
“Ya ampun! Kalian lemah sekali?” protes Netta.
“Apakah kamu tidak bisa melakukan sesuatu untuk menemukan kristal pelindung di tempat ini? Ini sangat sulit. Tempat ini luas, dan perlu waktu yang lama menemukannya kan? Ya apalagi dengan bangunan tua ini!” keluhnya.
“Ah, maaf ya! Aku tidak punya yang seperti itu.”
“Ah, ini melelahkan!” keluhnya lagi seperti anak perempuan yang akhirnya ia pun duduk di bawah pohon.
“Ya ampun, sepertinya ada yang menyerah ya?” ucap Netta sembari memperhatikan Steven yang duduk di bawah pohon.
“Biarkan saja dia! Memang sudah lelah sih, aku juga mau ikut!” jawab Eren yang kemudian bergabung dengan Steven duduk di bawah pohon.
“Ya ampun! Kalian lemah sekali?” protes Netta.
Tetapi dua pria itu justru tidak mempedulikan ucapan Netta. Mereka sibuk melepas lelah dan kegiatan membosankan ini.
Sementara peserta ujian ability magie yang lainnya terus berusaha mencari kristal pelindung yang ada di tempat ini. Salah satu dari mereka kembali tidak sengaja menyentuh sesuatu yang membuat tergesernya batu yang ada di tengah bangunan ini.
__ADS_1
Batu bergeser dan membuat guncangan yang cukup hebat. Guncangan yang dapat dirasakan oleh semua orang disini. Guncangan itu bangunan di tanah menjadi berlubang dan menjatuhkan dua kelompok sekaligus. Lalu mendadak tanah bagian atas menutup dengan cepat seperti telah dikendalikan seseorang.
Mereka yang jatuh sempat berteriak, dan mereka yang melihat segera menolong yang jatuh tetapi telah terlambat. Tanah itu secepatnya menutup kembali. Melihat keadaan ini semua semua berkumpul.
“Mereka jatuh ke dalam! Aku mohon lakukan sesuatu. Tanahnya sangat cepat menutup!” ucap seseorang yang melihat kejadian itu.
“Hei! Apa kalian baik- baik saja?” ucap Netta memanggil yang ada di dalam.
Tidak ada jawaban, tak satupun dari mereka yang jatuh menjawab. Ini lah yang membuat semua orang yang ada di atas panik.
“Hei, apa kalian dengar?” teriak Violin.
“Bagaimana mereka bisa jatuh ke bawah?” tanya Roman.
“Aku lihat mereka menyentuh batu di tengah itu, lalu guncangan muncul dan membuat tanah menjadi berlubang. Lalu mereka jatuh dan tanahnya menutup kembali dengan cepat!” jawab seseorang yang melihat kejadian itu dengan jelas.
Roman pun segera mendekati batu yang ada di tengah- tengah puing- puing bangunan istana ini. Roman mulai mendorong batu dan seketika itu lah guncangan kembali terjadi dan tanah kembali berlubang.
Mereka yang merasakan guncangan dan akan ada tanah berlubang pun segera menjauh. Begitu melihat tanah telah berlubang, mereka segera mendekat. Tetapi mereka tidak melihat siapa- siapa di bawah. Hanya tanah kosong dengan bebatuan kecil.
__ADS_1
“Mereka semua kemana?”
“Entahnya!”
Roman pun segera mendekati lubang itu, tetapi begitu mendekat lubang itu tertutup lagi.
“Hah, ya ampun! Kenapa tertutup lagi? Apa mereka semua ada di bawah?” tanya Roman sedikit mengeluh protes karena tak sempat melihat lubang tanah itu terbuka.
“Tidak ada, ini aneh sekali! Mereka tidak ada di bawah”
“Apa mungkin ada seseorang yang mencoba mencelakai mereka disini?”
“Ya ampun itu tidak mungkin! Mungkin karena bangunan ini di penuhi jebakan”
“Tenang saja, aku adalah pengendali tanah. Aku akan menghancurkan jebakan ini!” ucap seorang peserta ujian ability magie dari klan pengendali tanah.
“Ya baiklah, aku serahkan padamu!”
__ADS_1
^^Thank you for reading, leave a trail with comments, shares and likes. Please promote in the chapter, please don't reply to comments because I can't find it quickly. if there is free time, I will stop by. I like you.