Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 163


__ADS_3

Mereka memang sudah keterlaluan padamu. Kamu tenang saja, dari mana pun asalmu. Aku tidak peduli! Dari mana pun asal keluarga mereka, itu bukan rintangan bagiku. Kamu jangan khawatir, aku akan membantumu sampai mereka mengakui perbuatan mereka!”


Spontan Xia langsung memeluk erat diriku, ia menangis dalam pelukanku. Aku merasakan perasaan Xia yang terluka. Xia melepaskan pelukannya padaku, dan ia memperlihatkan wajahnya padaku, wajah memar karna di pukul oleh orang lain. Orang jahat.


Sambil menghapus air matanya yang jatuh, Xia berucap “Terima kasih telah menolongku!”


Aku tersenyum manis, dan menjawab “Tidak masalah, sekarang pejamkan matamu! Kita akan membuat semua orang terkejut, dan mulai melakukan misi balas dendam!”


Xia mulai memejamkan matanya, dan aku mulai menggunakan kekuatanku. Dengan bantuan air, aku mengembalikan Xia kesemula. Menghapus luka di tubuhnya dan mengembalikan rambut panjangnya dengan air. Ya air adalah sumber kehdiupan yang membuat seseorang bisa kembali ke semula.


Xia mulai memejamkan matanya, dan aku mulai menggunakan kekuatanku. Dengan bantuan air, aku mengembalikan Xia kesemula. Menghapus luka di tubuhnya dan mengembalikan rambut panjangnya dengan air. Ya air adalah sumber kehdiupan yang membuat seseorang bisa kembali ke semula.


Tak perlu waktu yang lama, Xia kembali kesemula.


“Xia, buka matamu!”


Xia membuka matanya, ia pun tak lagi merasakan sakit di tubuhnya. Ia pun melihat rambutnya yang kembali panjang. Ia tersenyum manis dan kembali memeluk erat diriku.


Dalam pelukan Xia berucap, “Terima kasih!” yang kemudian melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Ya tidak masalah, kamu menyukainya?”


“Ya, aku pikir rambutku tak akan kembali tubuh seperti ini lagi. Perlu waktu yang lama untuk membuat rambut tumbuh panjang!”


“Ya benar, tapi ini adalah hal mudah. Jadi mereka menyakitimu hanya karna hal kecil? Itu sungguh keterlaluan. Menurutmu, mereka harus di balas dengan apa?”


“Aku ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan, aku bukanlah dari keluarga yang lemah. Keluargaku hidup baik tanpa kekuarangan. Kenapa semua orang menghina keluargaku?” ucapnya yang hampir dengan meneteskan air mata itu.


“Hei, jangan sedih! Kupikir ini semua tidak baik melibatkan keluarga. Kamu tenang saja, mungkin nanti akan ada yang membalaskan perbuatan mereka. Tentang keluarga itu biarkan saja waktu yang membalasnya, tetapi tentang mereka yang menjelekanmu ini kita harus membalasnya!”


“Ya, tapi aku takut?!”


“Takut, tenang saja! Aku yang akan membalasnya, kamu bersikap baik saja!”


“Ya tidak masalah, itu bukan masalah bagiku!”


Xia telah kembali, dia kembali ke semua. Dia tidak akan menangis lagi, dan aku akan mengubah hidupnya.


Di depan sebuah cermin, aku memandang diriku sendiri. Cermin ini berada di kamar mandi, dan hanya ada aku seorang diri. Melihat cermin ini dengan tersenyum manis lalu berucap “Singkirkan mereka dengan cepat. Dapatkan semuanya!”.

__ADS_1


Pagi hari yang cerah, dimana bulan tak lagi bersama bintang di angkasa. Dimana sekarang adalah waktunya arunika bersinar. Ya benar- benar indah pagi ini dan Xia juga sudah kembali. Tidak ada yang meninggalkan jejaknya.


Seperti pagi biasanya, Xia memasak makanan. Sementara diriku terus saja melihat pemandangan di luar jendela ini. Semuanya terlihat indah sekali dengan kehadiran murid- murid kelas biasa.


Sembari melihat pemandangan luar dari jendela, aku berucap “Xia, kita ke perpustakaan kota yuk? Aku ingin membaca buku disana?”


“Boleh!”


“Pagi ini?”


“Ya pagi ini lah, apa kamu sibuk?”


“Tidak, tapi bukankah kita akan berlatih?”


“Em... ya benar juga! Berlatih disini saja bolehkan?”


“Ya tentu saja, asal tidak merusak bangunan ini! Asrama maksudku!”


“Ya aku mengerti!”

__ADS_1


Seperti pagi biasanya pula, aku dan Xia sarapan pagi bersama. Xia tampak tersenyum padaku, tetapi sekarang aku tidak mengerti tentang perasaannya. Entah apakah ia akan balas dendam atau hanya menerima perudungan itu. Tetapi jika aku menjadi dirinya tentu saja aku akan menghancurkan orang dan keluarga itu hingga berkeping- keping tanpa sisa.


Setelah menghabiskan makanan di piringnya, Xia meletakan piringnya di depan lalu mengambil minuman dan meminumnya. Xia memegang gelasnya dengan tersenyum sinis, ia pun berucap “Aresha, malam tadi.... soal itu aku terpikir, bagaimana kamu bisa secepatnya sampai disini?” melihat diriku yang sedang makan.


__ADS_2