”


“Ya tentu, kudengar disini Violin lah yang


tertinggi dia adalah penyihir dengan elemen bulan. Kehebatannya luar biasa tak


tertandingi loh!”


“Oh begitu!”


ya?”


“Masa sih, kamu salah lihat kali? Aku ngak mirip


sama sekali dengan dia kok. Aku bahkan hanya bisa membuat pusaran air kecil.


Aku di bawah levelmu”


“Oh, tidak apa. Jangan di jadikan masalah ya, nanti


kita berlatih bersama. Aku akan mengajarimu apa yang aku bisa!”


“Wah terima kasih banyak, aku senang punya teman


sepertimu”.


Tiba- tiba dari perbincangan kami berdua, lagi-


lagi aku mendengar ucapan negatif yang tertuju padaku. Menyebalkan sekali untuk


mendengar ocehan mereka yang tidak berguna itu. Mereka bahkan meremehkan diriku


dan Xia.


“Hey, lihat! Xia mendapatkan teman baru lagi,


hah... mungkin beberapa hari ke depan teman sekamarnya itu juga akan pergi


meninggalkannya karna Xia lemah dan selalu gagal dalam ujian ability magie.


Hahahaha.... pastilah gadis itu menyesal!”


“Yups.... kita lihat saja! Apa mungkin nanti dia

__ADS_1


dan Xia berkelahi. Aku ingin dengar bagaimana mereka bertengkar seperti yang


lalu!”


“Ah, kamu tak usah berlebihan! Tidak dengarkah yang


di katakan gadis itu kalau dia juga orang yang lemah. Jika nanti ujian ability


magie pastilah mereka yang akan tersingkir lebih dulu. Mereka tidak akan bisa


mengalahkan klan vampir!”


“Hahaha.... memang klan elemen air itu lemah!”


Ocehan itu membuat kupingku sedikit panas, tetapi


aku tidak boleh marah di depan teman sekamarku ini.


“Xia, bagaimana kalau kamu mengajakku jalan- jalan?


Ya memperkenalkanku pada tiap area, dan tenang sekolah ini!”


“Oh ya, ya tidak masalah. Itu ide yang bagus, aku


tidak memikirkan itu. Baiklah, mari kita jalan bersama!”


Aku dan Xia berjalan mengelilingi Akademi Yexiao.


Aku berjalan di samping Xia.


Tiap ruangan yang kami lewati, Xia menjelaskan


beberapa hal padaku mengenai sekolah ini.


“Aresha, kalau kamu mau pergi ke kelas elemen lain


seperti halnya punya urusan penting. Kamu bisa melihat tiap papan nama kelas


yang ada di atas pintu, ya seperti ruang kelas kita bersimbol elemen air. Nah,


kelas lain juga begitu. Aku punya beberapa saran untukmu, aku harap kamu


mendengarkannya dan mengingat saranku”


“Apa?”


“Ya saranku hanya beberapa yang penting dari


Akademi Yexiao ini. Terutama sebaiknya kamu menjauhi masalah terutama jangan


sampai masalahmu berada di tangan pengawas. Mereka semua tegas dan tidak akan


melepaskan begitu saja yang mencari masalah dengan mereka. Lalu sebaiknya kamu


jauhi klan vampir, disini klan vampir di kenal dengan klan terhormat. Mereka


sangat di hormati dan disegani. Kamu sebaiknya jangan mencari masalah dengan


mereka. Ya kalau soal ujian ability magie mau tidak mau kita harus menghadapi


klan vampir jika lawan kita adalah mereka. Akademi Yexiao ini kebanyakan di


huni oleh klan vampir. Sedikit manusia yang diberikan kelebihan. Pengendali air


hanya sedikit di sini, disini kebanyakan muridnya adalah dari klan vampir,


hybird, dan wolf. Jadi tidak perlu heran kalau lebih banyak jumlah mereka dari


pada kita. Kita hanya memiliki keberuntungan memiliki kelebihan dalam kehidupan


ini. Ya pada intinya paling banyak disini adalah klan vampir”


“Ya, tentu akan kuingat. Jauhi pengawas dan klan

__ADS_1


vampir. Apa ada lagi?”


__ADS_2