
Catatan author: Bisa lanjut hingga bagian bab dunia mimpi Xia bab terakhir. Ini hanya pengulangan, yang tidak pernah Xia ketahui, dan kini ia ketahui.
Dunia mimpi Xia, Xia melihat apa yang dilakukan oleh Aresha dan keempat gadis.
*Kata Aku diperankan oleh Aresha.
Air biasa itu jatuh ke tanah dan secepatnya di serap oleh tanah. Tetapi air dengan jumlah banyak ini terlalu sulit diserap oleh aspal. Ini mempersulit diriku, ya jika airnya masih ada di permukaan tentu saja Yunba masih bisa mengendalikan air dan menjadikannya senjata. Itu artinya aku harus mencegahnya itu terjadi atau aku akan mendapatkan serangan dengan ribuan anak panah lagi.
Aku berhasil membuat ribuan anak panah jatuh ke tanah menjadi air, tetapi tenagaku terkuras. Aku hanya memiliki sedikit tenaga sekarang. Tetapi gadis itu, ya Yunba sudah pasti ia masih memiliki tenaga yang banyak karena serangan ini sangat mudah. Tetapi jika menjadi sepertiku akan sangat sulit dan kewalahan.
Setelah semuanya lenyap, air – air itu masih tergenang di aspal. Yunba tersenyum manis dan penuh kesombongan melihat diriku yang kelelahan. Aku bernafas terengah- engah setelah menghentikan serangannya.
“Hey, begitu saja kah kekuatanmu? Oh, apa kamu ingin terus seperti itu tanpa menyerangku! Jika memang, maka sudah pasti kamu lah yang akan kalah” ucapnya padaku.
“Tidak! Aku tidak hanya akan melakukan ini tetapi aku juga bisa menyerang. Apa kamu ingin aku menyerangmu? Aku harap kamu tidak akan menyesal jika aku menyerangmu!”
“Ya ampun, kamu benar- benar gadis yang banyak bicara! Buktikan saja, apa memang kamu bisa menyerangku?”
Yunba selalu saja meremehkanku, tetapi kali ini aku tidak akan membiarkannya lolos meski ini adalah taruhan. Tetapi hari ini dia akan mengingat kejadian ini untuk selamanya. Aku pun mulai mengendalikan air yang ada di sekitar tempat ini. Tak peduli berapa banyak air yang tersisa, tetapi aku juga mengendalikan air yang berada di bawah tanah sementara di atasnya adalah tanaman pepohonan. Lalu aku menyerangnya secara bersamaan, mengubahnya menjadi anak panah. Menjadikan serangan satu arah yakni ke arah Yunba. Yunba hanya tersenyum sinis penuh kesombongan setelah melihat dirinya akan di serangan seperti itu.
Aku pun mulai menyerangnya tanpa henti, tetapi tidak terduga olehku. Ia bisa menghindari serangan satu arah, tetapi ia tidak bisa menghindari serangan dari bawah tanah. Puluhan anak panah segera keluar dari tanah menuju permukaan dan menyerang Yunba. Dengan terpaksa Yunba memadukan seni bela diri dengan pengendalian airnya agar tidak terluka oleh serangan anak panah yang tak terduga olehnya.
Yunba sibuk dengan anak panah yang terus mengejar dirinya, ia menangkis mencoba menjatuhkan anak panah ke tanah agar terserap oleh aspal dan berhenti menyerang dirinya. Ia berlindung dengan air menghindari serangan anak panah lainnya.
Saat dirinya penuh kesibukan itulah aku mengendalikan dirinya dengan pengendali darah. Tubuhnya sangatlah lemah dan mudah dikuasai. Ia kudapatkan dan tidak bisa bergerak.
Yunba menangis serangan anak panah, tetapi dirinya mendadak tidak bisa bergerak. Dirinya diam membisu seperti telah dikendalikan. Dia memang telah dikendalikan, namun dirinya tidak menyadari akan hal itu. Yunba pun terkena serangan anak panah, tubuhnya mulai tergores dan mengeluarkan darah.
__ADS_1
Ketiga sahabatnya yang melihat Yunba dalam bahaya, mereka segera datang menyelamat kan Yunba.
“Yunba!” teriak mereka sembari mendekati dan menyelamatkan Yunba dari serangan anak panah.
Melihat Yunba terluka, dan dalam kondisi yang lemah. Ketiga temannya tampak tidak menerima hasil pertandingan ini. Lalu secara bersamaan ketiga menyerang diriku. Mereka mengeluarkan kemampuan pengendalian yang mereka kuasi, dan saling melindungi satu sama lain.
Aku yang melihat itu hanya tersenyum sinis, dan berucap “Jadi pada akhirnya tetap menyerang secara bersamaan ya? Wah hebat sekali!”
Salah satu teman Yunba, pengendali tanah menjawab “Hah, kali kami akan menyerangmu tanpa menyisakan celah sedikitpun untukmu!”
“Oh begitu, silahkan!” jawabku tersenyum sinis.
Dua gadis dengan pengendalian udara dan vampir segera menyerangku. Pengendali udara membuat serangan tak terlihat, membuat angin setajam mata pedang. Sementara gadis vampir itu mulai memanggil kawanannya, ya dia memanggil kelelawar untuk menyerangku.
Suara kelelawar mengeluarkan suara ultrasonik yang berisik itu membuat telingaku sakit, aku pun menutupi kedua telingaku dengan kedua tanganku. Saat itulah, pengendali angin menyerangku. Dengan angin yang dikendalikannya, ia menyerangku dengan serangan satu arah.
Serangan mereka membuatku kesal, tetapi aku harus tetap tenang. Aku pun secepatnya mengendalikan tanah. Membuat menghalang di sekitarku hingga suara keberisikan itu tidak bisa membuat telingaku sakit begitu juga dengan angin. Kini aku dikelilingi oleh tanah yang menjulang tinggi di sekitarku, dan aku membuat langit-langit dari tanah hingga diriku terkurung.
Keempat gadis itu melihat perlindungan yang dilakukan, gadis pengendali tanah pun tersenyum. Lalu ia melangkah maju dan menyerang Aresha dengan pengendaliannya.
Aku yang berada di perlindungan tanah menjulang tinggi ini, merasakan ada getaran di tanah. Aku pun secepatnya melangkah mundur, membuka tanah yang melindungi diriku sedikit dan keluar. Tanah yang terbentuk seperti goa ini, melindungiku dari penglihatan ke empat gadis.
Tidak lama kemudian, benar saja seperti dugaanku. Perlindungan yang kubuat hancur seperti meremas kertas lalu kembali ditelan oleh bumi. Ya di buat lenyap. Secara bersamaan, aku membuat angin yang mengitari tempat ini bersama kelelawar yang terus- terusan mengeluarkan bunyi suara ultrasonik menjadi senjata dan membunuh semua kelelawar itu secepat kilat. Ya semua kelelawar itu pada akhirnya berjatuhan ke tanah. Semuanya telah mati tanpa tersisa.
Bersamaan dengan lenyapnya pelindung yang kubuat, ke empat gadis di buat kagat melihat kelelawar yang dikendalikan oleh temannya itu berjatuhan ke tanah. Seiring itu juga, tak ada penghalang lagi di antara kami. Semuanya telah terlihat jelas.
Gadis vampir bermata merah tersenyum sinis penuh kebencian, ia pun mulai menyerang diriku tanpa aba- aba dengan kemampuan larinya yang cepat.
__ADS_1
“Shuttt!”
Tangannya berada di leherku, ia mencekik diriku dan aku buat tak bisa bernapas. Aku pun mencoba menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan- pelan.
“Kau akan mati, gadis sialan!” ucapnya penuh rasa percaya diri yang tinggi.
Aku hanya tersenyum manis, dan menjawab “Bunuh aku selagi bisa, atau kamu akan mendapatkan hal yang sama seperti Yunba!”
“Hah, rupayanya kamu punya rasa percaya diri yang tinggi ya? Jangan pikir aku akan memaafkan dan membebaskanmu begitu saja. Aku bukan seperti mereka!”
Aku tidak menjawabnya, kugunakan tanganku yang masih bisa bergerak. Kukendalikan angin dan air untuk melukai tangannya yang memegang leherku.
“Shuttt!!”
Serangan tajam mengenai tangan gadis ini, dan ia mengaduh kesakitan lalu melepaskanku. Begitu bebas, secepatnya diriku mengunci kedua kakinya dengan elemen tanah. Kakinya tidak bisa bergerak dan terjebak tanah yang kukendalikan.
Keempat gadis itu melihat perlindungan yang dilakukan, gadis pengendali tanah pun tersenyum. Lalu ia melangkah maju dan menyerang Aresha dengan pengendaliannya.
Aku yang berada di perlindungan tanah menjulang tinggi ini, merasakan ada getaran di tanah. Aku pun secepatnya melangkah mundur, membuka tanah yang melindungi diriku sedikit dan keluar. Tanah yang terbentuk seperti goa ini, melindungiku dari penglihatan ke empat gadis.
Tidak lama kemudian, benar saja seperti dugaanku. Perlindungan yang kubuat hancur seperti meremas kertas lalu kembali ditelan oleh bumi. Ya di buat lenyap. Secara bersamaan, aku membuat angin yang mengitari tempat ini bersama kelelawar yang terus- terusan mengeluarkan bunyi suara ultrasonik menjadi senjata dan membunuh semua kelelawar itu secepat kilat. Ya semua kelelawar itu pada akhirnya berjatuhan ke tanah. Semuanya telah mati tanpa tersisa.
Bersamaan dengan lenyapnya pelindung yang kubuat, ke empat gadis di buat kagat melihat kelelawar yang dikendalikan oleh temannya itu berjatuhan ke tanah. Seiring itu juga, tak ada penghalang lagi di antara kami. Semuanya telah terlihat jelas.
__ADS_1