Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 44


__ADS_3

Chapter 44


Untungnya kedatangan kami tidak terlambat tapi ketika aku mengamati Roman, ia nampak menjauhi sinar matahari yang masuk ke ruang kelas ini. Akira yang melihat tingkah Roman pun memintanya untuk bertukar tempat duduk.


“Ada apa dengannya?,”tanyaku.


“Biasa!”,


“Ia alergi matahari?”,


“Bukan!”,


“Lalu?”,


“Marah sama kamu soalnya kamu ninggalin dia tadi”,


“Hah, ya ampun. Apa ia juga harus pergi ke toilet bersamaku? Ya benar saja”,


Roman yang mendengar percakapan itu kesal pada Akira, “ Apa yang kamu ucapkan Akira? Aku tidak begitu!”,


“He, cuman bercanda!”,


Kemudian seorang guru masuk dan memberikan pelajaran.


***


Netta dan Steven mengunjungi rumah besar Roman. Tetapi mereka tidak disambut kedatangannya oleh Roman sebab Roman tidak ada di rumah. Pembantu Roman mengatakan pada mereka berdua bahwa, “ Maaf Steven dan Netta. Roman beberapa hari ini tidak tinggal disini. Tuan bilang ia tinggal di rumah Vionderina, saya kurang tau dimana. Tapi jika Steven dan Netta meminta alamatnya akan saya hubungi dulu Tuan!”.


“Biaklah, hubungi Tuanmu dan kami akan menunggu”,


Pembantu itu mulai menghubungi pak Dir, setelah mendapatkan alamat tinggal Roman secepatnya ia memberikan selembar kertas yang berisi alamat Roman pada Netta dan Steven. Netta dan Steven pun pergi dari sana.


Sambil mengemudikan mobil Steven berucap “ Aku heran kenapa vampir mau-maunya tinggal bersama manusia?”,


“Hah, seperti kamu tidak tahu saja. Kamu tahukan kalau Roman patah hati setelah kepergian Alika!”,


“Iya tapi jika ia tinggal bersama manusia, apa ia tak tergoda?”,


“Hah, awas aja ya kalau kamu tergoda oleh manusia!”,


“Eh…..!”Steven sedikit cemas akan perkataan Netta.


***


Setiba di rumah Vionderina, mereka tidak menemukan siapa-siapa disana hingga akhirnya mereka pergi ke sekolah Roman. Sambil menunggu gerbang di buka, Steven dan Netta mengirim pesan pada temanya.


“Eren, kamu dimana sekarang?”,


“Emang ada apa bertanya posisiku?”,


“Huh dasar, kemarin bilang mau bikin kejutan buat Roman!”,


“Ya aku janji, aku ngak jauh kok dari keberadaan kalian sekarang!”,


Secepatnya Netta keluar dari mobil dan mencari posisi Eren. Netta tidak melihat Eren dari gerbang sekolah ini.


“Kamu dimana?”,


“Hah sudahlah, ketika pintu gerbang terbuka aku sudah ada disana kok!”,


“Baiklah”,


Sementara Steven menghubungi Jim Wa, begitu telpon terhubung.


“Selamat pagi, bagaimana kabar kalian?”,


“Steven! Baik, sudah lama tidak mendengar suaramu”,


“Ya, masih jadi kepala sekolah dan VA?’,


“Masih!”,


“Dimana istrimu yang cantik itu? Aku mau bicara dengannya”,

__ADS_1


Jim Wa memberikan telponnya pada istrinya.


“Steven, ada apa?”,


“Aku mau tanya apa benar berita itu? Apa tidak ada kesalahan? Aku sedang berada di depan gerbang sekolah Roman”,


“Tidak, berita itu benar. Kamu ingatkan perjanjian itu?”,


“Ya ingat”,


“Karena Romeo tidak lagi mencintai Alika maka Alika akan pergi tapi ia tidak mati. Ia melakukan reinkarnasi pada seorang gadis. Seperti foto yang kuperlihatkan padamu beberapa hari yang lalu. Kamu menyimpan gambarnya kan?”,


“Ya, aku menyimpannya dalam handphoneku”,


“Nah, sekarang selamat berjuang menemukan gadis itu”,


“Tapi apa maksudnya arti tulisan dibelakang foto “Koma!”,


“Nanti kamu juga tahu apa artinya yang terpenting pastikan Roman mendapatkan gadis itu agar kesedihannya sirna”,


“Ya”,


“Jujur, aku merasa kisah hidupnya tidak adil jika tidak bahagia sementara kita diberikan kebahagian”,


“Ya, lalu bagaimana dengan Alecia dan Roman. Aku takut Alecia akan dendam setelah kutukan itu terjadi”,


“Hah, jangan pedulikan gadis itu. Mungkin sekarang ia akan berusaha menjadi ibu terbaik baik anak-anaknya”,


“Ya baiklah sampai jumpa lagi!”,


“Beritahu aku jika sudah menemukannya”,


“Ya tentu saja”.


Telpon terputus dan mereka kembali menunggu pintu gerbang di buka.


***


Seperti ucapan Eren, ia akan datang ketika pintu gerbang dibuka. Begitu pintu gerbang di buka, mobil yang dikemudikan Steven masuk ke sekolah diiringi motor sport yang dikemudikaan Eren.


“Penampilan kalian berbeda banget! Jadi Roman kembali ke masa ini?”,


“Bgeitulah!”


“Apa kita akan menunggunya disini?”


“Ya”,


Seorang satpam menemui mereka dan menanyakan tujuan kedatangan.


“Maaf kalian sedang mencari siapa? Jika tidak ada kepentingan sebaiknya pergi!”,


“Hah, jangan begitu pak. Kami menemukan teman kami disini. Kami sudah lama tidak bertemu dengan anak orang kaya”,


“Siapa?’,


“Roman dan Akira”,


“Oh, kalian teman Roman dan Akira ya?”,


“Ya, baiklah saya ijinkan kalian bertemu dengannya tapi jangan buat keributan nanti jika ada keributan saya bisa dipecat!”,


“Ya, tidak akan!”.


***


Bel berbunyi, kami mulai menutup pelajaran hari ini. Semua berbenah dan bersiap pulang. Teman-teman yang selesai merapikan buku secepatnya pergi begitu juga denganku tapi langkahku selalu diiringi Roman. Aku hanya bisa menghela napas panjang. Di tengah jalan, aku dicegat oleh Angel bersama dua sahabatnya. Tanpa sebab apa Angel langsung menamparku tapi tangannya dipegang oleh Roman.


“Ada masalah gadis manis?”,


Angel terdiam, dan menyimpan malu atas tingkahnya. Akira, Hani dan Gisel yang menyusul melihat kejadian ini. Roman melepaskan tangan Angel lalu spontan memegang tanganku. Membawaku pergi dari sana begitu juga dengan teman-teman.


Roman melepaskan tanganku begitu dihalaman sekolah,

__ADS_1


“Kamu baik-baik saja?”,


“Ya, terima kasih”,


“Tidak perlu berterima kasih!”,


Tapi Roman malah melakukannya lagi, ia menarik tanganku dan menuju tiga orang tak dikenal. Tapi nampaknya Roman mengenal mereka hingga melepaskan tanganku. Akira dan temanku juga kemari.


Seorang perempuan tersenyum manis padaku dan berucap “ Hay namaku Netta, ini Steven pacarku dan Eren. Kami teman Roman dari jauh”,


“Ya, namaku Violin. Senang mengenal kalian”,


Kemudian perkenalan dilanjutkan dengan Hani dan Gisel.


“ Maaf ya, aku bawa dulu Roman nanti aku kembalikan dia pada kalian. Roman, ayo kita pergi?”,


“Violin, jaga dirimu baik-baik ya!”,


“Hah yang pergi siapa yang jaga siapa!”,


Roman, Akira dan teman-temannya pergi entah kemana. Aku, Hani dan Gisel menunggu jemputan lagi. Ya seperti hari-hari yang lalu yang menjemputku adalah Briand. Kami pulang bersama-sama.


***


Menuju taman danau dimana perpisahan terakhirnya dengan Alika. Mereka berhenti disana. Duduk di rerumputan sambil memandangi danau.


“Kenapa kalian membawaku kemari?”,


“Ya itu lah yang ingin kami beritahu padamu, Roman!”,


“Hah, Alika tak akan mungkin kembali”,


“Apa kamu masih mencintainya?”,


“Tentu saja, tidak ada yang bisa mengantikan dirinya dalam hidupku”,


“Kabar baiknya ia tidak pergi dari kita dan ia hanya ingin menghilangkan kesedihannya sama sepertimu”,


“Hah, sudahlah Alika juga tak akan kembali!”,


“Kenapa kamu mulai putus asa? Apa hanya karena menunggu yang membosankan?”,


“Ya Roman, apa yang diucapkan Netta itu benar. Mau lihat foto Alika sekarang?”,


Roman pun bingung dan Steven memperlihatkan foto Alika yang sekarang. Foto itu tidak lain adalah Violin.


“Ini Violin, bukan Alika!”,


“Memang, apa kamu lupa dengan janji pembangkitan itu?”,


“Tidak!”,


“Hah, Alika tidak bersatu dengan Romeo jadi Alika bisa kembali menjadi debu tapi ia berhak memilih kehidupan lainnya. Ia berreinkarnasi menjadi Violin”,


“Benarkah itu?”,


“Ya, foto ini aku teman di kos Alika dulu. Ia menuliskan koma dibelakangnya, mungkin artinya Violin dulu pernah mengalami koma. Violin adalah Alika”,


“Jika itu benar maka aku akan membuatnya kembali mengingat diriku”,


“Ya semoga saja begitu, dan memang itu yang kami harapkan sekarang”,


“Terima kasih telah memberitahu!”,


“Ya karena kami temanmu ngak perlu berterima kasih”,


***


Kantor Mama,


Seperti biasa aku menunggu mama dan lagi-lagi bus sekolah memang tak menjemput kami di sekolah. Mama mengerjakan tugas pekerjaanya sementara aku kusempatkan menulis cerita di blog, Adena.


“Hello…, suara seseorang membuka pintu kamar yang tertutup dan gelap. Perlahan-lahan ia masuk ke ruangan. Ia berjalan masuk ke ruangan itu, menyalakan lampu. Begitu menyala, ia melihat seseorang di depan jendela. Pria yang berpakaian serga gelap dengan mantel hitam. Ia berpaling dan melihat orang itu. Matanya merah darah dengan senyuman manis. Secepat kilat pria itu berubah menjadi kelelawar dan terbang keluar dari sela jendela. Kini orang itu juga bisa melepas napas panjangnya. Rasa takutnya mulai sirna.

__ADS_1


Tetapi, ada dua wanita datang membawa cahaya. Mereka seolah-olah telah mengejar pria vampir itu. Tapi mereka datang terlambat dan pergi lagi. Orang itu adalah seorang gadis yang tinggal di apartemen sederhana”, lalu aku mulai memposting cerita. Aku berharap akan ada pembaca lagi untuk cerita singkat kali ini.


__ADS_2