
“Oh ya semoga saja kamu bertemu dengan mereka
secepatnya. Nanti jika sudah bertemu katakan padamu siapa idolamu di antara
mereka ya?”
“Idolaku?”
“Ya tentu saja, hampir semua anak perempuan
memiliki idolanya. Semeskinya kamu juga punya!”
“Ah ya, akan saya usahakan punya”
“Tidak perlu, jangan memaksakan diri. Jika kamu
tidak punya idola juga tidak masalah. Rumahmu dimana?”
“Aku tidak punya rumah tetap, sering berpindah
tempat tepatnya”
“Oh begitu, kamarmu nomor berapa? Aku nomor 25.
Bagaimana denganmu?”
“Ya itu juga kamarku!”
Terkejut, “Hah benarkah? Ya ampun ternyata kamu
adalah teman sekamarku, senangnya!” ucapnya memegang kedua tanganku sementara
dia melompat- lompat.
Begitu beberapa orang memperhatikan dirinya, ia
segera menghentikan tingkah lucunya itu. Segera melepaskan tanganku, dan
berucap “Maaf, maaf ya! Semoga kamu betah tinggal satu kamar denganku ya? Jika
kamu mengalami kesulitan aku akan membantumu, katakan saja apa masalahmu”
Aku tersenyum manis, dan menjawab “Ya terima kasih
pasti akan kuingat. Jadi namamu Xia, nama panggilan ya?”
“Idolaku?”
“Ya tentu saja, hampir semua anak perempuan
memiliki idolanya. Semeskinya kamu juga punya!”
“Ah ya, akan saya usahakan punya”
“Tidak perlu, jangan memaksakan diri. Jika kamu
tidak punya idola juga tidak masalah. Rumahmu dimana?”
“Aku tidak punya rumah tetap, sering berpindah
tempat tepatnya”
“Oh begitu, kamarmu nomor berapa? Aku nomor 25.
Bagaimana denganmu?”
“Ya itu juga kamarku!”
Terkejut, “Hah benarkah? Ya ampun ternyata kamu
adalah teman sekamarku, senangnya!” ucapnya memegang kedua tanganku sementara
dia melompat- lompat.
__ADS_1
Begitu beberapa orang memperhatikan dirinya, ia
segera menghentikan tingkah lucunya itu. Segera melepaskan tanganku, dan
berucap “Maaf, maaf ya! Semoga kamu betah tinggal satu kamar denganku ya? Jika
kamu mengalami kesulitan aku akan membantumu, katakan saja apa masalahmu”
Aku tersenyum manis, dan menjawab “Ya terima kasih
pasti akan kuingat. Jadi namamu Xia, nama panggilan ya?”
“Ya benar, nama asliku adalah Xia Moon. Aku
pengendali air, saat ini aku sedang berlatih menguasi dasar elemen air. Maaf ya
aku bukan yang seperti keinginanmu, kamu pasti ingin memiliki teman sekamar
yang hebat kan? Maaf, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan
ujian ability magie”
“Apa maksudmu? Aku hanya perlu teman yang baik dan
bisa saling memahami. Itu saja sudah cukup bagiku”
“Ah begitu ya, syukurlah. Tapi aku akan berusaha
sebaik mungkin agar kita bisa ke level tertinggi nantinya”
“Ah memang ada levelnya ya?”
“Ya tentu, kudengar disini Violin lah yang
tertinggi dia adalah penyihir dengan elemen bulan. Kehebatannya luar biasa tak
tertandingi loh!”
“Oh begitu!”
ya?”
“Masa sih, kamu salah lihat kali? Aku ngak mirip
sama sekali dengan dia kok. Aku bahkan hanya bisa membuat pusaran air kecil.
Aku di bawah levelmu”
“Oh, tidak apa. Jangan di jadikan masalah ya, nanti
kita berlatih bersama. Aku akan mengajarimu apa yang aku bisa!”
“Wah terima kasih banyak, aku senang punya teman
sepertimu”.
Tiba- tiba dari perbincangan kami berdua, lagi-
lagi aku mendengar ucapan negatif yang tertuju padaku. Menyebalkan sekali untuk
mendengar ocehan mereka yang tidak berguna itu. Mereka bahkan meremehkan diriku
dan Xia.
“Hey, lihat! Xia mendapatkan teman baru lagi,
hah... mungkin beberapa hari ke depan teman sekamarnya itu juga akan pergi
meninggalkannya karna Xia lemah dan selalu gagal dalam ujian ability magie.
Hahahaha.... pastilah gadis itu menyesal!”
“Yups.... kita lihat saja! Apa mungkin nanti dia
__ADS_1
dan Xia berkelahi. Aku ingin dengar bagaimana mereka bertengkar seperti yang
lalu!”
“Ah, kamu tak usah berlebihan! Tidak dengarkah yang
di katakan gadis itu kalau dia juga orang yang lemah. Jika nanti ujian ability
magie pastilah mereka yang akan tersingkir lebih dulu. Mereka tidak akan bisa
mengalahkan klan vampir!”
“Hahaha.... memang klan elemen air itu lemah!”
Ocehan itu membuat kupingku sedikit panas, tetapi
aku tidak boleh marah di depan teman sekamarku ini.
“Xia, bagaimana kalau kamu mengajakku jalan- jalan?
Ya memperkenalkanku pada tiap area, dan tenang sekolah ini!”
“Oh ya, ya tidak masalah. Itu ide yang bagus, aku
tidak memikirkan itu. Baiklah, mari kita jalan bersama!”
Aku dan Xia berjalan mengelilingi Akademi Yexiao.
Aku berjalan di samping Xia.
Tiap ruangan yang kami lewati, Xia menjelaskan
beberapa hal padaku mengenai sekolah ini.
“Aresha, kalau kamu mau pergi ke kelas elemen lain
seperti halnya punya urusan penting. Kamu bisa melihat tiap papan nama kelas
yang ada di atas pintu, ya seperti ruang kelas kita bersimbol elemen air. Nah,
kelas lain juga begitu. Aku punya beberapa saran untukmu, aku harap kamu
mendengarkannya dan mengingat saranku”
“Apa?”
“Ya saranku hanya beberapa yang penting dari
Akademi Yexiao ini. Terutama sebaiknya kamu menjauhi masalah terutama jangan
sampai masalahmu berada di tangan pengawas. Mereka semua tegas dan tidak akan
melepaskan begitu saja yang mencari masalah dengan mereka. Lalu sebaiknya kamu
jauhi klan vampir, disini klan vampir di kenal dengan klan terhormat. Mereka
sangat di hormati dan disegani. Kamu sebaiknya jangan mencari masalah dengan
mereka. Ya kalau soal ujian ability magie mau tidak mau kita harus menghadapi
klan vampir jika lawan kita adalah mereka. Akademi Yexiao ini kebanyakan di
huni oleh klan vampir. Sedikit manusia yang diberikan kelebihan. Pengendali air
hanya sedikit di sini, disini kebanyakan muridnya adalah dari klan vampir,
hybird, dan wolf. Jadi tidak perlu heran kalau lebih banyak jumlah mereka dari
pada kita. Kita hanya memiliki keberuntungan memiliki kelebihan dalam kehidupan
ini. Ya pada intinya paling banyak disini adalah klan vampir”
“Ya, tentu akan kuingat. Jauhi pengawas dan klan
__ADS_1
vampir. Apa ada lagi?”